
"Pagi semua"
"Pagi Miss Cindy"
Terlihat Miss Cindy kini telah kembali seperti semula dan dia malah tampak lebih cantik dan ramah.
"Hari ini kita akan melanjutkan tentang aplikasi zat kimia yang dapat di terima tubuh"
Miss Cindy memulai pelajaran sambil menatap Bobby yang duduk dengan santai di kursinya.
"Miss, hari ini Bobby tidak di usir keluar?" tanya Renald mengejek.
"Diam kau, kalau kau mau kau bisa keluar sekarang" Jawab bu Cindy yang membuat Renald terdiam.
Terlihat senyum licik di ujung bibir Bobby yang langsung mengikuti pelajaran dengan agak malas-malasan.
Sepulang kelas di University, Bobby mendekati Miss Cindy yang berjalan ke arah mobilnya.
Mengetahui dirinya di ikuti, bu Cindy mempercepat langkahnya hingga sampai di parkiran bawah Gedung Universitas, tiba-tiba Bobby berlari menyusul Cindy dan berkata
"Nanti malam temui aku di taman biasa".
Cindy yang merasa aneh setelah kejadian seminggu lalu itu segera berangkat pulang tancap gas tanpa melihat ke belakang lagi.
Sesampainya Bobby di rumah yang memang berada dekat kampus, dia melihat ada seorang gadis cantik yang berdiri di depan pintu rumahnya.
"Sedang apa kau disini Lin?"
"Aku menunggumu, bisakah kita bicara sejenak?"
"Mari masuk" Ucap Bobby seraya membuka pintu dan mempersilahkan Linda masuk.
"Duduklah, ku ambilkan soda"
Linda duduk menunggu hingga terlihat si tampan Bobby yang datang keluar dari dapur membawa dua kaleng soda.
Sambil meminum soda, Linda bertanya
"Apakah aku boleh tinggal sementara di sini?"
"Ha? Disini? Bersamaku?" Celetuk Bobby yang kaget hingga membuat soda muncrat dari mulutnya ke hidung Linda.
__ADS_1
"Ya, aku sudah muak melihat ibuku selalu ditindas oleh ayah tiri ku. Ibu hanya diam tak mau melawan"
"Apakah kau sangat benci kepada ayah tiri mu itu?" Tanya Bobby
"Ya, rasanya ingin aku membunuhnya berkali-kali"
Mulai saat itu, Linda tinggal di rumah kecil Bobby dan membawa pakaian yang sudah di siapkan nya di luar.
"Aku akan keluar membuat tugas, kau di sini saja, kunci pintunya. Jangan di buka jika bukan aku yang memanggil"
Linda yang usianya 2 tahun di bawah Bobby itu segera mengangguk dan mengunci pintu.
Di persimpangan jalan kini Bobby menunggu Miss Cindy yang awalnya hendak di bawa ke rumahnya. Namun karena kedatangan Linda, semua nya berantakan.
Sebuah mobil melaju dengan pelan, Bobby langsung saja menghadang mobil yang sangat di kenalnya itu.
Kini Bobby telah berada di dalam mobil Miss Cindy yang membawa mereka ke pinggir pantai tak jauh dari sana.
"Kenapa kau lakukan itu kepadaku?" Tanya Miss Cindy saat mereka telah duduk di pinggir pantai berdua.
"Telah lama aku suka kepadamu, terpaksa aku lakukan itu agar kau mau denganku"
"Apa kau bukan sedang merayu ku seperti gadis-gadis di kampus?"
"Coba saja" Tantang Cindy
Bobby langsung bangun seraya berkata
"Aku tak bisa renang"
"Mampus saja" Ucap Cindy.
Dia berpikir bahwa Bobby bercanda. Ternyata saat itu Bobby terus saja berlari ke tengah lautan yang dingin hingga tersedak terbatuk-batuk karena menelan banyak air asin.
Melihat hal itu, bu Cindy akhirnya berlari untuk menolong dan membawa Bobby yang 'pingsan' ke pinggir pantai.
Karena di situ memang selalu sepi pengunjung, maka Cindy yang kebingungan segera melakukan pertolongan pertama.
Dia menekan dada bidang Bobby 8 kali lalu menghembuskan nafas melalui mulutnya ke mulut Bobby.
Terus saja Cindy melakukan hal itu hingga Bobby ter batuk dan sadar.
__ADS_1
"Maafkan aku, kau gila, ku pikir kau bercanda"
"Aku cinta kamu, Cindy sayangku. Aku sangat mencintaimu" Ucapan Bobby yang terlihat lemah itu membuat mereka berdua berpelukan erat hingga waktu lama.
Mulai malam itu, bu Cindy dan Bobby diam-diam menjalin hubungan asmara. Cindy yang termakan rayuan Bobby mulai jatuh cinta.
Hari-hari berlalu, Cindy yang awalnya terpaksa kini telah menjatuhkan pilihan hatinya yang sangat susah di luluhkan pria, kepada Bobby, muridnya sendiri.
Cindy tak pernah tau, bahwa hampir setiap malam sejak mereka berdua jadian, Bobby selalu melakukan hubungan ranjan9 dengan Linda yang kini sudah seperti istrinya sendiri.
.---***---. .---***---. .---***---.
Kepolisian Amerika Serikat yang bekerjasama dengan FBI dan CIA serta beberapa pasukan khusus pilihan dari LAPD dan NYPD yang dikirimkan untuk pemecahan kasus kini sedang menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
Semua korban yang teridentifikasi mempunyai hubungan erat dengan University Of America.
Maka setelah mencari tanpa hasil, mereka kini memusatkan perhatian ke kampus dimana Bobby berstatus sebagai mahasiswa.
Bobby yang memang selalu berlalu lalang di kampus pada suatu malam menjadi tersangka kasus hilangnya para gadis yang kemudian di temukan dalam keadaan mati mengenaskan dengan luka pukulan benda tumpul dan benda tajam bahkan banyak juga yang di mutilasi.
Sehari semalam Bobby di tahan dalam sel. Namun karena mempunyai alibi yang kuat, di dukung kesaksian dua orang wanita yaitu Linda dan Miss Cindy, akhirnya membuat Bobby terlepas dari semua tuntutan di samping bukti yang tidak kuat pula.
Sepulangnya Bobby dari kantor polisi setempat, dia segera di antar oleh Miss Cindy ke rumahnya.
Sebelum sempat ketahuan oleh Miss Cindy, Bobby telah lebih dulu kong kalikong dengan Linda supaya Miss Cindy tau mereka berdua adalah saudara.
Mulai hari itu, aman dan terkendali lah kehidupan Bobby yang tampan dan rupawan di belakang dua wanita yang menjadi penghalang Bobby mendapatkan celaka.
Sesampainya Bobby di rumah, dia segera di sambut oleh Linda yang langsung membuka baju Bobby yang pergi mandi ke belakang.
Setelah selesai mandi dan makan malam, Bobby dan Linda seperti biasa terlelap dalam permainan suami istri yang memang selalu mereka lakukan di tiap-tiap kesempatan.
Pukul 3.00 dini hari mereka berdua pun telah terlelap tidur di atas kasur yang sederhana.
Pagi harinya, Linda telah duluan bangun dan menyiapkan sarapan serta perlengkapan kuliah Bobby. Biaya hidup mereka berdua tentu saja di tanggung oleh Bobby yang selalu mendapatkan kiriman uang dari orang tua angkatnya di Jakarta.
Kebetulan orang yang mengadopsi Bobby adalah kepala BUMN dan ibu angkatnya seorang Sekretaris di perusahaan minyak di Jakarta.
Maka kehidupan Bobby sangatlah mewah dari kecilnya hingga sampai saat ini. Namun memang Bobby merupakan seorang yang tidak mau berlagak memperlihatkan kemewahannya, sampai sampai dia hanya menyewa sebuah rumah kos yang kamarnya sangat kecil di dekat kampus tersebut.
Bobby yang telah bangun dari tidurnya segera bersiap-siap ke kamar mandi membersihkan diri.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung sarapan. Selanjutnya Bobby berpamitan kepada Linda untuk pergi ke Universitas yang berjarak sangat dekat dari rumahnya.
BERSAMBUNG ...