DOKTER PSIKOPAT

DOKTER PSIKOPAT
Mengatur Rencana


__ADS_3

Pagi hari itu, sebuah Bus tampak melintas di sebuah jalan tol menuju ke arah Pantai Miami di Florida.


Terlihat dalam Bis tersebut sekelompok siswa siswi dari sebuah sekolah terkenal sedang melakukan perjalanan liburan sambil belajar bersama 5 orang dewan guru yang duduk di bangku paling depan.


Jika ada yang melihat wajah supir bus itu, tentu mereka tidak akan asing, apalagi bagi orang orang yang berhubungan erat dengan Kampus Universitas Amerika.


Padahal rombongan murid sekolah itu sama sekali bukan dari Universitas Amerika.


Murid murid itu adalah murid salah satu sekolah menengah di kota New York tempat dimana seorang gadis 15 tahun bernama Elin bersekolah.


Sesampainya di sebuah hotel dekat pantai, mereka segera turun menuju ke dalam dan memilih kamar sesuai daftar yang di berikan oleh Resepsionis Hotel.


Setelah semua Guru dan Murid masuk ke kamar masing masing, supir bus yang telah menyamar menjadi seorang tua kini melihat daftar tersebut dan sedikit menyeringai aneh.


Sesaat kemudian, tampak si supir memesan kamar ke Resepsionis Hotel dekat kamar 21 koridor dua, dengan membayar agak mahal, supir tersebut berhasil memiliki kunci yang kini berada di tangannya.


Sesampainya di kamar, si supir segera menuju ke bagian kamar mandi dan naik melalui genteng kamar mandi merangkak di lorong langit langit yang gelap ke arah kiri dimana terdapat kamar sebelah.


Sesampainya di atas toilet kamar sebelah, dia segera membuka genteng perlahan menggunakan obeng dan melihat kedalam dimana terdapat seorang gadis 15 tahun yang cantik bertubuh mulus dan seksi sedang mandi.


Suara shower air menutupi sedikit suara yang timbul oleh kedatangan pria di atas gentengnya.


Setelah mengintip beberapa lamanya, sang supir kembali ke kamarnya dan mandi dengan cepat untuk kemudian berganti baju kaos dan celana jeans untuk kemudian berdiri di dekat pintu.


Tak lama kemudian, tampak gadis bernama Elin yang baru saja selesai mandi dalam keadaan telanjang tadi kini berjalan melewati pria tua yang menyapanya,


"Bisakah anda membantuku?" Seru pria berkumis tebal dan berjanggut itu.

__ADS_1


"Ya Pak, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Elin yang memang merupakan gadis yang selalu hormat kepada orang yang lebih tua.


"Aku tidak bisa menghidupkan kipas, lampu dan AC dikamar ku." Seru supir yang memakai kumis dan jenggot palsu itu.


"Baiklah, berikan kartunya padaku Pak," Kembali Elin berkata seraya mengambil kartu, dia masuk ke kamar itu. Pintu di tutup oleh si supir dan Elin agak takut juga dalam gelap.


"Kartu ini harus anda masukkan ke kotak sini jika anda di dalam Pak," Elin berkata dan benar saja,


Setelah agak susah Elin meraba dan menemukan kotak di pinggir pintu, dia pun memasukkan kartu ke kotak elektrik tersebut dan kini semua nya menyala sampai ke kamar mandi dan shower yang baru saja di gunakan oleh si supir itu untuk mandi tadi.


"Baiklah. Terimakasih Nak," Kata si supir yang sengaja mengubah suara nya terdengar lebih berat.


Setelah Elin selesai, dia segera mengambil kartu membuka pintu dan keluar dari situ di iringi ucapan terimakasih si bapak yang kembali menyeringai aneh menyeramkan di balik kumis palsunya.


Saat itu, mereka semua berkumpul di ruangan Restoran Hotel dan makan bersama. Supir Bus yang duduk di sudut ujung terlihat selalu memandang ke arah Elin hingga gadis itu merasa jengah juga di tatap seorang pemuda yang sangat tampan sekali.


Supir bus terlihat baru saja menyelesaikan membersihkan bus, lantas dia segera beranjak ke arah pinggir pantai dimana terlihat para murid sebagian ada yang mandi dan sebagian lainnya ada yang berjemur dengan baju pantai yang minim bahannya.


Elin yang merasa di perhatikan melihat ke sana kemari dan dia hanya menemukan si supir yang kadang kadang menatap ke arahnya.


Setelah selesai mereka melakukan liburan sore itu sambil mendapatkan pelajaran dan penjelasan dari guru guru mereka tentang tempat yang mereka kunjungi, mereka segera beranjak masuk ke hotel.


Selesai makan malam dan duduk berkumpul di Lobi Hotel, mereka kembali ke kamar masing masing.


Setiap satu kamar di tempati oleh tiga orang murid, yang wanita sesama wanita, yang lelaki sesama lelaki. Karena kamar Elin berada di bagian terakhir, dia hanya menempati kamar tersebut berdua dengan Lindsay, seorang gadis sebaya dengannya yang juga cantik.


Pukul 11 malam tepat saat Elin mendatangi kamar mandi dimana terdapat sesosok bayangan di belakang tirai bathtub, Elin yang tidak curiga segera buang air kecil.

__ADS_1


Tiba tiba Elin kaget dengan kemunculan seorang lelaki baju hitam yang terus saja membekap mulut dan hidungnya menggunakan sehelai sapu tangan yang kemudian membuatnya pingsan.


Sedikit teriakan Elin, dapat di dengar oleh Lindsay yang datang dan membuka kamar mandi seraya memanggil manggil Elin.


Baru saja kepala nya masuk, Lindsay segera di sambut oleh pelukan erat tangan kiri dan bekapan sapu tangan di mulutnya.


Dalam waktu sebentar saja, telah terdapat dua orang gadis yang pingsan di tempat itu.


Dengan sigap, pria yang ternyata adalah si supir bus yang menyamar segera kembali ke kamarnya melalui genteng setelah sempat mengambil kartu pembuka pintu kamar 21.


Tak lama kemudian, terlihat seorang lelaki keluar dari kamar 22 menuju ke ujung koridor untuk mengubah arah CCTV.


Selesai melakukan aksinya, supir bis yang sebelumnya telah membunuh dua orang sekuriti penjaga layar monitor CCTV kini tampak masuk ke kamar 21.


Beberapa saat dia di dalam, akhirnya dia keluar dengan membawa sebuah koper besar terisi dua sosok gadis yang pingsan.


Dengan langkah tenang dan santai, supir bis yang masih dalam penyamarannya melenggang keluar dan sengaja memperlihatkan senyumnya ke arah CCTV yang ada di ruang bawah hotel.


Tak lama kemudian, tampaklah sebuah bis yang pagi tadi membawa murid murid sekolah itu kini berjalan di kemudikan supir tua.


Dia terus melarikan Bis nya hingga tiba di tempat yang sunyi, bus itu berhenti dan si supir menurunkan koper besar tadi. Segera sesosok mayat yang mirip dengan dirinya di letakkan di kursi supir.


Dua buah mayat sekuriti terlihat di letakkan di bangku penumpang, dalam keadaan mobil hidup dan pedal gas terinjak kaki mayat pria tua tadi. Mobil yang berada di pinggir jurang tersebut segera di masukkan giginya hingga meluncur cepat ke bawah jurang.


Setelah melakukan aksi jahatnya, pria yang kembali ke wujud semula setelah memasukkan semua wig, kumis dan jenggot serta pakaiannya ke bagasi mobil sedan, kini tampak mengangkat dua orang gadis pingsan dari dalam koper ke bagasi mobil.


Koper yang kini ada di tangannya segera dia masukkan ke kursi penumpang dan dia pun segera beranjak dari tempat itu dengan mobil yang baru kemarin di belinya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2