Dokter Kim

Dokter Kim
7. Sebuah fakta


__ADS_3

Semenjak kejadian malam itu, Kanna mengubah pandangannya pada Kim Taehyung, pria itu baik dan suka menolong orang, kepada pasien juga sangat ramah.


Kanna sempat meringis sebelumnya Ia pikir Taehyung itu sombong, sinis dan sedikit gila hormat. Mungkin salah satu perawat yang suka pada Taehyung kemarin itu berlebihan jadinya pria itu memperingatkan. Ya, mungkin.


Sembari membawa beberapa catatan tentang pasien, Kanna melihat Jungkook modar-mandir di tempat yang Ia tuju. Sedikit mempercepat langkah karena penasaran, Kanna memanggil.


"Ada apa? gayamu seperti sehabis melihat setan saja" Kanna melewati Jungkook dan geleng-geleng, hampir mau membuka pintu tapi tangannya segera dicegah sampai tertarik mundur. Sontak saja Kanna membulat tak percaya.


"Kenapa sih? aku ada perlu" sambil mengangkat lembaran-lembaran di tangannya Kanna menatap tak percaya pada kakak sepupunya.


Tapi Jungkook malah menariknya sedikit lebih jauh dari sana dengan raut masih seperti tadi, berdecak juga membuat Kanna merasa bingung sekaligus kesal sendiri.


"Jangan masuk kesana, sedang ada tamu" bisik Jungkook menatap ke arah ruangan Taehyung waspada.


Kanna menatap semakin sanksi, lalu kenapa? Ia tak bermaksud mengganggu. Dan kalaupun tamunya penting Jungkook cukup beritahu baik-baik, tidak usah sampai diseret.


"Kan cuma memberikan ini, setelahnya langsung keluar" seolah ekspresi yang Jungkook tunjukkan belum cukup membuatnya mengerti, barulah saat Jungkook telah menatap padanya saat itu pula bersamaan dengan pintu yang mereka sama-sama awasi terbuka.

__ADS_1


Seorang perempuan keluar dari sana diikuti pemilik ruangan dibelakangya.


"Soo Hwa, berhenti!"


"Lee Soo Hwa?"


Jungkook mengusap kasar wajahnya sendiri, harusnya Ia menarik Kanna lebih jauh.


-


"Kanna tunggu, dengarkan Kakak" ketika Jungkook sudah memanggil begitu berarti pria itu serius dengan ucapannya, menegaskan kalau pria itu harus dihormati sebagai yang lebih tua.


"Soo Hwa kenapa?" itu yang mengganggu pikirannya dari sekian banyak, bagaimanapun ia penasaran kenapa seseorang yang dulu sangat ia kenal berada disini, apa dia sakit ? tapi kenapa bertemu Kim Taehyung? pria itu spesialis kandungan, janin, serta yang bermasalah dengan urusan seperti itu.


"Mereka punya hubungan sedikit spesial " Jungkook menyentuh pagar pembatas setelah menghela nafasnya.


"Bukan itu, Soo Hwa sakit?"

__ADS_1


Jungkook menggeleng, "tidak tahu"


"sepertinya bukan karena itu dia disini"mengundang kernyitan di kening Kanna. Ah syukurlah jika bukan sakit, sepertinya mereka--Soohwa dan Taehyung ada hal yang di diskusikan persis yang Jungkook bilang.


"Masih peduli padanya?" Jungkook menatap Kanna dan menepuk pundaknya pelan, tahu kalau dibalik sikap dingin gadis ini pada Soo Hwa yang sempat mengejarnya tadi--sebenarnya masih peduli. Mereka dahulu bersahabat dan sekarang tidak lagi.


"Terlihat seperti itu? "


Jungkook mengangguk, "Tapi bagaimanapun aku tak pernah lupa apa yang dilakukannya, Soo Hwa gadis terpicik setelah Mama yang kutahu"


"Kanna, tidakkah kau berpikir untuk melupakannya?" karena kenangan seperti itu hanya akan menyakiti perasaan kita sendiri, mereka harus dibuang jauh-jauh setelah kita mengambil pelajaran berharganya. Walau Jungkook sendiri paham bagaimana sulitnya Kanna menghadapi semua, selain dirinya, orang yang sangat Kanna percaya hanyalah Soo Hwa dulu. Sebelum insiden tersebut membuat Kanna lebih tertutup dan membatasi diri untuk menjalin hubungan pertemanan lebih dekat dengan orang-orang.


Kanna tertawa sengau, baginya itu kalimat terlucu yang didengarnya tahun ini. Lebih lucu dari apa yang dilakukan Mama nya.


"Masih suka padanya, Jeon Jungkook?"


-

__ADS_1


[].


__ADS_2