Dokter Kim

Dokter Kim
5. Revenge


__ADS_3

Perjanjian tetaplah perjanjian, Kanna akan mengambil beberapa pekerjaan kecil, setelah Manager nya memberitahu langsung saja Ia melajukan mobil ke tempat yang dimaksud. Interview untuk memperbarui profilnya yang akan berganti di internet. Mereka melakukan ini setiap tahun, akan dibagikan juga hasilnya di media.


Setelah memarkir mobilnya, Kanna bisa melihat tadi di depan gedung ada cukup banyak penggemarnya yang memegang foto serta memakai bandana namanya serta mendukungnya, membuat Kanna terharu sendiri dan tersenyum.


Kanna turun dari mobilnya setelah sadar sudah agak terlambat, bergegas masuk setelah memberitahu Manager nya lewat pesan.


Sebenarnya Kanna sendiri merasa senang, ada perasaan rindu tersendiri saat kakinya melangkah untuk memenuhi pekerjaan yang sudah lama ia tekuni, meski Kanna sadar betul kalau ini adalah keputusannya dan sama sekali tak menyesal. Hanya rindu, itu saja.


Saat Kanna membuka pintu ruangan yang dimaksud, senyumnya sudah terukir untuk diberikan pada penata Manager yang telah menunggu, merupakan salah satu orang terpercaya nya, Kang Jieun.


"Eonni, maaf terlambat datangnya..."


Tapi senyum itu baru saja luntur, tidak bertahan lama ketika netranya menangkap siapa yang tengah duduk di salah satu kursi rias.


"Kenapa disini?" Kanna menatap datar, menerima hal itu membuat yang ditanyai mengalihkan tatapan setelah mengukir senyum culas.


" Jangan kurang ajar Kanna, Mama kesini karena peduli padamu dan hanya berniat mengawasi"

__ADS_1


Kanna tertawa lebih mengarah untuk diri sendiri, sungguh, bukankah itu konyol? terakhir kali sangat ingat konversasi bagaimana yang mereka lakukan. Kanna berjalan duduk di kursi lainnya untuk bersiap, tahu jika sebentar lagi akan mulai.


Pintu ruangan kembali terbuka, menampilkan sosok berjenis kelamin berbeda dari mereka membuat Kanna mengalihkan tatapan muak.


"Peduli padaku atau mau bertemu seorang pria?"


Dari cermin di depannya Kanna melihat jelas Mama nya geram dan berusaha menahan emosi.


"Kanna, jaga bicaramu"


-


Jika begini lebih baik Kanna membayar kompensasi karena menolak untuk interview , bukan tidak bertanggung jawab tapi Kanna tak terima sebab tidak diberitahu kalau ada tambahan begini.


Di wawancarai bersama Mama nya dan pria itu. Ditanya mengenai rencana pernikahan mereka. Ditanya apakah Ia sudah dekat dengan calon Papanya, apakah mereka sering makan bersama? , atau harapannya untuk keluarga baru mereka nantinya?.


Tentu saja karena Kanna tahu harus bersikap sewajarnya dan profesional dengan terpaksa Ia harus memalsukan segala jawaban. Tidak bodoh dengan melakukan apa yang Ia pikirkan sekarang, berlari dan mengatakan kalau Ia sama sekali tak peduli tentang pernikahan mereka, bila perlu mengatakan kalau tak sudi.

__ADS_1


Kanna sudah sebenci itu untuk berbaikan dan menerima, Mamanya tidak peduli semua yang dikatakannya hanya demi kepentingan sendiri, Mama tidak mengawasinya, yang dilakukan wanita itu adalah mengekangnya supaya tidak membuat namanya malu.


" Aku harus pergi, lupa kalau ada kelas sore ini" Kanna berkata pada Manager nya, menarik tas dan berjalan keluar segera setelah wawancara diakhiri serta awak media sudah bubar.


Mamanya? Kanna menertawakan dirinya sendiri dalam pantulan dinding lift di depannya.


Mana peduli, toh tak ada orang yang akan memperhatikan dan mempublikasi mereka. Dari dulu Kanna hanyalah alat untuk menjaga martabat wabita itu, bahkan kepergian Ayahnya sendiri diliput semua media atas permintaan Mamanya supaya bisa terkenal.


Salah satu yang harus Ia lakukan untuk memberontak Mamanya sekali lagi adalah mencoreng nama baiknya, kalau bisa menggagalkan pernikahan licik itu dan Kanna tengah mempertimbangkannya.


Apa yang paling berpengaruh dan sangat dihindari oleh Mama nya, apa yang paling membuatnya malu, kalau bisa membuat Mama nya berpikir lebih baik untuk tidak melahirkannya saja.


Kali ini, Kanna benar-benar akan melakukan balas dendam untuk kehidupannya yang direnggut peraturan-peraturan tak wajar sang Mama. Tidak ada lagi Kanna yang akan diam dan menurut begitu manis, Kanna bahkan telah berhasil mengambil keputusan besar untuk istirahat dari pekerjaannya.


-


[].

__ADS_1


__ADS_2