
Minggu, 12 Jul 2020 12:59 AM
Part 18
**AAARRGGGGG......
Bruggggg**
Lagi lagi Keyra mendapat teror kembali, kali ini lebih parah. Bangkai seekor tikus dengan darah yang belum mengering. Seketika Keyra mual melihat apa isinya, dengan tangan yang gemetar menahan isak tangisnya ia mencoba menutup kotak itu kembali dan membuang nya di tong sampah depan rumah.
Hari libur yang Keyra harapkan untuk menenangkan diri kini menjadi kacau karena kedatangan Oma Rey dan Kotak teror tersebut. Keyra menghela nafas lelah karena serentetan kejadian hari ini, siapa yang tega melakukan ini padanya, apa salahnya pertanyaan pertanyaan itu muncul di benak Keyra.
Karena kelelahan berfikir akhirnya Keyra tertidur di Sofa ruang tamu dengan posisi duduk.
Hari sudah sore ketika Rey pulang ke rumah ia melihat Keyra istrinya tertidur di sofa dengan rambut sedikit berantakan dan wajah pucat. Mungkin ia kelelahan fikir Rey karena melihat keadaan rumah yang rapi, karena tak ingin menganggu Keyra Rey segera menuju kamar membersihkan diri dan mengganti baju lalu turun ke bawah lagi.
Waktu menunjukkan pukul lima lebih, akhirnya Rey membangunkan Keyra.
" Key.. bangunn," ujar Rey sambil menepuk nepuk pipi Keyra dengan lembut.
EeeuGghh........ erang Keyra yang mulai berkedip kedip membuka matanya. Seakan tersadar siapa yang di depannya ia segera membuka matanya dengan lebar sambil mengucek ngucekk nya.
" Kok mas udah pulang," tanya Keyra dengan suara serak khas orang bangun tidur
" Ini udah jam lima Keyra," ujar Rey
__ADS_1
" Hahhhh.... cucian gue," teriak Keyra
Pletakkk .......
" Aduh kening gue, Mas Rey kok KDRT sih," ujar Keyra dengan bibir yang manyun
" Tadi kamu bilang apa?" tanya Rey
Setelah berfikir beberapa saat akhirnya Keyra mengerti kenapa Rey menyentil keningnya.
" Hehehehe..... maaf Mas Keyra lupa,"
" Udah ah Mas Keyra mau jemur baju dulu gara gara ketiduran Keyra lupa,"
" Uda saya jemur,"
" Makasih Mas, entar malam mau makan apa biar Keyra pesenin,"
"Saya mau makan masakan kamu," ujar Rey
" Tapi kan Mas tahu Keyra nggak bisa masak," jawab Keyra dengan nada lirih di akhir katanya
" Nggak papa saya pengin coba masakan kamu,"
" Ya udah Keyra masakin tapi ntar kalau nggak enak jangan marah," putus Keyra dengan cemberut
__ADS_1
"Iya..." jawab Rey
Keyra segera beranjak menuju dapur melihat isi kulkas, ia memutuskan membuat telur dadar saja . Jujur Keyra masih trauma untuk memasak karena sudah beberapa kali ia coba hasilnya selalu gagal dan berakhir di tempat sampah.
Keyra tersenyum puas melihat hasil masakan nya, ya masakan dari tangan Keyra sendiri meskipun hanya telur dadar yang agak gosong. Itu merupakan rekor dunia bagi Keyra memasak dan layak untuk di makan.
Keyra segera membawanya ke meja makan karena Rey sudah menunggunya sejak tadi.
" Maaf gosong Mas," ujar Keyra sambil menunduk
" Nggak papa saya menghargai kamu,"
Rey segera memakannya dengan lahap, meskipun hanya telur dadar yang agak gosong tapi ia menghargai istrinya yang sudah rela bersusah payah di dapur.
Keyra yang melihat Rey makan dengan lahap tersenyum, ia juga ikut makan menyendokkan nasi dengan telurnya.
Keyra buru buru bangkit dari kursinya menuju wastafel memuntahkan makanannya.
***** asin banget ujar Keyra dalam hati
Rey yang melihat itu hanya tersenyum.
" Mas kok nggak bilang sih kalau asin banget jangan di makan ntar sakit perut," ujar Keyra setelah kembali duduk di meja makan
" Nggak papa Key saya suka kok," jawab Rey sambil tersenyum
__ADS_1
" Dari tadi nggak papa mulu, pokoknya jangan di makan delivery aja," putus Keyra sambil menekuk wajahnya
Bersambung......