
Sinar hangat mentari pagi memasuki celah jendela kamar dua insan yang masih bergelung di bawah selimut. Tak lama si gadis mengerjap ngerjapkan matanya, mungkin kata yang tepat adalah perempuan bukan gadis lagi. Ya perempuan itu adalah Keyra ia tersenyum malu mengingat kejadian semalam menyerahkan harta berharga yang ia jaga selama ini kepada suaminya Rey.
Ia melihat suami nya masih bergelung nyaman di bawah selimut tanpa sehelai benang pun begitu juga dirinya. Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh pagi untung saja hari ini hari minggu jadi ia dan Rey terbebas dari jadwal kuliah.
Keyra memindahkan tangan suaminya yang masih memeluk diri nya dengan pelan karena takut membangunkan tidurnya. Ia beranjak menuju kamar mandi dengan menahan nyeri di pusat inti tubuh nya, sesampainya di kamar mandi ia begitu kaget karena Rey meninggalkan jejak jejak kemerahan yang hampir memenuhi dadanya dan juga beberapa di leher jenjangnya.
Melihat itu Keyra berdecak kesal karena besok ia harus menemui dosen pembimbing skripsinya.
Keluar dari kamar mandi Keyra menatap Rey masih nyenyak tidurnya hingga ia tak tega membangunkannya maka dari itu Keyra pergi ke dapur membuat sarapan atau bisa juga di sebut makan siang. Karena sejak tadi cacing cacing di perutnya sudah protes meminta jatah makanan.
Mengingat kejadian semalam Rey menggempur dirinya habis habisan tak tanggung tanggung sampai jam 3 pagi tadi baru berhenti itupun jika Keyra tak merengek lelah mungkin suaminya itu tak akan berhenti.
Saat mengoleskan selai kacang kesukaannya Keyra merasakan sepasang tangan memeluk pinggang nya dari belakang tanpa menoleh pun ia tahu siapa pemilik tangan tersebut.
__ADS_1
"Kenapa nggak bangunin aku," tanya Rey dengan suara seraknya khas orang bangun tidur
" Mas tidurnya nyenyak banget nggak tega mau bangunin," jawab Keyra
Rey hanya berguman sambil terus menciumi leher jenjang istrinya.
" Mas geli..." ujar Keyra
" Makasih buat semalam sudah menjaganya selama ini buat saya, semoga dia cepat tumbuh di sini," ujar Rey sambil mengelus perut rata Keyra.
Apalagi Oma Rey juga sudah menginginkan mengendong cucu, tapi ia takut apa Oma mau menerima cucu yang lahir dari rahimnya mengingat Oma begitu membencinya dan begitu menyayangi si Lisa itu yang katanya seorang model.
Begitu juga dengan kedua orang tua Keyra dan mertuanya yang sudah sering kali bertanya
__ADS_1
" Udah isi belum Key,"
"Ini jamu biar cepat hamil,"
" Makanya sering sering olah raga malam biar Mama cepat dapat cucu,"
" Makan buah dan sayur yang banyak biar sehat supaya bisa kasih Bunda cucu,"
Itu lah beberapa kalimat yang sering di ucapkan Mama dan Bunda mertuanya dan Keyra hanya bisa tersenyum tipis menanggapi hal itu. Sedangkan Rey hanya diam saja acuh tak acuh Keyra ingin sekali menjitak kepala suaminya tersebut karena ia selalu diam saja ketika dirinya di cerca perihal kehamilan.
"Gimana mau hamil ena ena aja belum," itulah gerutuan Keyra setelah di tanya perihal kehamilannya.
"Mantu Mama nggak napsu sama Key pegang tangan Key aja nggak,"
__ADS_1
Tapi itu dulu gerutuan Keyra sebelum kejadian semalam, mengingat kejadian semalam membuat pipi Keyra mamanas lagi
*Bersambung......