Dokter Posesif Dan Selebgram

Dokter Posesif Dan Selebgram
Kamu Dokter Nuel?


__ADS_3

Disinilah Bella sudah di dalam mobil menuju restoran yang sudah ditentukan oleh Ayah dan teman Ayah.


Bella diberitahu kalau laki-laki yang akan ditemui nya untuk kencan buta ini adalah seorang laki-laki yang berprofesi sebagai Dokter. Usianya lebih tua tiga tahun dari Bella, artinya Dokter muda berusia 29 tahun adalah orang yang dijodohkan untuknya.


Kalau dilihat dari background, ini jauh lebih baik daripada calon teman kencan buta yang sering di berikan oleh ibunya. Nama-nama itu tidak jauh dari artis, anak artis, atau pejabat. Dilihat dari fotonya saja, terlihat mereka laki-laki sombong dan manja yang mengandalkan uang keluarganya untuk hidup mewah. Bella langsung ilfeel melihatnya.


Kali ini calon teman kencan butanya adalah Dokter, sungguh Bella tetap tidak tertarik.


Bella ingin seperti kakaknya. Menikah bukan karena dijodohkan. Eh, meski kakaknya sekarang juga duda ditinggal meninggal oleh istrinya.


Lamunannya semakin dalam ketika Bella melihat pemandangan pohon-pohon dari kaca jendela. Ibunya tidak ikut, hanya menemani sampai mereka terakhir bertemu di salon.


Bella memakai mini dress warna peach simpel dengan tatanan rambut wavy modern curly. Tampak cantik sesuai namanya, Bella. Begitulah cara Bella memuji dirinya sendiri.


Bella dan Tian tidak jauh berbeda. Sama-sama memiliki rasa percaya diri yang tinggi.


Kembali lagi dalam lamunan Bella di dalam mobil.


Apa aku nekat kabur saja ya? Haduh, ancaman Ayah tentang akunku pasti tidak main main. Aku tidak mau di deaktive.


Hiks hiks. Ingin rasanya Bella menangis meratapi nasib.

__ADS_1


Bella diantar oleh supir keluarga Dave Alexander, pak Sis.


"Pak Sis, nanti mungkin aku hanya sebentar. Pak Sis standby dekat lobby saja ya." ucap Bella.


Bella berencana membuat teman kencan buta nya ilfeel kepadanya. Agar perjodohan ini gagal tidak berlanjut. Hanya sampai sebatas kencan buta malam ini saja.


"Baik nona Bella."


Ketika sampai di lobby restoran Italy, Bella disambut ramah oleh waitress. Bella mengatakan bahwa dia sudah dipesankan tempat untuk dua orang.


"Atas nama siapa, Nona?" tanya waitress.


"Eh, siapa ya namanya? Sebentar ya." balas Bella. Dia mengecek nama di pesan handphonenya.


"Ah, namanya tuan Immanuel Iskandar. Apa dia sudah datang?" tanya Bella.


"Baik, Nona. Tuan Immanuel sudah datang duluan di meja nomor delapan. Silakan ikut saya." ucap ramah waitress.


Saat berjalan dibelakang waitress, Bella mendekati meja nomor delapan sehingga sosok teman kencan butanya semakin terlihat.


Woah, dari belakang lumayan keren. Tidak Bella! Kau sudah punya Nathan. Bella hampir melupakan pacarnya hanya karena melihat sosok teman kencan buta dari belakang. Memang sosoknya saja sudah mempesona dari belakang sih.

__ADS_1


"Ini mejanya, Nona. Silakan duduk. Jika sudah siap order makanan silakan memanggil waitress terdekat." pamit waitress menunduk hormat.


Bella melangkahkan kakinya menuju meja delapan, lalu berdiri di sebrang orang yang bernama Immanuel Iskandar.


"Maaf ya lama menunggu. Loh?! tunggu kamu kan?!" Bella kaget. Bahkan Bella belum duduk di k


"Ah, nona Bella. Apa kabar?" ucap ramah Dokter itu. Tidak ada rasa terkejut sama sekali dari suara dan raut wajahnya.


"Kamu Dokter Nuel, dokternya Cherry kan??" ucap Bella tidak percaya.


Dokter Nuel tersenyum dan berkata, "Iya, benar Nona Bella. Saya dokter Nuel. Dokter terapinya Eri."


.


.


Itsumo arigatou gozaimashita


.


.

__ADS_1


bersambung 


__ADS_2