
Tahun ke lima dirinya menjadi Dokter, hampir setiap hari pula Taehyung bergumul dengan obat-obatan dan ruang operasi. Kalau beruntung tak ada panggilan darurat dan kebetulan pasien sepi Taehyung bisa beristirahat dua jam di dalam ruangannya, namun namanya saja seorang dokter, seperti sekarang ia dihubungi unit gawat darurat singkatnya UGD, ada seorang Ibu hamil yang mengalami pendarahan hebat padahal umur kandungan sudah tujuh bulan.
Taehyung memakai serampangan jubah kebesarannya, kemudian berlari keluar ruangan, sial nya lagi lift tak bisa digunakan sebab baru saja tertutup waktu ia akan masuk, membuat pria itu berjalan ke tangga darurat dengan kecepatan penuh.
Berapa kali Taehyung berteriak sembari berlari dengan memegang ponsel," Persiapkan ruang operasinya, aku akan disana dua menit lagi..."
"Kau mau mati?!, lakukan prosedur utama sendirian sampai aku datang !" Taehyung selalu akan marah jika ada dokter dan apalagi itu yang bekerja dibawahnya mengatakan bahwa mereka tak bisa melakukannya sebab belum pengalaman. Lalu bagaimana mereka dapat pengalaman jika tak pernah mencobanya, apalagi ini keadaan darurat.
Taehyung mematikan panggilan sepihak ketika sampai dilantai tujuan, kemudian berlari ke ruang operasi, mencuci tangannya kemudian menekan dengan kaki sampai pintu terbuka.
"Pindah, aku akan melanjutkannya " seru Taehyung dengan nafas terengah dan memakai perlengkapannya, mengalihkan seorang pria dengan peluh tak kalah banyak darinya, namun segera bernafas lega sebab percobaan pertamanya sepertinya berhasil.
"Dokter..."
__ADS_1
"Fokus!"
-
Katakan kalau sekarang Jeon Jungkook cengeng karena sesenggukan di kursi besi dekat ruang operasi, ia menangis sebab merasa bahagia sekali. Tadi ia hampir meregang nyawa sendiri dan nyawa seorang wanita di atas meja operasi. Ia terharu akan dirinya sendiri, karena Taehyung seseorang yang ia kagumi dan ia jadikan panutan mengatakan bahwa dirinya telah melakukan pekerjaan dengan baik. Sungguh pencapaian paling Jungkook syukuri di tahun 2020.
Bagaimana bisa tidak begitu? Ia hampir kencing dicelana ketika memegang pisau operasi dan menyentuhkannya ke perut pasien, untuk pertama kali dalam hidupnya, tentu selain dari apa yang ia lakukan pada benda mati sewaktu praktik di Universitas.
Pokoknya setelah ini dirinya harus menelepon sang Ibu, untuk menyombongkan dirinya atau pamer pada adik sepupunya yang selalu mengejek dirinya cuma paham teori saja. Enak saja, sekarang Jungkook sudah percaya diri kalau berdebat dengan adiknya yang sekarang kuliah kedokteran juga itu.
"Sepertinya dokter belum makan siang, ini saya buatkan seperti biasa" ok, Taehyung kali ini mendongak, benar. Jang Nari, gadis manis yang selalu membawakannya makan, Taehyung selalu menerimanya karena alasan sopan santun. Tapi ia dengar desas-desus kemarin bahwa dirinya digosipkan berpacaran dengan gadis ini.
" Nari-ssi , kupikir ada gosip yang beredar..." Taehyung menekan lidah ke mulut sampingnya, membuat seseorang didepannya terdiam kemudian tersipu karena malu.
__ADS_1
"Ah itu, i-iya..." ujarnya sembari menunduk, jelas mengiyakan dan tak membantah kebenarannya.
"Sebenarnya aku tak keberatan menerima bekal makan siangmu setiap hari sebab kupikir kau melakukannya karena sifatmu baik hati. Tapi.." Taehyung tak suka, dirinya tidak nyaman.
"Bisa kau bilang bahwa aku tak punya hubungan begitu denganmu?" Taehyung masih tersenyum tipis dan mendorong bekal makan siangnya menjauh.
"Lagian disini juga bukan spesialis bagian bedah saraf. Disini bagian Obgyn...." kalau Taehyung tak salah ingat, gadis ini adalah suster milik departemen sebelah, bawahannya Hoseok.
Gadis itu sendiri menautkan kedua tangan dan meremasnya, berkeringat dingin sebab pertama kali mendengar dokter didepannya bicara panjang lebar. Kemarin saat ia mengantarkan bekal makan siang dirinya hanya akan mendengar ucapan terimakasih dan senyum tulusnya. Namun sekarang gadis itu mengkerut dan tak berani menatap Taehyung, kemudian dengan tangan gemetar mengambil kembali apa yang di dorong padanya lagi.
" Maaf dokter.... saya akan berhati-hati. Sekali lagi maafkan saya"
-
__ADS_1
[].