
Part 25
Hubungan Keyra dan Reynand kini sudah lebih baik dari saat awal pernikahan mereka, seperti air yang mengalir. Keyra tidak mau ikut campur urusan Rey, begitu juga sebaliknya Rey juga tidak ikut campur urusan Keyra.
Meskipun mereka hampir setiap hari melakukan olahraga malam, dan berakhir dengan tangan Rey yang memeluk Keyra erat sampai keesokan harinya. Menurut mereka itu wajar sah sah saja jika tidak di lakukan dengan cinta toh mereka juga sudah menikah dan juga memenuhi kebutuhan biologis mereka.
Tapi tak menampik jika mereka berdua kini sudah merasakan bibit bibit cinta yang telah tumbuh di hati masing masing, hanya saja mereka masih gengsi untuk mengakui hal tersebut.
Seperti hari ini Rey dan Keyra tengah bersantai di ruang keluarga kebetulan juga hari ini weekend jadi mereka tak ada kegiatan apapun. Keyra yang duduk di karpet tengah menonton tv dan juga Rey yang duduk di karpet sambil memangku laptop nya mengerjakan sesuatu hal.
Dddrttt dddrrttt
Suara ponsel Rey yang tergeletak di sampingnya.
" Halo Bunda, Assalamualaikum,"
" Waalaikumsalam Rey, gimana kabar kamu sama menantu Bunda yang cantik?"
__ADS_1
Rey yang mendengar Bunda nya bertanya tentang kabar Keyra ia meng-loudspeaker ponselnya, menoleh kepada Keyra memberi tanda Bunda ingin berbicara dengannya.
" Baik Bun," jawab Rey
"Kapan main ke rumah lagi, nggak kangen apa sama Bunda?"
" Keyra sedang sibuk buat skripsi Bun, Mas Rey juga lagi sibuk memeriksa tugas mahasiswa sama kantor Bun," jawab Keyra
" *Sibuk terus kalian ini, kapan kasih Bunda cucu kalau sibuk terus.!"
Uuhukk uhuukk*
" Sabar ya Bun, mungkin belum di kasih,'" jawab Rey saat batuknya sudah hilang
"*Kamu harus lebih berusaha lagi Reynand," jawab Ayah Rey
" Jangan lupa minum jamu biar kuat dan tahan lama,"
__ADS_1
" Ayah dulu waktu bikin kamu satu kali coblosan langsung jadi lho Rey*,"
Keyra yang mendengar perkataan vulgar ayahnya tersedak saat minum air putih, omongan Ayah Mertuanya kok gini amat. Tak ayal membuat pipi Keyra bersemu merah, sementara Rey berdehem lalu berbasa basi sebentar dengan ayahnya setelah itu menutup telpon meletakkan ponsel di sampingnya kembali.
" Jangan di fikirkan ucapan Ayah sama Bunda tadi," ujar Rey memecah keheningan
" Emangnya Mas Rey nggak mau aku hamil," jawab Keyra dengan nada pelan di akhir kata sambil menunduk tak berani menatap Rey.
" Bukannya nggak mau Key tapi kalau kamu hamil sekarang aku takut aktifitas kamu terganggu, sekarang kan kamu lagi ngerjain skripsi belum lagi kalau nanti kamu mual mual pasti kegiatan kuliah kamu terganggu," ucap Rey
Benar juga apa yang di katakan Mas Rey jika aku hamil sekarang pasti kegiatan ku akan terganggu apalagi sekarang aku sedang menyusun skripsi . Dan seketika aku baru sadar jika selama melakukan olah raga malam Mas Rey selalu tanpa menggunakan pengaman sedangkan aku juga tak memakai alat kontrasepsi.
Aku meringis dalam hati ketika mengingat bulan ini belum kedatangan tamu si merah yang setiap bulan selalu rutin datang, seharusnya seminggu lalu aku sudah mendapatkan periode itu. Mungkin hanya telat pikirku positif karena tingkat kesetres an ku akhir akhir ini.
Tapi besok pagi aku harus memastikan suatu hal, supaya tidak menjadi beban fikirku.
**Bersambung....
__ADS_1
😍🔥🔥🔥🔥*