
Semuanya hanya diam dan mengganguki penuturan yang di katakan Brian dengan mata dan perhatian mereka yang masih berpusat pada Brian.
👦:"Selama ini anggota keluarga, tempat tinggal, dan info info tentang keluarga Valent pun selalu di rahasiakan.. Mereka jarang muncul di acara acara umum secara langsung, apalagi berita di televisi. Bahkan yang pernah melihat wajah mereka pun cuma beberapa karyawan kantor saja yang masih bisa di hitung pakai jari. Keluarga ku tidak pernah bertemu langsung dengan orang tua Esa cuma pernah beberapa kali berbicara lewat telepon saja, yang tahu tentang ahli waris perusahaan Valent adalah satu satunya perempuan pun cuma beberapa orang. Selama ini yang lebih sering muncul di acara perusahaan dan klien hanya karyawan asisten dan sekretaris terpercaya senior perusahaan itu daripada orang tua Esa sendiri." sambung Brian.
👦🏻:"Woahh.. Berarti kita termasuk beruntung dong? Bisa tau tentang beberapa info yang kemungkinan besar ga banyak orang lain yang tau."
Brian mengganguk dan berkata,
👦:"Ya tentu saja! Dan itu semua berkat gue. Karena gue, kalian semua bisa tau info info yang orang lain ga tau." ucap Brian dengan muka sombong dan membanggakan diri nya.
🧑🏻:"Sombong.." -_- 😑
👱🏻♂️:"Idih, bukan karena lo. Itu semua juga lo tau dari orang tua lo."
Semuanya mengganguki ucapan Kent terkecuali Brian yang hanya menatap Kent kesal. Kemudian keempat empat laki laki itu tertawa. Saking asik dan kencang nya mereka tertawa, membuat para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di ruangan itu pun menoleh ke arah keempat laki laki itu yang langsung membuat Devine, Brian, Kent, dan Noel langsung terdiam dari tawa nya.
👦🏻:"Maaf hehe.." ucap Noel sambil tersenyum canggung kikuk untuk memecahkan keheningan di ruangan tersebut.
Setelah Noel meminta maaf, semua mahasiswa dan mahasiswi itu pun kembali memusatkan perhatian mereka lagi kepada pak dosen.
🗣:"Oke sekarang ada yang mau bertanya sedikit tentang ka dosen pengganti baru kalian tidak? Jika ada yang mau di tanyakan, cepat tanya sekarang. Karena setelah ini bapak masih harus menghadiri rapat dan juga ka dosen kalian ini juga tidak memiliki banyak waktu."
👩🏻:"Iyaa, silahkan kalian mau bertanya tanya sedikit tentang saya apa saja tidak usah sungkan." ;) ucap Vanes dengan terus sambil tersenyum cerah.
"Duh.. Lagi lagi senyum itu.." ucap Devine dalam hati.
"Kok setelah dia senyum begitu, gue ngerasa ada kehangatan di hati gue.. Sedangkan selama 8 tahun ini gue ga pernah merasa kayak gini lagi.. Pertama dan terakhir kali, waktu gue pertama kali ketemu Esa yaitu 8 tahun lalu.. Apa benar dia Esa yang gue kenal? Jika dia memang Esa, apa dia punya perasaan ke gue? Kalau dia udah punya kekasih gimana? Tapi seperti ada sedikit yang 'janggal' disini.." sambung Devine sambil melamun.
__ADS_1
👬 #1 :"Benaran nih, boleh tanya apa saja?" ucap salah satu mahasiswa di ruangan itu.
👩🏻:"Iyaa." ucap Vanes sambil tersenyum dan mengganguk ke arah mahasiswa yang berbicara tadi.
👬 #1 :"Buset senyum nya manis banget.. Ga tahan woi serasa di senyumin bidadari.." ucap mahasiswa itu kepada temannya.
👬 #2 :"Hahaha.."
"Senyum itu juga dia tunjukkan ke orang lain? Kenapa hati gue rasanya sesak.." batin Devine.
👬 #1 :"Ka dosen eh maksudnya ka Vanes umur berapa kalau boleh tau? Hehe.."
👩🏻:"Emm,, umur ya? Umur saya masih 18 tahun.." ucap Vanes dengan senyum polosnya.
Seisi ruangan itu semuanya terkaget mendengar ucapan ka dosen itu tak terkecuali dengan Devine, Brian, Kent, dan Noel, dan hanya pak dosen yang reaksinya biasa biasa saja karena memang ia sudah tau sedari awal.
👬 #1 :"Anj*rr ketawanya itu loh imut nya kelewatan.." ucap salah satu mahasiswa di ruangan itu.
👬 #2 :"Seumuran sama kita woii.. Berarti gue masih ada harapan dong buat dekatin dia. Hehe.."
👬 #1 :"Hilih, mauan lu. Antri lah, gue dulu yang deketin dia.. Gue gagal baru elo. Tapi ga mungkin sih gue gagal hehe."
👬 #2 :"Narsis banget lo. Wkwkwk"
🧑🏻&👦:"Brian! Devine!" ucap Devine dan Brian kompak dengan tangan mereka berdua yang saling menepuk dan wajah mereka yang saling berhadapan dalam waktu bersamaan.
Kent dan Noel yang melihat tingkah laku Brian dan Devine hanya tertawa..
__ADS_1
👦:"Kalau umur dia memang 18 tahun.. Berarti dia seumuran sama kita semua."
🧑🏻:"Ya! Dan kalau di hitung itu sesuai dengan umur Esa 8 tahun lalu.. Jadi, semakin besar kemungkinan bahwa dia Esa."
Kent dan Noel yang sedari tadi menyimak pun hanya mengganguk.
👱🏻♂️:"Tapi belum tentu juga dia memang Esa bisa aja.." ucap Kent tetapi ucapan nya terpotong saat ada salah satu mahasiswi yang berbicara di ruangan itu.
👸:"Loh? Kan ka Vanes umur 18, seumuran dengan kita semua. Kok malah jadi dosen pengganti? Ga punya uang buat kuliah ya?" ucap Yuna dengan wajah polos tanpa bersalahnya.
👬 #1:"Eh, iya juga apa yang di bilang Yuna. Kok gue ga sadar ya.." ucap salah satu mahasiswa.
👬 #2:"Iya ya."
**Penasaran kelanjutannya? Ikutin terus yuk novel "Dosen ku ternyata cinta pertamaku?!"
Ingat untuk mendukung novel ini dengan cara klik favorit, like, share ke teman teman kalian, jangan lupa tinggalkan komentar kalian! Dan juga beri vote, tip dan bintang/rate nya.
Dukungan dari kalian adalah semangat saya untuk terus berkarya;)
Maaf jika ada salah kata dan menyebabkan ketidaknyamanan pengalaman pembaca dalam novel ini..
Sampai bertemu di next chapter!
Terima kasih🙆🌸
#salam penulis**..
__ADS_1