DOKTER PSIKOPAT

DOKTER PSIKOPAT
Mencari Keuntungan


__ADS_3

Setelah menenangkan Elin dan mengajak anak anak tidur di kamarnya, Dr Richard segera bersiap untuk berangkat ke kantornya karena kembali terjadi kasus pembunuhan.


Tak lupa Richard mengantongi kotak yang berisi bola mata segar berlumur darah itu ke sakunya.


Sesampainya di sana, ternyata mayat wanita yang kehilangan mata itu merupakan seorang mahasiswi Fakultas Amerika dan bola mata yang ada di rumah Richard adalah bola mata mayat gadis malang tersebut.


"Sambungkan aku dengan FBI," Dr Richard berkata kepada sekretarisnya.


Ketika jam menunjukkan pukul 8.30 pagi setelah beberapa lamanya Dr Richard sibuk menyelidiki kasus tersebut, dia pun pergi menggunakan mobilnya menuju bandara New York City untuk menjemput seorang sahabatnya bernama Brian Smith dari FBI.


.---***---. .---***---. .---***---.


"Halo sayang, aku kangen nih, nanti malam jumpa yuk.. Baiklah aku tunggu di taman pukul 8 ya, bye sayang, Muaaach"


Bu Cindy menutup teleponnya dengan bibir manis penuh senyuman. Kini langkahnya gontai beranjak ke kamar mandi untuk bersiap siap mandi yang wangi dan cantik.


Tiba pukul 8.00 malam, Cindy telah datang ke taman dan di lihatnya seorang pria yang menjadi kekasih hatinya telah berada di taman duduk di bangku panjang dengan wajah tampan khas Asia dan wangi jantan yang masih dapat tercium dari jarak 5 sampai 6 meter.


"Kemana kita malam ini?"


Tanya lelaki tersebut yang ternyata adalah Bobby setelah mereka berpelukan dan berciuman.


"Aku ingin mengajakmu menjumpai orang tuaku. Ayolah mereka sudah menunggu kita" Jawab Cindy dengan senyum gembira menghias wajahnya.


Akhirnya mereka berdua segera pergi ke sebuah rumah yang tidak berapa jauh dari tempat itu.


Sesampainya mereka di rumah orang tua Cindy, mereka di sambut ramah oleh kedua orang tua Cindy dan ..., Kelly.


Dengan kaget Bobby melihat Kelly berada di rumah Cindy dan ikut menyambutnya sebagai ... anggota keluarga Cindy.


Lain hal nya dengan Kelly yang telah di beritahu oleh Cindy tentang pacar kakaknya ini yang menjadi teman satu Fakultas meskipun berbeda kelas.


"Kenapa Bobby, apakah kau kaget melihatku? hahaha, aku adalah adik kandung Miss Killer ini." Goda Kelly yang di cubit manja oleh Cindy.


"Mari masuk, jangan sampai hidangan dingin." Seru Tuan Thomas Patterson.


"Kami sudah mendengar dari Cindy tentang hubungan kalian, dan kami pun menunggu kapan kalian akan serius dengan hubungan ini, bagiku tak masalah, namun ibu Cindy sudah ingin sekali cucu" Kelakar Pak Thomas yang membuat Bobby agak risih.


Cindy mengerutkan keningnya saat mereka sedang makan malam (Dinner).

__ADS_1


"Saya berencana serius Tuan, namun biar saya lulus menjadi seorang Dokter dulu baru mungkin saya lebih matang berpikir"


Dengan perasaan kurang enak akhirnya Bobby dapat menjawab meskipun agak sedikit tersendat.


"Kalau kami bagaimana Cindy saja, anak kami sudah cukup dewasa memutuskan tentang hidupnya" Sahut Nyonya Patterson.


Selesai makan, Cindy di telepon oleh pihak kepolisian yang menjadi teman sekelas nya di Universitas dulu. Dengan agak canggung Cindy pamit pada Bobby dan keluarganya.


"Tidak apa sayang, biar aku sendiri saja karena ada hal penting katanya dan aku harus ke sana sendiri"


Mendengar penjelasan Cindy. Bobby berkata,


"Baiklah. Kalau begitu, aku langsung pulang saja"


"Jangan,,, tunggu aku. Paling sejam. Aku masih kangen," Ucap Cindy sambil mencium bibir kekasihnya.


Akhirnya berangkatlah Cindy. Bobby kembali ke dalam rumah dan duduk di sofa di temani oleh Nyonya Patterson dan Kelly.


Kelly banyak mengobrol dengan Bobby. Karena jam menunjukkan pukul 9.10, Nyonya Patterson pun pamit undur diri ke kamarnya sambil berpesan kepada Kelly agar menemani Bobby sampai Cindy pulang.


Setelah tidak ada lagi ibunya, Kelly kini leluasa berbicara kepada Bobby dan arah pembicaraan mereka menjurus ke arah perbincangan orang dewasa.


Sesampainya mereka berdua di kamar, gadis itu berkata,


"Aku ingin bercinta denganmu, jangan sampai Cindy tau"


Bobby yang pura pura memasang muka sungkan mandah saja saat di peluk Kelly dan di rebahkan ke pembaringan sedang tempat dimana biasa Kelly tidur.


Bobby mendapat kenyataan, selain orang nya hot menggairahkan, ternyata Kelly amat cantik, jauh lebih cantik dari Cindy sendiri.


Karena di sekolah, Kelly selalu memakai kacamata bergagang tebal dengan kawat gigi temporary, maka Kelly tampak biasa saja bahkan terkesan agak kampungan.


Namun setelah dia melihat wajah Kelly secara alami tanpa kacamata dan kawat gigi dengan rambut terurai, sungguh merupakan kecantikan khas barat yang mengagumkan.


Sekitar setengah jam mereka bercinta, mereka segera keluar ke ruang Tv. Hanya berselang dua menit saja, Cindy ternyata pulang.


Untuuung saja, berkata dalam hati bobby. Kalau sampai mereka berdua telat dua menit saja, agaknya akan terjadi masalah panjang.


Bobby kini maklum bahwa Cindy yang di cap sebagai Miss Killer di Fakultasnya itu memang jarang sekali menanggapi laki laki.

__ADS_1


Namun dengan rayuan Bobby sang Playboy kelas Hiu, akhirnya Cindy bertekuk lutut dan jatuh cinta kepada Bobby.


Sesampainya Cindy di situ, Kelly meninggalkan mereka berdua dan kembali ke kamarnya. Sedangkan Cindy dan Bobby memutuskan untuk keluar karena ada yang ingin di bicarakan oleh Cindy selain maksud utamanya untuk bercinta dengan Bobby.


Memang aneh sekali kalau kita lihat kehidupan di Amerika, menurut adat dan kebiasaan kita orang daerah timur, hal hal yang mereka lakukan sungguh tidak pantas dan tercela.


Sedangkan orang daerah barat melihat kita orang timur sangat kaku dan dicengkeram kebiasaan yang mengekang.


Sebenarnya mana yang benar, kebebasan barat ataukah kebiasaan timur?


Mungkin itu semua tergantung cara pandang masing masing individu, bagi si A yang lebih suka adat barat tentu menyalahkan adat timur. Begitu juga sebaliknya.


Yang benar menurut penulis adalah kita kembalikan kepada tuntunan Tuhan yang maha esa. Karena seluruh yang kita butuhkan tidak kita mengerti, hanya Dia lah yang menciptakan kita yang tau dan mengerti.


Pandangan yang paling benar adalah pandangan agama yang di dasari dengan percaya penuh kepada Tuhan tanpa rasa keegoisan sedikitpun di dalam hati.


Seperti kasus Cindy, Bobby dan Kelly. Bagi mereka bertiga tentu mempunyai pandangan yang membenarkan diri mereka masing masing.


Namun siapa kah yang lebih benar di antara ketiganya? Hanya Tuhan yang tau hakikat sebenarnya.


Sesampainya Bobby dan Cindy ke tengah kota New York, mereka berdua singgah di Night Cafe yang agak sepi agar enak berbicara.


Setelah duduk dan memesan, Cindy mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya dan berkata,


"Aku tadi di panggil oleh pihak Universitas"


"Kenapa sayang, ada masalah apa?" Tanya Bobby kaget.


"Kembali terjadi pembunuhan seperti yang sudah sudah. Aku heran, siapa Psikopat di kampus kita,?" Tanya Cindy kepada Bobby.


"Biar polisi yang mengurusnya, untuk apa kita memikirkan hal itu. Selanjutnya apa rencana mu?" Tanya Bobby.


"Besok akan di adakan rapat seluruh Rektor, Dosen dan Dekan di Kampus, setiap murid yang di curigai akan di panggil dan aku harus hadir di sana."


"Minumlah sayang," Seru Bobby menyerahkan gelas kopi Cindy.


Selesai minum dan makan Snack ringan, mereka segera menuju ke rumah pribadi Cindy dimana mereka berdua melepaskan rindu dan bercinta hingga jam 2 pagi.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2