
Kita tidak bisa menentukan hidup dan mati seseorang itu di tangan Dokter, begitu yang Taehyung pikirkan sejak Ia memilih profesi ini. Dilemparnya sarung tangan bekas operasinya, masker, sarung kepala beserta jubah operasi (apron medis) nya ke kotak sampah, setelah terdiam selama sepuluh menit di dalam ruang operasi. Raut wajahnya tak terbaca, begitu yang dilihat Dokter lain di dalam ruangan yang sama dengannya sejak tadi.
Keputusan berat sekali lagi, bukan dipaksa, ini seperti kau mau tak mau harus mengatakan fakta. Taehyung melangkahkan kaki seperti menghitung mundur untuk kesekian kali di hidupnya menuju hancurnya perasaannya, mendekat pada seorang pria tiga puluhan yang berdiri gelisah tersebut.
Taehyung bahkan bisa tebak pria itu pasti duduk dan berdiri gelisah sepanjang operasinya berlangsung.
Bahkan saat belum sampai, pria itu segera mendekatinya tergesa. Tatapan yang mengandung begitu banyak harapan di dalamnya, menggantungkan hidup pada kabar yang akan dibawa Taehyung.
Perasaan Taehyung membuncah saat dirinya mendengar isak tangis pria itu yang di redam dengan tangan sendiri ketika dirinya membungkuk. Sebuah gestur yang menjelaskan segalanya, Taehyung tak pernah selamat dari rasa bersalahnya ketika melepaskan pasien di atas meja operasinya.
Seorang Ibu dengan janin tiga bulannya telah meninggal, Taehyung mendorongnya ke dalam ruang operasi sekitar tujuh jam lalu, mengalami pendarahan hebat setelah di tabrak sebuah truk.
Dengan langkah pelan Taehyung melangkah menjauh dari lorong tersebut, tangisan kehilangan adalah tangisan yang paling Taehyung ingin hindari. Mendengarnya membuat perasaan itu seolah menjadi miliknya, perasaan ditinggalkan untuk selama-lamanya.
-
Hari ini adalah hari pertama Kanna menjalani magang nya di rumah sakit, meski sudah menghindar dan menyembunyikan identitasnya sebagai public figure , tetapi orang-orang mengenalinya. Sebenarnya hal itu membuat Kanna tak enak hati sendiri, maka mengatakan jika dirinya sekarang adalah seorang mahasiswa dan jangan menganggapnya lebih dari itu, perlakukan dirinya seperti sebagaimana mesti.
__ADS_1
"Kanna?" itu Jungkook yang datang dengan wajah lelah nya, menyeret kaki seperti di tahan ribuan ton besi, kini sudah pukul tujuh malam.
"Kak? Kubelikan untukmu" Kanna memberikan satu minuman kaleng dingin, sebenarnya Ia tadinya mau beli untuk diri sendiri, tapi melihat raut sepupunya itu membuatnya iba. Lalu setelah diambil Jungkook, Kanna mengambil satu lagi minuman, memang Ia masih berada di hadapan showcase nya.
"Bagaimana? diomeli berapa kali hari ini?" Jungkook membuka minuman dan meneguknya,
"Tidak sekalipun, orang-orang sangat baik padaku tahu" ucap Kanna sedikit menyombong, membuat Jungkook terkekeh kecil. Kanna yang Ia kenal sudah kembali.
" Kau anak magang nya?"
Taehyung memegang satu map terang ditangannya, Jungkook mengernyit tak mengerti saat yang Taehyung tuju ternyata Kanna disampingnya.
"Iya, Dokter" Kanna segera berdiri, pria di depannya pasti Kim Taehyung, pagi tadi Ia punya operasi dan Kanna belum memperkenalkan dirinya.
"Ah, aku Son--"
"Siapa bilang kau bisa merapikan dan mengacak berkas-berkas di atas mejaku?" ujar Taehyung datar, sedatar raut wajahnya dan rahangnya yang mengeras.
__ADS_1
Yaampun, Kanna hanya tak punya pekerjaan tadi karena hari ini hanya disuruh perkenalan, sisahnya hanya berbincang dan orang-orang pergi setelahnya, Ia merasa bosan dan bermaksud baik dengan merapikan semua meja berantakan di departemen Obgyn.
"Maaf Dokter, saya tidak bermaksud melakukannya--" Kanna membungkuk merasa menyesal, harusnya kesan pertamanya tidak buruk begini.
"Hyung, dia tidak tahu biarkan saja kali ini" tutur Jungkook hati-hati menengahi sebab merasa canggung sekali.
"Kau harusnya tahu tatakrama Son Kanna-ssi ..." Taehyung menekankan kata-katanya, Ia marah karena Ia memang sengaja membiarkan berkas-berkasnya begitu sebab beberapa memang di letakkan nya disana supaya lebih mudah untuk ditemukan, tapi seseorang membuatnya harus mencari lagi dengan menyusunnya kembali di lemarinya.7
"Tapi Dokter.. bukannya anda sedikit berlebihan?" Kanna tak lagi menunduk sebab Ia merasa sedikit tak wajar marah pada seorang magang yang bahkan berniat baik.
Tapi yang di dapatkannya sekarang apa? pria itu menatapnya datar dan berbalik menjauh darinya setelah menatap nya begitu remeh, kalau tidak salah?.
"Hyung, tunggu aku ikut..." dan sekarang kenapa Jungkook juga seperti tak berpihak padanya?
-
[].
__ADS_1