
Di sebuah pantai daerah Florida yang terkenal sebutannya dengan pantai Beach Street, terlihat beberapa patroli pengawal yang terdiri dari pihak kepolisian Negara Bagian Amerika.
Tampak mereka sedang sibuk mengevakuasi sesosok mayat wanita yang tewas dengan jasad sangat mengerikan.
Beberapa ambulance pun terlihat standby di sekitar tempat tersebut,
"Selamat datang Dokter Richard"
Sapa seorang petugas kepolisian yang terlihat memimpin evakuasi.
Tampak seorang Dokter paruh baya dengan wajah tampan mengangguk, lalu mereka segera menuju ke lokasi dimana mayat di temukan.
"Korban bernama Valentina Johnson yang tinggal di 22st Back City dan kuliah di University Of America". Seru seorang polisi penyidik yang baru saja selesai membenahi sepatu tinggi berlumuran darah.
Tampak kerutan di dahi Dokter Richard,
"Segera lakukan Otopsi dan kirim hasilnya ke meja ku".
"Baik Dok".
Tak lama kemudian, tampak ambulance di kawal beberapa mobil Polisi segera meninggalkan TKP yang di jaga ketat oleh pihak kepolisian.
.---***---. .---***---. .---***---.
"Bagaimana perasaan mu manis? apa kau suka permainanku?"
Sebuah suara berat dan menyeramkan terlihat sedang mengitari tempat tidur dimana terdapat seorang gadis dengan tangan terikat dan mulut di lakban menangis tanpa suara dengan mata terbelalak ketakutan.
Pria yang masih muda itu terlihat memakai pakaian putih dan tampak pada tangan nya sebuah pisau bedah yang mengkilat saking tajamnya.
Di lihat dari wajahnya, agaknya dia merupakan seorang yang tampan namun tidak begitu jelas. Karena selain memakai sarung tangan dan masker, pria itupun memakai kacamata serta penutup kepala berwarna hitam.
Dengan rintihan tangis yang masih tak bersuara dan juga deraian air mata yang jatuh berlinang membasahi pipi, si gadis yang masih berusia 18 tahun itu memutarkan bola matanya mengikuti langkah kaki pria yang mengitari mengelilingi dirinya.
"Aduh, cup cup cuuup, jangan bersedih jangan berduka sayang, aku hanya ingin mencungkil bola matamu yang indah dan mengiris bibir mu yang manis. Aku hanya ingin melihat engkau bahagia entah di surga atau neraka, hem hem hem hem".
Setelah berkata demikian, pria itu meletakkan pisau bedahnya dan mengambil sebuah jarum suntik besar yang biasa di gunakan untuk menyuntikkan kerbau atau sapi.
Setelah mengambil cairan yang kini telah berada di dalam jarum suntik, pria itu terlihat menyuntik kan cairan tersebut di tenggorokan gadis manis yang sangat ketakutan.
Sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat, gadis itu kini tak lagi mampu mengeluarkan suara. Tidak seperti tadi yang masih mengeluarkan isak tertahan hingga sampai cairan yang di suntikkan ke tenggorokannya.
__ADS_1
Akhirnya lakban yang membekap mulutnya pun di buka dan kini gadis itu tak mampu bersuara sedikitpun walau dia telah menangis dan berteriak sekuat tenaga.
Memandang hal yang sadis dan mengerikan itu, si pria malah menyeringai tersenyum aneh dan tampak mukanya yang tertutup itu seperti muka setan yang lagi ******.
"Bagaimana manis? Apa kau senang? Jujur, aku sangat senang dan menikmati hal ini".
Ucap pria itu tepat di depan muka si gadis yang tampak seperti anak ayam di dalam cengkeraman elang iblis.
Selang beberapa saat, pria tersebut memotong tali pengikat tangan si gadis dan kini tangan gadis yang di cengkeram erat erat itu kembali di ikat ke pinggir pembaringan yang menyerupai pembaringan pasien di rumah sakit.
Setelah memastikan tangan itu terikat erat, mulai lah lelaki tadi menggunakan pisau, gunting, penjepit besi, alat alat operasi lainya untuk mulai mencungkil mata, mengiris hidung dan bibir yang merah itu.
Darah pun mengalir deras seperti berlomba dengan derasnya air mata sang gadis yang mengalami perih yang sangat luar biasa.
Bau anyir darah pun memenuhi ruangan remang yang diterangi bola lampu meja operasi tersebut.
Memang sungguh biadab perbuatan pria tersebut. Namun yang lebih parah, setelah selesai mempreteli muka dan mengiris kuping si gadis, pria itu kini menggunting baju si gadis dan memperkosa nya dengan tangan masih memegang pisau bedah sambil mengiris iris *********** yang kini di penuhi darah.
Selesai melakukan kebejatannya, gadis yang entah berapa kali pingsan menahan rasa sakit itu kini dalam keadaan hampir mati. Segera di ambilnya gergaji dan memotong seluruh tangan, kaki, bahkan leher yang membuat nyawa gadis itu melayang.
Tak lama kemudian, tampak lelaki tersebut memasukkan seluruh jasad yang sudah menjadi entah berapa bagian itu ke dalam sebuah koper besar.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, pria tersebut pun membawa koper menggunakan mobil dan pergi ke daerah pinggiran kota New York untuk membuang isi koper ke dalam sebuah waduk di pinggir jalan yang sepi.
Dengan masker masih di pasang di wajahnya, pria tersebut kembali ke rumah di daerah University Of Amerika.
.---***---. .---***---. .---***---.
"Bagaimana hasil Otopsi?"
Tanya seorang Dokter kepada petugas yang masuk ke dalam ruangan dengan membawa berkas yang lumayan tebal.
"Hasilnya sudah siap Dok, hanya perlu menunggu hasil Visum. Menurut laporan peneliti, mayat di perkosa sebelum di bunuh sama seperti beberapa kasus lainnya".
Ucap penyidik sembari memberikan hasil laporan Otopsi pihak rumah sakit.
Setelah menerima laporan tersebut, Dr Richard membuka kertas itu sambil mengangguk ke arah petugas yang segera meninggalkan ruang pribadinya. Sedang asyiknya Dr Richard meneliti hasil otopsi, dia dikagetkan oleh teleponnya yang berdering.
"Halo, selamat siang, benar, apakah ada barang bukti tersisa? Baik, kabari lagi nanti".
Telpon pun di tutup.
__ADS_1
Sudah sekitar tiga bulan ini Dokter Richard menyelidiki kasus kematian pembunuhan berantai yang terjadi di wilayah New York Amerika dan sekitarnya.
Yang membuat dia geram dan murka adalah, korban yang sebagiannya di mutilasi dengan luka luka dan anggota tubuh banyak yang hilang, merupakan murid atau mahasiswi di Universitas Amerika.
Namun anehnya, jejak pelaku selalu tak pernah ditemukan. Padahal tersangka sudah sangat dekat dan hampir berhasil di ungkapnya. Namun entah mengapa, saat sudah hampir dekat, petunjuk pun seperti hilang kembali.
Dr Richard kini keluar dari ruangannya dan menuju ke rumahnya yang ada di dekat kota New York.
Dokter yang selain menjadi peneliti khusus di sebuah rumah sakit ternama dan menjadi seorang Perwira Polisi ini, sebelum sampai ke rumahnya, lebih dulu singgah di sebuah apotek dan membeli beberapa obat migrain.
Sesampainya di rumah, jam telah menunjukkan pukul 9 malam.
Richard yang di sambut istrinya bernama Carla, kini merebahkan punggung nya di sofa ruang televisi seraya minta di ambilkan minum.
"Bagaimana penyidikan hari ini? Apakah ada petunjuk baru?" Istrinya berkata setelah menyerahkan segelas air putih kepadanya.
"Kasusnya semakin rumit saja. Tidak ada bukti dan petunjuk baru. Padahal aku sudah yakin pelakunya pastilah salah satu di antara mereka. Entah murid jepang, entah Profesor aneh, entah siapa di antara enam orang itu,".
Ucap Richard memukul pelan kepalanya sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Baiklah, mari kita masuk kamar. Tampang mu sungguh mengerikan dan kau harus istirahat". Seru nyonya Richard.
"Elin dan Tom sudah tidur?" Tanya nya kepada Carla.
"Mereka sudah di kamarnya masing masing". Jawab nyonya Richard sambil menggandeng suaminya ke kamar.
.---***---. .---***---. .---***---.
"Crriiinnnggg,,,,Acchhkh,,,,",
"Ayaaaah Ibuuuu"
Terdengar jeritan keras dari kamar itu. Tak lama kemudian, tampak Dr Richard, Carla dan putra mereka Tom yang masih berumur 10 tahun sudah berada di situ.
"Ada apa Elin, apa yang terjadi?" Seru Dokter Richard.
Melihat anak gadis nya menunjuk ke arah jendela kaca yang pecah oleh sebuah lemparan kotak besi sebesar bola tenis, dengan langkah laju Richard menuju ke jendela dan mengambil kotak itu sambil menjenguk ke luar jendela yang tidak ada siapa siapa.
Lampu kamar sudah di hidupkan oleh Carla dan segera terdengar teriakan berbarengan dari mulut nyonya Richard dan anak anak nya saat melihat suaminya membuka kotak yang berisikan dua buah bola mata dan selembar kertas yang bertuliskan :
*JAUHI KASUS ATAU CELAKA* Dengan kata kata yang agaknya di Print di Komputer.
__ADS_1
Tak lama berselang, ponselnya berdering. Saat Dr Richard mengangkatnya, kembali sebuah kasus pembunuhan terjadi dan mayat yang di temukan di pinggiran kota new york itu kini telah di bawa ke rumah sakit.
Bersambung ...