
Malam harinya.
Jam menunjukan waktu jam sebelas lebih.
Nuel sedang mengendarai mobilnya setelah baru saja pulang dari klinik tempat ia bekerja, yang juga miliknya.
Sebagai dokter sekaligus pemilik klinik, banyak sekali pekerjaan yanh harus dilakukan Nuel. Sehingga dirinya seringkali pulang malam dan lembur.
Lalu, Nuel mendengar suara dering panggilan telepon dari handphonenya.
Melirik sekilas ke layar yang di sambungkan ke tab mobil, membaca nama penelepon lalu mengangkat telepon dengan airpodnya.
Tersenyum simpul.
"Halo Bella." sapa Nuel. Nuel agak bertanya-tanya kenapa calon istrinya itu menelpon dirinya di jam segini. Ini sudah hampir tengah malam.
Betapa kagetnya Nuel, bersamaan dengan dia menyapa, terdengar suara hentakan musik yang sangat keras dari seberang telepon. Nuel bahkan sampai refleks mengecilkan volume suara dari tab mobilnya.
"Bella??" tanya Nuel lagi karena yang diajak bicara masih diam.
__ADS_1
"Ehm, maaf ini saya temannya Bella. Apa bisa jemput Bella disini? Bella.. ehm sedikit mabuk.." ucap Anya akhirnya memberanikan diri. Anya tidak tahu keputusannya tepat atau tidak, tapi Anya juga tidak bisa membawa Bella bersamanya kan. Atau mengirimkan Bella pulang ke rumah. Anya hanya terpikir nama Nuel.
Mendengar hal itu, Nuel menjadi gusar.
"Saya ke sana sekarang. Kirimkan lokasinya via pesan." jawab Nuel singkat lalu langsung menutup teleponnya sepihak.
Nuel langsung mempercepat laju mobilnya. Menuju club XX yang cukup di kawasan Jakarta Selatan.
Disinilah Nuel, di dalam sebuah club yang dikirimkan lokasinya oleh Anya, sahabat calon istrinya itu.
Suara hentakan musik keras masuk ke telinga sejak Nuel mulai masuk ke dalam club. Dalam ruangan yang sengaja diredupkan itu, Nuel melewati lautan manusia yang sedang asyik menggoyangkan badannya sesuai dengan ritme musik dari DJ.
Nuel agak kesulitan mencari meja yang di maksud oleh Anya. Dia juga tidak mengenali teman calon istrinya itu.
Setelah mengucapkan kata seperlunya kepada Anya, Nuel langsung menggendong Bella yang sudah tidak sadarkan diri karena mabuk berat.
Mulutnya bau alkohol. Sudah berapa banyak dia minum? Nuel menggendong Bella dengan bridal style. Membuat orang sekitar memperhatikan mereka.
Saat masuk club tadi menuju meja tempat Bella berada, Nuel sempat melihat calon istrinya itu di kelilingi laki-laki yang seperti lebah mengerubungi mengincar bunga. Membuat hati Nuel panas. Nuel selalu tidak suka sesuatu yang menjadi miliknya disentuh oleh yang lain. Meskipun Bella belum resmi jadi istrinya, sama saja kan. Nuel tidak suka Bella didekati laki-laki lain.
__ADS_1
Apalagi menyadari baju yang di pakai Bella sangat minim, dengan bagian dada yang hampir saja terekspos karena sangat sedikit bahan yang menutupinya. Selain karena baju yang kurang bahan itu, badan Bella memang sangat proporsional dengan lekukan yang membuat semua pria pasti tergiur mencicipi bahkan puas hanya memandang saja.
Jangan pandangi wanitaku! Nuel membalas semua tatapan liar laki-laki itu, dengan tatapan sengit.
Sehingga beberapa laki-laki yang mencuri pandang itu membuang wajah mereka. Ah sayang sekali. Sudah ada pawangnya. Begitu pikiran para laki-laki yang ada di club.
Setelah memasukan Bella ke kursi belakang mobil, lalu dibaringkannya Bella disana. Nuel tidak langsung menjalankan mobil.
Nuel bingung memilih mengantar Bella ke rumah keluarga Bella atau membawanya pulang ikut ke apartemennya.
Setelah menimbang-nimbang sesuatu. Nuel memutuskan membawa Bella ke apartemennya.
.
.
itsumo arigatou gozaimasu.
.
__ADS_1
.
Bersambung