Dokter Kim

Dokter Kim
4. Dualisme


__ADS_3

Kanna menyesali ucapannya pada Kim Taehyung, tadi di kelas dirinya tak sengaja bertemu tatap dengan Proffesor mereka. Ternyata Kim Taehyung juga mengajar, Kanna mengambil satu mata kuliah yang sempat tertinggal ketika ia aktif sebagai selebriti, kelas di hari minggu.


Ia harusnya tak bersikap arogan seperti satu minggu lalu sebab jelas itu salahnya walau tak sengaja, Kanna adalah tipe orang yang tak mau merasa canggung pada orang yang akan bertemu terus dengannya. Apalagi Ia berencana untuk memilih departemen obgyn setelah magang.


Maka Kanna mengikuti pria itu dari belakang, ingin melancarkan aksi minta maafnya tapi menunggu waktu yang tepat, lalu ketika memasuki ruangan agaknya pria itu menyadarinya begitu tahu bukan hanya dirinya yang duduk, tapi seorang gadis juga duduk di seberang mejanya.


"Punya pertanyaan di kelasku?"


"Tidak Dokter, begini aku anak magang di departemenmu" Taehyung kembali menatap, membenarkan letak kaca matanya, lalu menyadari jika di depannya adalah Son Kanna. Taehyung masih punya ponsel untuk tahu siapa wanita ini, ah tentu ia ingat karena kejadian seminggu lalu juga.


Tak ada jawaban Taehyung selain pandangannya yang masih menghunus, menunggu kelanjutan pembicaraan Kanna sendiri.


" Maafkan soal sikap aroganku kemarin, aku benar-benar minta maaf, aku tak akan mengulanginya lagi, aku minta maaf sungguh, maaf sekali lagi Dokter..." Kanna berdiri dan membungkuk, Ia menyesal sungguh. Bukan hanya soal perasaan itu saja, selama seminggu magang Ia mendengar sebuah cerita. Ah sial, Kanna jadi bergidik.


" Ya, keluarlah. Aku sudah dengar maksudmu "


"Selamat menjalankan magang "


Apa? semudah itu?, Kanna telah menegakkan punggungnya lagi dan menatap pria itu yang telah berdiri, mengambil jas dan memakainya.


"Kau tidak ke rumah sakit?"


"Eh?" Kanna limbung sendiri di dalam sana,

__ADS_1


"tidak Dokter, kami libur hari minggu" Taehyung mengangguk paham, lalu mengambil tasnya.


"kalau kau masuk tadi, mungkin bisa kesana bersama-sama" Kanna masih terdiam di tempatnya selama tiga detik, lalu berjalan keluar saat menyadari jika pria itu akan segera pergi.


-


Kim Taehyung sebenarnya bukan pria tidak baik-baik, dia sangat disenangi para pasien nya, Ibu-ibu hamil yang berkonsultasi dengannya selalu membawa sesuatu untuknya, walau selalu Kim Taehyung tolak sebab Ia melakukan kewajiban sebagai Dokter seharusnya.


Satu kotak gingseng merah di depannya, bahkan kemarin saja Taehyung sudah menerima secara terpaksa karena jika tidak para Ibu hamil yang sensitif ini menangis dan merasa rendah diri. Membuat Taehyung berapa kali merasa tak enak sebab suami mereka juga menatapnya menyalahkan.


"Kalau Dokter sulit menghabiskan, bagikan saja kepada yang lainnya--" mata Ibu itu mengedar untuk memperjelas perkataannya, pada Suster dan dua Dokter yang memegang buku kecil di tangannya.


"Wah, sayang lihat dia mirip dengan Son Kanna ya?" mendadak nadanya menjadi antusias begitu menatap gadis dengan surai di cepol itu, mirip sekali wajahnya dengan yang sering Ia tonton di televisi.


"Yaampun serius? Kau Son Kanna?"


"Cantik sekali secara langsung" sungguh sekarang tubuh Kanna sedang di peluk Ibu hamil besar, Ia tersenyum tak enak dan sejenak tatapannya bertemu dengan Taehyung.


"Jadi berita nya benar kalau kau cuti dulu karena sedang urus pendidikan? , wah harusnya aku beritahu pada orang-orang kalau kau jujur"


Ada kernyitan di dahi Kanna saat mendengar yang terakhir, tapi setelahnya Ia membasahi bibir mengerti.


"Sayang, kau membuat mereka tak nyaman, maaf ya Dokter " Taehyung hanya tersenyum menanggapi pria di depannya, seolah itu bukan apa-apa.

__ADS_1


Kanna memang tidak berlagak disini maka Suster dan para Dokter serta teman magang menyukai dan memperlakukannya seperti yang lainnya, Kanna orang yang baik begitulah mereka menilainya. Walau sebagian masih saja membahas soal statusnya. Ya, Kanna juga harus menerima hal itu sebab tak bisa di hindari.


Setelah mereka keluar, keadaan kembali hening, Kanna sesekali melirik Taehyung, sebab Ia kembali merasa bersalah. Baru dua hari Ia ikut ke ruang konsultasi tapi sudah membuat tidak nyaman. Apa Ia harus --"maaf Dokter, saya jamin anda tak akan melihat hal seperti ini lagi" keluar kata-kata itu, Kanna membungkuk singkat, Taehyung hanya menatapnya sejenak dan mengangguk. Dirinya bahkan tak dijawab dengan kata-kata, membuat Kanna berasumsi final dingin sekali Pria ini.


"Dokter ini yang terakhir" ucap seseorang dari luar dan masuk sembari membawa seorang Ibu yang kesusahan berjalan karena perutnya yang besar.


-


Kanna merutuki dirinya sendiri sepanjang lorong rumah sakit, hari ini batang hidung kakak sepupunya tidak kelihatan sama sekali padahal Kanna mau curhat dan minta pendapat.


"Mau pulang?" Kanna menoleh dan terkejut bersamaan, di sampingnya ada Kim Taehyung yang tak lagi mengenakan jas putihnya.


"Belum Dokter, masih ada yang mau dikerjakan" jawab Kanna sesopan mungkin, masih merasa bersalah dan takut atas kejadian di ruangan tadi.


Taehyung mengangguk mengerti, membuat langkah lebih lebar untuk keluar rumah sakit sedangkan Kanna menatapi punggung tegapnya penuh pertanyaan, apa pria itu mengemudi sendiri? apa ia tinggal sendiri?


"Kanna, kau tak perlu takut padaku" Taehyung berbalik saat hampir mencapai pintu, sepenglihatan Kanna pria itu mengangkat sudut bibirnya sebelum berganti senyum.


"aku tidak menggigit kalau kau tidak mengizinkan"


dan Kanna cengo di tempat, tenggorokannya mendadak kemarau bahkan untuk tersenyum saja sulit. Sampai pintu kaca itu kembali tertutup barulah Kanna terdasar, menyentuh ujung rambutnya dengan kedua sudut bibir yang sedikit terangkat.


-

__ADS_1


[].


__ADS_2