
Minggu, 12 Jul 2020 10:59 AM
Part 19
Keyra pergi ke kampus dengan wajah yang ceria senyum yang terus terukir di bibir cantiknya karena Suaminya Rey sudah memaafkannya.
" Kenapa muka kamu girang banget Key? habis dapet togel ya?" ujar Radit
"*Pletakkk"
"Adaawww*"
"Ye si anying jidat suami gue nih Key," ujar Kania sambil mengelus ngelus kepala Radit kekasihnya yang di jitak Keyra
"Sakit ya bebb,"
Sedangkan Keyra dan Dita yang melihat betapa alay nya pasangan kekasih tersebut berasa ingin muntah.
"Lebay," cibir Dita
Kania yang di ledek Dita pun melotot, tega benar sahabatnya itu mengatakan dirinya lebay.
" Salah dia sendiri masa gadis cantik kaya gue di tuduh main togel,"
" Habisnya loe dari tadi senyum senyum sendiri kaya boneka Annabell kan serem Key," ujar Radit
" Gue habis dapat harta warisan puas loe pada," ujar Keyra jengkel
__ADS_1
Ketiga teman Keyra yang mendengar jawaban Keyra pun terbahak.
"PMS ya loe Key sensi mulu deh?" tanya Dita
"Nggak," jawab Keyra singkat yang masih menampilkan wajah cemberutnya.
"Mau pesen apa loe pada biar gue pesenin?" tanya Radit
"Gue bakso minumnya es teh,"
"Gue samain aja kayak Dita beb tapi minumnya air mineral aja," sahut Kania
"Loe apa Key?" tanya Radit pada Keyra
"Traktir ya bang," ujar Keyra sambil menampilkan puppy eyes nya
"Samain kayak bebeb Kania aja deh," ujar Keyra riang
Radit yang mendengar itu hanya mendengus kasar lalu beranjak menuju ibu kantin memesan makanan.
"Ngomong ngomong Bang Ryan sama Bagus kemana?"
"Masih ada kelas Key kayaknya,"
"Btw udah pada cek grup belum katanya udah keluar tuh pengumuman dosen pembimbing kita buat skripsi?" tanya Kania
"Belum ini baru mau lihat," ujar Keyra sambil mencari iPhone nya seketika ia baru teringat bahwa ponselnya masih di bawa Pak Rey.
__ADS_1
"Nia coba lihatin dong di grup gue dapat pembimbing siapa, ponsel gue kan masih di rawat," ujar Keyra sambil terkikik geli
Seketika mata Keyra terbelalak melihat siapa dosen pembimbingnya, wajah yang tadinya ceria kini mendadak cemberut. Hal serupa juga di alami Kania ia juga menampakkan wajah seperti Keyra.
" Kenapa sih kok muka kalian pada di tekuk gitu, kayak orang nggak dapat uang jajan aja?" tanya Dita
Kania yang di tanya Dita pun hanya menyerahkan ponselnya kepada Dita tanpa mengatakan apapun. Dita yang memegang ponsel Kania segera membukanya, ketika melihat daftar dosen pembimbingnya Dita tersenyum bahagia. Dan ia juga tau apa alasannya karena kedua sahabatnya itu memasang wajah cemberut yang tak enak di lihat.
" Turut berduka cita ya gue buat kalian berdua," ujar Dita dengan wajah yang di buat buat simpatik
Keyra yang melihat itupun mengambil tissu lalu melemparkannya kepada Dita.
" Sial*n loe Dit," ujar Keyra
" Kenapa sih Key ribut amat gue lihat dari tadi," ujar Ryan yang baru datang lalu mengambil duduk di samping Keyra
Begitupun juga Bagus yang baru datang mengambil duduk di sebelah Dita.
" Pak Aldo bang jadi Dosen pembimbing gue, ya kali gue harus berurusan sama dosen killer lagi. Kenapa nggak Pak Fadlan atau Bu Ani aja yang kaleman dikit bang," curhat Keyra pada Radit.
" Bukan cuma loe aja kali Key yang harus berurusan sama dosen killer Pak Reza noh pembimbing gue," ujar Kania
"Sing sabar nggih buat loe berdua, semoga segala urusan sampean berdua di lancarkan dunia akhirat," ujar Bagus dengan bahasa khasnya yaitu bahasa campuran.
Keyra dan Dita yang melihat itu semakin menekuk wajahnya. Sedangkan yang lainnya hanya bisa memberi semangat kepada kedua sahabatnya itu. Karena Dita, Radit, Ryan, dan Bagus lebih beruntung mereka mendapatkan dosen pembimbing yang agak kalem meskipun sedikit galak juga.
Bersambung......
__ADS_1