
"Apa kabar Bray,,," Seru Richard seraya menyalami sahabatnya dengan gaya yang khas.
"Baik bro, kau apa kabar?" Seru pria tampan bernama Bryan.
"Seperti yang kau lihat," Jawab Richard sambil berjalan keluar bandara bersama Bryan.
Setelah Richard masuk mobil bersama Bryan, Richard segera menjelaskan tentang keadaan nya dalam penyelidikan kasus yang mendapat jalan buntu.
"Atasan selalu saja menekan ku agar cepat menyelesaikan kasus ini, memang Psikopat ini sangat licin dan berpengalaman." Seru Richard menutup ceritanya.
Sambil menyetir Richard mengobrol santai bersama Bryan. Mobil itu berjalan menuju ke tempat kerja pribadinya di sektor 88'St Patrick.
Setelah sampai, mereka segera sarapan di Mc Donald yang ada di samping kantornya,
"Siapa yang paling kau curigai?" Tanya Bryan saat sedang sarapan.
"Awalnya aku curiga kepada mahasiswa Indonesia itu. Namun kini kecurigaan ku lenyap, pasalnya dia adalah kekasih Cindy, kau ingat Cindy? Teman kelas saat di Fakultas kedokteran?"
"Maksudmu, gadis pintar yang galak itu?"
"Ya, saat pembunuhan terjadi, dia selalu bersama Cindy atau bersama keluarga dan temannya. Kini kecurigaan ku beralih kepada dua orang Mahasiswa asal Jepang dan China, ada pula seorang Profesor Universitas yang sangat misterius gerak geriknya."
"Ok, kita fokus dulu sama tiga orang yang mencurigakan itu," Seru Bryan.
.---***---. .---***---. .---***---.
Tampak di kelas pembelajaran baru akan di mulai,
"Hari ini kita akan mengupas tentang Kalium Sianida yang di kenal dalam rumus senyawa KCN. Bahan Senyawa berbentuk gula kristal ini sering digunakan pada pemolesan perhiasan, penyepuhan, Galvanisasi, dan banyak juga terdapat di Pertambangan Pertambangan emas dan Sintesis Organik. Bahan ini berbahaya bagi tubuh manusia, bahkan dapat melumpuhkan dengan menyerang sistem organ yang paling sensitif terhadap kadar oksigen rendah seperti sistem saraf pusat atau otak, sistem jantung dan pembuluh darah yang di sebut juga dengan Sistem Kardiovaskular dan sistem paru paru. Selain bahan ini bersifat sistemik, zat yang sering juga di sebut dengan Potasium Sianida ini dapat bekerja dan menyebar membunuh manusia hanya dalam beberapa menit saja. Paham semua?" Dr Cindy Patterson menjelaskan.
"Paham Miss," Jawab mahasiswa serentak.
Terlihat pula Miss Cindy menuliskan rumus rumus yang di catat oleh semua muridnya. Karena kini Bobby telah belajar dengan baik, maka jarang terjadi kegaduhan di kelas itu.
Hingga habis jam pelajaran, semua nya belajar dengan disiplin termasuk Bobby. Cindy yang tampak keluar dari ruang kelas mengerling dengan senyuman manis ke arah Bobby.
Selang sejam kemudian, Cindy telah berada di mobilnya bersama Bobby dan mereka pun terus berangkat menjauh dari Universitas.
"Kita kemana?" Tanya Bobby yang sedang menyetir mobil,
"Ke rumah sayang," Jawab Cindy mesra.
__ADS_1
"Rumah mana?" Tanya Bobby,
"Rumahku, masak ke rumah orang tua ku?" Jawab Cindy sembari mencubit bahu Bobby.
Sesampainya di rumah, Cindy segera mandi di bantu Bobby menggosokkan sabun di punggungnya. Mereka tak ubahnya seperti sepasang suami istri yang baru menikah.
Setelah selesai dan mengeringkan tubuhnya, Cindy yang kini sedang memasak spaghetti terlihat sangat menggairahkan dengan hanya mengenakan handuk yang menutup sebagian gunung kembar sampai ke pangkal paha.
Tak lama kemudian, tampak mereka berdua menikmati makanannya dan soda yang terhidang di meja depan TV.
"Bagaimana rapat dengan Dewan Kampus? Apa yang dibahas?" Tanya Bobby sepintas lalu.
"Mereka membicarakan tentang tiga orang yang di duga kuat sebagai pelaku pembunuhan berantai," Jawab Cindy.
"Wah, pembahasan yang seru. Emangnya siapa saja sih yang di curigai sayang?" Kembali Bobby bertanya sambil memuntir makanan nya.
"Prof Albert, Dani Chu dan Katsuma," Jawab Cindy.
"Ya sudahlah, mari kita ke kamar sayang," Seru Bobby seraya menarik tangan kekasihnya.
"Sebentar, mejanya belum diberesin," Sanggah Cindy sambil tersenyum.
Begitu tiba di kamar, Bobby tak perlu lagi susah payah berlama lamaan membuka ini itu karena hanya dengan menarik handuk saja, tampaklah sesosok tubuh langsing yang putih mulus dan indah menggairahkan.
Cindy menyambut segala perlakuan lembut kekasihnya dengan hot dan terjadilah adegan yang sangat dinikmati oleh keduanya. Hingga tiga jam kemudian, mereka berdua pun pulas dalam keadaan telanjang bulat.
.---***---. .---***---. .---***---.
Pukul 3.00 dini hari, tampak seorang gadis muda berjalan seorang diri memasuki bangunan tua yang berada di komplek Universitas Amerika.
Di tangannya tampak sebilah pisau berkilau di timpa sinaran bintang. Dengan wajah tegang Monica memasuki ruang depan bangunan tua yang ada di sisi kanan Kampus. Tak ada satupun yang melihatnya berada di situ.
Memang Monica pagi tadi tak pulang ke rumah. Maka tidak ada seorang pun Sekuriti yang melihatnya berada di tempat usang itu.
Dengan langkah pelan Monica berjalan perlahan di ruangan itu sambil meraba ke sana kemari mencoba melihat apa yang ada disekitarnya dalam kegelapan yang sangat pekat.
"Kreeesssk" Sebuah bunyi kresekan terdengar dari arah belakangnya.
Bertepatan dengan badannya yang berbalik ke arah belakang, saat itu juga sesosok hitam membekap mulutnya dengan sapu tangan hitam.
"Bhuuukkkh," Terdengar suara tubuhnya yang jatuh berdebuk pingsan.
__ADS_1
Dengan sigap manusia di balik seragam hitam itu mengambil gunting di sakunya dan sebentar saja, seluruh pakaian di tubuh Monica telah di guntingnya hingga bagian depan tubuh Monica tak berbenang sehelai pun.
Dengan segera Monica di perkosa sebelum sebuah pena menancap di dada kiri gadis itu. Tak hanya sampai di situ saja, dengan gunting yang ada di tangannya, pria berpakaian serba hitam tersebut menikam beberapa kali perut Monica yang sudah tak bernyawa.
Setelah menghabisi gadis itu, pisau belati di tangan kanan Monica di ambilnya dan diganti dengan sebuah kacamata rusak, di tangan kiri mayat Monica di letakkan pula beberapa helai rambut di sela jari jarinya.
Selesai membersihkan TKP dengan sangat rapi, bayangan itu kembali ke ruangan dalam bangunan tua untuk selanjutnya terus menembus belakang Kampus dengan memanjat tembok.
Pisau belati dan gunting serta sehelai sapu tangan hitam telah di masukkan nya ke dalam tas kecil yang tergantung di pinggang. Hilang lah bayangan itu melalui hutan di telan gelapnya malam.
Keesokan harinya, geger lah University Of Amerika dengan penemuan mayat Monica yang di temukan oleh tukang sapu pekarangan Kampus.
Puluhan mobil polisi tampak memenuhi tempat itu. Gedung tua yang telah dipasangi pembatas di sekelilingnya itu di jaga dengan ketat oleh puluhan polisi.
Di dalam tampak beberapa orang sedang memeriksa TKP dimana mayat Monica tergeletak.
Tak berselang lama, dua orang tiba dan langsung dibukakan jalan oleh para penjaga. Begitu Dr Richard dan Bryan masuk, terdengar seorang petugas berbaju putih berkata,
"Pagi Pak, Korban bernama Monica Johnson seorang Mahasiswi Universitas ini yang tinggal di Apartment Galicia. Valentina Johnson adalah kakak nya,"
"Waktu kematian??" Tanya Dr Richard sambil berjongkok menganalisa mayat.
"Waktu kematian pukul 3.18 dini hari akibat tusukan pada jantung dengan pena. Korban di perkosa sebelum di bunuh dan di siksa," Jawab petugas kepolisian medis yang memegang sebuah catatan di tangannya.
"Apakah korban di bunuh dalam keadaan pingsan?" Tanya Bryan.
Melihat keraguan petugas, Richard memperkenalkan sahabatnya,
"Ini adalah sahabatku Bryan dari FBI,"
"Maaf Pak, sepertinya begitu pak, namun hasil pastinya masih di selidiki,"
Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, akhirnya Dr Richard dan Bryan kembali ke kantor.
Sore harinya tampak Richard dan Bryan di temani beberapa penyidik masuk ke ruang tahanan di mana terdapat Prof Albert, Dani Chu, dan Katsuma di ruang yang terpisah.
"Aku yakin bukan mereka pelakunya. Namun, mengapa bukti mengarah bahwa mereka pelakunya?"
"Sudah lah. Yang penting kasus sudah terpecahkan. Biar mereka di tahan hingga persidangan minggu depan." Jawab Brody, teman sekantor Richard yang berjalan di samping nya.
Bersambung ...
__ADS_1