
Sebagai seorang yang selalu menarik perhatian dan beritanya yang selalu di tunggu-tunggu publik, Son Kanna perlu hati-hati dalam melakukan tindakan, Ia perlu berpikir dua kali atau lebih dalam mengkaji tindakan dan dampaknya. Apalagi umurnya yang terbilang cukup muda, di dua puluh enam tahun hidupnya ia menjadi ikon menyegarkan sekaligus panutan muda-mudi seumurannya. Status selebriti nya dan juga pendidikan nya.
Kanna sering kali di puji atau di bangga-banggakan Agensi tempatnya bernaung, disamping kesibukannya menjalani kegiatan sebagai public figure ia juga menjalankan cita-cita orang pada umumnya menanjak jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Tapi tentu komentar-komentar menohok dan ujar kebencian publik juga banyak, di katai sombong dan tamak karena terlalu yakin bisa sempurna di kedua arah. Sudah terlalu sering, Ia sudah kebal sebenarnya, tapi tetap saja kalau membacanya membuat Kanna mual dan pening sebab akan Ia pikirkan terus dan merasakan stress.
Hal itulah yang membuat Kanna membuat permintaan cukup berat pada Agensinya untuk hiatus, alasannya karena ingin istirahat dan fokus pada pendidikan. Ya, tentu tak akan mengambil resiko dengan alasan sudah lelah dengan kebencian publik dan mau kabur saja. Sungguh Kanna adalah gadis tangguh dengan segudang prestasi sebenarnya, namun dirinya tetaplah manusia biasa.
Tapi tetap tak melepaskan tanggung jawab karena kontrak eksklusif nya dengan Agensi.
"Kanna, Agensi akan terima keputusanmu, tapi karena ini sedikit mendadak......apalagi mengingat imej mu, tentu akan berefek pada Agensi..."
"Maukah kau menerima berapa pekerjaan kecil? Kami akan pilihkan yang tidak menggangu pendidikanmu..."
Ya, Kanna menyetujuinya. Ia tak bisa besar kepala memaksakan kehendak sedangkan ada banyak orang-orang menaruh harap besar padanya. Melihat komentar di sosial media nya jujur membuat dirinya merasakan kesedihan karena para penggemar menyayangkan keputusan yang ia ambil. Tapi tetap disana mereka selipkan dukungan. Alasan Kanna masih bertahan selama Ia mulai karier nya meski akhirnya tumbang sekarang.
"Setelah menyelesaikan pendidikanmu, kau akan kemana?" perhatian gadis itu teralih, pada sosok wanita yang mengenakan dress beserta stiletto nya, memasuki kamarnya.
Membuat satu kekehan tipis lolos dari bibir merah muda nya, tanpa menjawab.
__ADS_1
"Kau kira Mama tak tahu kau memutuskan ini karena tak tahan dengan pandangan publik?" ya Mama nya tahu.
"Harusnya kau tak usah menggubrisnya seperti Mama, kau tak akan bertahan di Industri ini jika mempedulikan mereka Son Kanna"
"Mama..." lirih Kanna lelah, Mama nya juga seorang selebriti, wajar saja mengatakan hal tersebut karena pernah merasakan hal yang sama dengannya. Tapi Mama nya selalu saja lupa bertindak sebagai orang tuanya, tidak bersimpati pada anak sendiri, tidak menghibur ketika Kanna seperti ini, tidak memberikan kata-kata mendukung. Sebenarnya Kanna sering bertanya dalam hati, siapa dirinya bagi Mama?.
Kanna sendiri jadi punya alasan membangkang, menjadi tidak terkendali dan kerap membantah Mama nya, seperti sekarang.
"Jangan ikut campur, harusnya urusi saja pernikahan Mama..."
-
Kanna hanya mengangguk sembari mencari pakaiannya di lemari terkesan seperti tak terjadi apa-apa.
"Kau baik-baik saja, kan?" pertanyaan bodoh, padahal tahu jika Kanna pergi dari rumah dan menginap disini berarti tak ada keadaan yang begitu baik, Jungkook tahu bagaimana keadaan keluarga adik sepupunya itu.
"Kak, kau terlalu cerewet tahu..." Kanna tertawa kecil seperti biasa, melewatinya dan membuka pintu kamar, "sana keluar, aku mau mandi dan setelahnya tidur.."
__ADS_1
Jungkook menghela nafasnya terlampau pelan,
Kanna dan sifat tertutupnya.
"tak makan malam? nanti kakak bawakan ke kamarmu..." tawar Jungkook sebagai jalan terakhir untuk menghibur.
"aku sedang diet " jawabnya singkat dan mendorong bahu Jungkook keluar lalu menutup pintu, terlihat sekali ingin punya waktu sendiri.
Menyisahkan Jungkook yang menatap pintu kamarnya sendu, Kanna di didik terlalu keras sejak kecil. Hidup yang di arahkan seperti sebuah naskah oleh Mamanya, salah satu keinginan Kanna sendiri adalah kuliah kedokteran dan baru hal itulah yang dituruti.
"jangan terlalu stress, siapkan dirimu untuk fokus pada pendidikan seperti yang kau katakan...."
"oh iya, kakak punya kabar baik untukmu, kalau mau dengar temui saja kakak..." tambah Jungkook lagi sebelum dirinya benar-benar meninggalkan sosok Kanna yang terpekur di dalam sana.
-
[].
__ADS_1