Dokter Kim

Dokter Kim
6. Sebuah Insiden


__ADS_3

Berada di Sungai Han semalam ini berbahaya, sudah pukul satu dini hari, tapi jangan lupakan status Kanna, dirinya tak bisa datang disiang hari kesini. Menenangkan diri di dalam apartmen bukanlah pilihan yang tepat, Ia akan berakhir dengan alkohol. Kanna masih ingat jika dirinya besok harus magang.


Kanna menyandarkan tubuhnya di jok mobil, sembari menatapi dari kejauhan sungai yang memantulkan warna lampu. Memang benar jika air membuat tenang, hanya sedikit saja.


Sampai matanya dipejamkan dan ketika kesadarannya hampir melambung dan berganti ke alam mimpi suara teriakan membuatnya segera tersadar. Kanna menurunkan kaca mobilnya memastikan, dan bukannya suara lagi yang ia dapati melainkan seorang wanita berlari tertatih didepan sana.


Kanna terkejut bukan main karena merasa seperti menyaksikan film horror kendati dirinya sudah terbiasa, tapi ini berbeda. Sebab nyata berada didepannya. Sudah di pastikan itu bukan hantu Sungai Han, sebab ternyata wanita malang itu dikejar oleh beberapa lelaki. Kanna kebingungan dan gugup sendiri memikirkan apa yang harus dilakukan, Ia harus melakukan sesuatu untuk menolong.


Berteriak tak mungkin, malah dirinya juga mungkin berakhir seperti wanita itu, lalu apa harus Ia ajak wanita itu lari, tapi hey berpikirlah itu tambah parah, menyerahkan nyawa sendiri.


Lalu bagaimana? wanita itu jelas butuh pertolongannya. Kanna segera mengeluarkan ponselnya gemetaran, mencari nama Jungkook dan menelepon. Dering ketiga masih belum diangkat, Kanna menggigit kuku nya tak sabaran, Jungkook sepertinya tertidur.


Berpikir siapa lagi yang harus Ia hubungi sekarang, manajer nya tak mungkin karena tahu ini hukan tentang pekerjaan. Mama? mereka baru saja bertengkar.


Kanna menggulir kontaknya sampai berhenti ke nama Taehyung, masa bodoh bagaimana hubungan mereka Kanna memanggilnya, tak ada pilihan bahkan hampir menangis melihat pria-pria itu sudah memegangi wanita itu entah apa yang mereka lakukan.


"Hallo?"


"D-dokter tolong aku, kumohon ..." Kanna gemetaran dan melirih, sedangkan diseberang sana Taehyung menelan ludanya, Ia yang memang baru mengendarai mobilnya pulang setelah begadang menyelesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


Maka Taehyung akan menenanglan lebih dahulu, Kanna dalam bahaya--"Oke, Son Kanna kau sekarang dimana? bisa beritahu pelan-pelan? aku segera kesana"


Mata Kanna meliar tak tentu sesaat memikirkan pertanyaan Taehyung, " Sungai Han, wanita itu sepertinya akan mati..."


"Maksudmu?"Taehyung telah memutar setirnya menuju tempat yang dimaksud, sebaiknya mengajak Kanna berbicara sebab selain untuk menenangkannya Taehyung yakin jika bukan Kanna yang dalam bahaya dari ucapan gadis itu.


"Mereka sepertinya akan membunuhnya-


kumohon cepat...." Kanna memutuskan panggilan, Taehyung menambah kecepatan mobilnya menjadi sangat mengebut. Untungnya jalanan sepi karena ini sudah sangat larut, dan sebenarnya apa yang dilakukan Son Kanna pada pukul segini.


-


"Jangan khawatir wanita itu akan selamat, kau tepat waktu" Kanna masih terdiam membuat Taehyung mau tak mau merentangkan jaketnya pada tubuh Kanna, barulah gadis itu terkesiap.


"Terimakasih Dokter..." ucapnya serak dengan mata sembab, beruntung Taehyung dan polisi datang sebelum wanita itu terbunuh dan segera saja dilarikan ke rumah sakit terdekat.


Kanna memang tak melihat lebih jauh sebab takut, tapi telinganya jelas mendengar rintihan kesakitan wanita itu dan permohonannya untuk diselamatkan saat orang-orang membawanya.


"Taehyung saja..."

__ADS_1


"eh?" Kanna mengerjap dan telah menaruh atensi pada Taehyung atas perkataannya.


"Panggil Taehyung saja, tapi kalau itu agak canggung ...senyamannya saja"


Beberapa detik digunakan gadis itu untuk merangkum paras Taehyung dan setelahnya mengangguk.


"Maaf Taehyung, memanggilmu selarut ini. Aku sudah hubungi Kak Jungkook tapi sepertinya Ia sudah tidur..." Kanna menjelaskan dengan tangannya yang ikut bergerak-gerak, mengundang ketertarikan Taehyung untuk mendengar lebih.


"Aku juga minta maaf Kanna" Taehyung tersenyum tipis, melajukan mobil menuju kantor polisi untuk kesaksian mereka.


Menahan sedikit nafasnya, panggilan Taehyung membuat sinyalir dalam tubuh gadis itu untuk terkesiap beberapa detik lalu berakhir mengalihkan tatapan, sadar menatap terlalu lama.


"Nanti kau bisa tunggu di mobil, biar aku yang menjelaskan semuanya pada polisi...."


Kanna mengangguk pelan, tidak tahu berapa ucapan terimakasih yang akan diberikannya pada Taehyung. Kanna tidak mungkin membawa dirinya bersaksi di kantor polisi mengingat statusnya apa, ini malah akan menjadi boomerang untuknya, memang akan ada pujian untuknya karena berani, tapi tentu saja akan banyak spekulasi publik yang muncul. Alasan keberadaannya disana selarut itu saja sudah banyak menimbulkan kontroversi.


Taehyung sendiri teramat penasaran alasan Kanna berada disana, bukan karena mencurigainya tapi lebih ke khawatir sebab tak ada kemungkinan bagi Kanna tidak berakhir seperti wanita tadi. Namun, Taehyung paham bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya sedangkan gadis itu sendiri masih terlihat linglung.


-

__ADS_1


[].


__ADS_2