
Minggu, 12 Jul 2020 11:16 PM
Part 7
Seorang gadis tengah mengendap ngendap untuk masuk ke dalam sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil. Rumah kado pernikahan dari orang tua Rey alias mertuanya
"Aduh mamp*s gue, udah jam 11 malam nih... Pasti bakal di gantung Pak Rey," ujar Keyra ketika ia telah sampai di depan pintu berwarna coklat tersebut.
Gara gara keasyikan di Club tadi Keyra sampai lupa waktu, jika Dita tidak mendapat telpon dari orang tuanya mungkin sekarang ia masih berada di sana.
"Bismillah... moga aja Pak Rey udah tidur ," harap Keyra cemas
Keyra masuk ke dalam rumah setelah berhasil membuka pintunya, menutup pelan dan berjalan masuk dengan langkah pelan.
" Dari mana saja kamu?"
DEG
DEG
DEG
__ADS_1
Langkah Keyra langsung terhenti mendengar suara itu, bersamaan dengan lampu rumah yang di nyalakan. Jantungnya sudah berdegup kencang tak karuan, dengan pelan pelan Keyra membalikkan badan. Seketika matanya bertatapan dengan mata hitam yang menatapnya tajam dan wajah datar
Keyra yang melihat itu sontak menjadi gugup
"Kalau pergi main atau kemanapun beri saya kabar," ujar Rey dengan nada tingginya
"Ma- maa- maaf..." Sahut Keyra dengan pelan
"Tadi main dulu sama anak anak Mas ,"
"Kemana...?"
"Ke club, maaf ." Cicit Keyra dengan pelan nyaris tak terdengar
"Status kamu sekarang sudah berubah Key, jadi saya harap kamu bisa meninggalkan kebiasaan kebiasaan mu yang tidak penting itu. Bagaimana reaksi kedua orang tua kita kalau anak mantunya masih sering main Club." Ujar Rey sarat akan emosi
Keyra hanya mampu diam membisu tidak berani menjawab perkataan suaminya. Karena dia memang salah disini
" Saya harap lain kali kemanapun pergi kasih kabar ke saya. Punya ponsel kan, kenapa tidak kamu gunakan untuk menghubungi saya." Ujar Rey dengan nada tinggi
Keyra masih diam menunduk tidak berani manjawab atau melihat Rey suaminya.
__ADS_1
"Baju kamu kemana?"
Keyra menelan ludah saat baru sadar bahwa ia memakai rok mini , atasan tang top di padukan dengan kemeja warna merah 2 kancing teratas tidak di kancingkan. Baju Kania yang di pinjamkan padanya, karena tidak mungkin ia pergi ke Club memakai baju yang hampir seharian Keyra pakai.
Rey menatap penampilan istrinya dari atas sampai bawah.
" Ganti baju kamu sekarang dan buang!" Ucap Rey
Keyra gugup setengah mati takut, karena pertama kali melihat suaminya Rey tengah emosi dan penyebabnya adalah dirinya sendiri.
"Saya tidak melarang kamu pergi atau main dengan siapa, asal kan kamu memberi saya kabar dan memakai pakaian yang pantas bukan baju kurang bahan." Ujar Rey lalu berlalu pergi keluar rumah.
Tak berama lama terdengar suara mobil yang keluar dari garasi meninggalkan rumah.
Keyra terduduk di lantai, air mata yang sejak tadi ia tahan keluar bercucuran. Memegang dada yang sesak karena baru pertama kali melihat kemarahan sang suami.
Setengah jam Keyra masih terduduk di lantai sampai terasa kakinya sedikit kram, lalu ia beranjak ke kamar. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Keyra menuju ke dapur untuk mengambil air dingin
Saat melihat meja makan Keyra melihat makanan yang terhidang di meja masih utuh. Keyra pun semakin merasa bersalah karena membiarkan suaminya menunggu di rumah tanpa kabar.
Keyra menuju sofa ruang tamu duduk di sana menunggu Rey pulang. Hampir satu jam menunggu tapi Rey tak kunjung pulang, tak berapa lamapun Keyra tertidur di sofa dengan posisi duduk.
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥
*Jangan lupa like, komen dan vote kak supaya author tambah semangat updatenya 😘