
Keesokan harinya, Bella yang sudah meramu kata-kata untuk perjanjian pranikah antara dirinya dengan Dokter Nuel mencoba menelpon orang yang akan menjadi calon suaminya itu.
Panggilan telepon diangkat setelah nada berdering tiga kali.
"Halo?'" suara Nuel dari seberang telepon.
"Halo, ini aku Bella. Hehe." ucap Bella dengan riang.
".... Tentu aku tahu ini kamu. Kita kemarin kan sudah bertukar nomor." balas Nuel dingin. Aneh sekali, Nuel memang dingin terhadap wanita, tapi akan sangat ramah dengan anak-anak.
"Ishh, tidak seru banget! Aku udah buat perjanjiannya. Ayo kita bertemu, dokter!" ucap Bella lagi.
"Hari ini tidak bisa. Aku ada janji dengan pasien sampai malam." jawab singkat Nuel.
"Lalu bisanya kapan? Besok bagaimana? Pokoknya secepatnya ya? tanya Bella lagi.
Nuel menghela napasnya. Tidak menyangka Bella ternyata sangat cerewet, kepribadian yang sangat berbeda dengannya ini mungkin akan merepotkan di kemudian hari.
"Belum tahu. Nanti ku kabari." balas Nuel singkat lagi.
__ADS_1
"Astaga. Kamu benar-benar dingin ya dokter. Oke, kuputuskan saja besok kita bertemu. Biar kamu tidak repot, aku yang ke tempatmu, tidak ada penolakan lagi oke?" tuntut gadis manis berdarah Inggris Indonesia itu. Setelah itu, sambungan telepon terputus.
...🌻🌻🌻...
Malam harinya, Bella pergi ke club bersama teman dekatnya Anya yang juga berprofesi sebagai u-liver. Kehadiran dua gadis cantik ini, selalu menarik perhatian lawan jenis di sekitarnya. Baju yang mereka pakai sangat modis, walau cenderung agak mini. Anya dan Bella sedang berbicara santai sambil sedikit menggoyangkan badan mereka mengikuti irama hentakan musik di club.
"Bagaimana dengan kencan buta kemarin, beb?" tanya Anya sambil sedikit menyesap minumannya.
"Ya gitudeh. Agak nyesel nih. Orangnya engga asik banget sumpah. Irit dan to the point banget ngomongnya." jawab Bella. Bella jadi kesal karena teringat pembicaraan telepon tadi siang.
"Tapi ganteng kan? Makanya kamu juga mau. Ciyee. Haha." goda Anya.
"Haha. Ya rejeki, beb. Tapi Nathan gimana ya? Aku bingung mutusin dia. Bantuin mikir dong." ujar Bella sambil meminum dari gelas selokinya.
"What?! Aku selingkuhan Nathan??!" teriak Bella tak percaya. Karena suaranya yang keras, beberapa orang sampai melirik ke meja mereka.
"Ish, kalem dong engga usah teriak juga kali! Malu dilihat yang lain tuh! Nih lihat. Aku punya buktinya!" tambah Anya. Anya memperlihatkan Inspogram seorang wanita yang isi feedsnya penuh dengan foto mesra dengan Nathan. Di Feeds wanita itu terlihat mereka sudah berhubungan sejak lima tahun lalu.
"****! Aku benar benar dibodohi Nathan! Hiks Hiks." ucap Bella. Meski rasa sayangnya ke Nathan juga tidak begitu besar, rasa kecewa dan kesal karena merasa dibodohi membuat Bella sangat sesak. Nathan itu pacar pertama Bella. Anya pun memeluk menghibur sahabatnya itu.
__ADS_1
"Udahlah engga usah sedih. Lupain aja cowok b*rengsek kaya gitu, kita minum sepuasnya malam ini, oke?" ajak asal Anya.
Anya tidak bermaksud mengajak sahabatnya untuk mabuk sebenarnya niatnya hanya ingin menghibur saja. Tapi Bella yang merasa sesak atas rahasia besar yang baru di ketahui ya itu, malah beneran banyak minum dan menjadi mabuk parah. Saking mabuk ya sampai Bella meracau tidak karuan.
"Duh, Nya. Kayanya aku tipsy deh. Hehe." racau Bella. Mata dan kepalanya terasa berat. Jadi Bella membaringkan kepalanya di meja.
"Kamu bukan tipsy lagi Bell. Tapi mabuk parah. Aku telepon keluarga mu buat jemput ya." Anya yang biasa minum masih merasa biasa saja. Tapi Anya jadi merasa sangat menyesal sudah mengajak sahabatnya ini minum, meski tau Bella sangat jarang minum alkohol apalagi dengan kadar tinggi.
"No! Jangan keluarga ku! Nanti bisa di usir...!" bentak Bella tiba-tiba. Lalu Bella sudah terlihat tertidur lagi.
"Duh, terus siapa dong! Ah, kayanya tahu aku harus telepon siapa, Bell." Anya pun dengan sigap membuka handphone Bella, mencari nomor seseorang dan melakukan panggilan.
.
.
Itsumo arigatou gozaimashita!
.
__ADS_1
.
Bersambung