
Karena Devine merasa tidak ada yang peduli dengan nya dan Devine tidak mempunyai teman ia mulai bersikap dingin kepada semua orang.
3 tahun kemudian,
Perusahaan Valent mulai mengalami krisis dan hampir bangkrut, kedua orang tua Vanesa sangat sibuk mengurusi perusahaannya mereka hampir tidak mempunyai waktu untuk menemani Vanesa. Maka dari itu, keluarganya mendaftarkan Vanesa masuk sekolah Favorit yap, sekolah yang sama dengan sekolah Devine.
Disitu Vanesa cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya tidak heran, dengan sifat ceria dan senyum manis miliknya Vanesa cepat memiliki banyak teman.
Suatu hari, pulang sekolah dimana hampir semua murid sekolah sudah pulang dan dijemput orang tuanya.
Berbeda dengan Devine, ia masih menunggu jemputannya tiba.
🧑🏻:"Mungkin pak Sebas (supir) masih terkena macet di jalan" ucap Devine dalam hati yah, secara jarak rumah Devine dengan sekolahnya itu bisa dibilang cukup jauh. Tiba tiba datang segerombolan anak lalu menghampiri Devine.
Devine yang tidak tau apa apa pun hanya diam saja tetapi sedetik kemudian Devine mendapat firasat buruk saat segerombolan anak itu tersenyum miring padanya, yap setelah itu Devine dipukul habis habisan oleh mereka Devine tidak bisa melawan, secara mereka memiliki tubuh yang lebih besar dari pada Devine dan mereka juga tidak sendiri.
Devine hanya bisa tengkurup sambil melindungi badan nya dari serangan mereka. Tiba tiba Devine mendengar segerombolan anak itu meringis kesakitan saat dilempar batu oleh seseorang ah lebih tepatnya seorang gadis cantik.
👩🏻:"Jangan ganggu dia! Pergi kalian, atau kalian mau mendapatkan tendangan karate ku ini?"
Ucapan gadis itu membuat, semua anak yang ada disitu termasuk Devine menoleh dan memberi semua perhatian mereka ke arah sumber suara itu.
👩🏻:"Brian! Kamu dan teman teman mu itu hanya berani menindas yang lemah! Cepat pergi dari sini sekarang juga atau aku akan laporkan perbuatan kalian semua ke guru guru" ucap gadis itu dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Brian mendecak kesal,,
👬&👬:"Hey, sudahlah Brian kita pergi saja" ucap teman teman Brian.
👦:"Kenapa? Apa kau takut? Ia hanya seorang gadis saja." kata Brian.
👬:"Apa kau tidak tau? Dia Vanesa anak kesayangan semua guru, dia terkenal pintar dan rajin lagipula dia memang jago karate dia anak karate yang pernah beberapa kali memenangkan perlombaan, lebih baik kita tidak usah mencari masalah dengan nya."
Brian berjalan ke arah Vanesa yang diikuti oleh teman teman nya dibelakang.
👦:"Kau beruntung kali ini" ucap Brian kepada Vanesa.
Esa hanya diam saja menatap tajam ke arah Brian sampai ia dan teman temannya menghilang dari pandangannya. Setelah itu, Esa langsung berlari menghampiri Devine yang masih setengah melamun dan gemetar.
Devine hanya diam saja sambil menatap wajah gadis itu.
👩🏻:"Tidak apa, kau tidak usah takut mereka sudah pergi jauh dan aku tidak akan memukulimu."
Ucap Esa meyakinkan.
Gambar di atas hanya ilustrasi saja.
__ADS_1
Devine masih diam dengan lamunan nya dan tetap menatap wajah gadis itu tanpa memalingkan wajahnya ke arah lain sedikit pun.
👩🏻:"Nama mu siapa?" ucap gadis itu sambil tersenyum manis ke arah Devine.
🧑🏻:"Devine" ucap Devine singkat dengan nada datar dan muka dingin nya itu.
👩🏻:"Oh hai Devine! Kamu dapat memanggil ku Esa ;)
🧑🏻:"Lagi lagi senyum itu."
**Penasaran kelanjutannya? Ikutin terus yuk novel "Dosen ku ternyata cinta pertamaku?!"
Ingat untuk mendukung novel ini dengan cara klik favorit, like, share ke teman teman kalian, jangan lupa tinggalkan komentar kalian! Dan juga beri vote dan bintang nya.
Dukungan dari kalian adalah semangat saya untuk terus berkarya;)
Maaf jika ada salah kata dan menyebabkan ketidaknyamanan pengalaman pembaca dalam novel ini..
Sampai bertemu di next chapter!
Terima kasih🙆🌸**
#salam penulis..
__ADS_1