
Warning. Mohon bijak membacanya ya.
...🌻🌻🌻...
Pada akhirnya, Nuel memilih membawa Bella ke apartemennya dulu sampai mabuk sang gadis hilang baru mengantar ke rumahnya esok pagi. Entah apa alasannya, Nuel hanya ingin begitu.
Di dal mobil Nuel menelpon seseorang.
"Maaf mengganggu anda malam malam tuan Tian. Iya. Seperti yang saya sampaikan di pesan. Saya sudah menjemput Bella dari club. Iya. Akan langsung ke apartemen saya. Baik. Besok saya akan antar ke rumah tuan Tian. Terima kasih. Selamat malam."
Setidaknya Nuel sudah meminta ijin perwakilan keluarga Bella, yaitu kakaknya Bella, Ayah dari Cherry.
Tidak tahu apa yang dipikirkan calon kakak iparnya itu. Tapi Tian tidak keberatan saat Nuel meminta ijin agar Bella menginap satu hari di apartemennya.
Apa karena Tian sudah tahu, kalau Nuel adalah calon suami Bella? Semua keluarga sudah tahu, sejak kemarin. Bahkan para orangtua sudah mengatur tanggal baik untuk melangsungkan pernikahan. Pernikahan Nuel dan Bella akan segera di gelar tanpa tunangan. Tanpa prosesi lamaran.
Ini adalah wedding arrangement. Jadi para anak yang di nikahkan hanya perlu mengikuti semua acara dan kemauan para orangtuanya.
Ya, Nuel tidak masalah tentang itu. Nuel juga memiliki kesibukan. Nuel juga yakin, Bella pun sama.
__ADS_1
Selama perjalanan, Nuel selalu melirik Bella melalui kaca spion tengah mobil.
Niatnya ingin memperhatikan kondisi Bella. Apakah wanita itu sudah sadar dari mabuknya atau bagaimana. Namun karena seringnya Nuel melirik ke arah Bella, Nuel jadi salah fokus dengan pemandangan indah itu.
Nuel menelan s*alivanya, melihat kemolekan tubuh wanita yang akan jadi istrinya itu.
"D*amn! Otakku benar benar traveling kalau begini caranya." Nuel mengumpat menahan napsunya.
Biar bagaimanapun Nuel adalah laki-laki normal. Terlebih, karena kesibukannya Nuel sudah lama tidak menjalin hubungan dengan wanita apalagi melakukan s*eks untuk menyalurkan hasrat laki-lakinya. Gairahnya makin melonjak ketika disuguhkan pemandangan indah seperti sekarang.
Sesampainya mereka di basement apartemen, tanpa buang waktu Nuel menggendong Bella menuju kamar apartemen miliknya.
Posisi mereka sangat intim, Nuel bisa merasakan dua bukit kembar Bella yang sintal menekan dadanya saat posisi Bella sedang digendong bridal style olehnya. Selama di lift, Nuel tak lepas memandang ranum bibir tipis Bella.
Setelah sampai di kamarnya, Nuel membaringkan Bella di kasur. Bella melengguh pelan, sepertinya sudah sadar sedikit namun belum bisa bangun seutuhnya.
"Arrrgh, kepalaku sakit sekali. Hiks Hiks." rengek manja Bella.
Melihat hal itu, Nuel pergi ke dapur untuk mengambilkan air dingin untuk Bella. Dan obat yang
__ADS_1
"Minumlah, agar mabukmu sedikit hilang. Kamu mau obat pereda nyeri juga kah?" tanya Nuel.
Namun ketika Bella ingin menerimanya, Bella malah tidak sengaja menjatuhkan gelas, sehingga air tumpah ke badan Bella dan kasur.
"Aaaahh, basah. Hiks Hiks." Bella meracau sambil menangis. Sepertinya pengaruh alkohol masih sangat kuat.
"Bajunya juga basah!" Bella refleks langsung membuka bajunya, membuat Nuel terperangah. Sekarang badan seksi Bella hanya dilapisi ****** ***** seksi dan bra tanpa tali saja.
Gleg. Nuel tak kuasa menahan hasratnya. Naluri laki-lakinya membesar, seiring dengan membesarnya kejantanan di bawah sana.
"**** it! Kamu yang menggodaku Bella!" tanpa menunggu jawaban sang gadis, Nuel langsung melu*at bibir Bella dengan rakus.
.
.
Itsumo Arigatou gozaimasu.
.
__ADS_1
.
Bersambung