Dosen Ku Ternyata Cinta Pertamaku?!

Dosen Ku Ternyata Cinta Pertamaku?!
Chapter 14


__ADS_3

👬 #1:"Eh, iya juga apa yang di bilang Yuna. Kok gue ga sadar ya.." ucap salah satu mahasiswa.


👬 #2:"Iya ya."


"Hahaha.. Bagus Yun, ada manfaat nya juga lo punya sifat polos kayak gituh. Gue udah kesel, Devine sedari tadi merhatiin dosen itu mulu padahal di bandingin gue juga dia ga ada apa apanya. Sebenarnya dia ada hubungan apa sih sama Devine, sampai sampai Devine pun ga mau ngalihin pandangan nya dari dosen itu. Punya kelebihan apa sih dia?" ucap Clara dalam hati.


👰:"Yun, gimana kalau hari ini kita ke mall? Belanja.. Gue yang traktir, gue beliin lo tas keluaran terbaru itu lo mau ga?" tanya Clara pada Yuna yang duduk di sebelah nya.


👸:"Lah? Kenapa tiba tiba kamu mau traktir aku? Aku sih ga nolak kalau belanja apalagi kalau di beliin Clara hehe." jawab Yuna dengan wajah polos nya.


👰:"Gapapa sih cuma gue lagi seneng aja hari ini sama lo. Yaudah nanti selesai mata kuliah kita langsung cuss ke mall."


👸:"Okee." balas Yuna dengan terus tersenyum kepada Clara.


"Clara kenapa ya? Tiba tiba baik banget.. Biasa dia ga pernah kayak gini. Hmm.. entah lah, kita kan sahabatan wajar dong Clara traktir sahabat nya sendiri." batin Yuna. Di karenakan sifat Yuna yang polos ia tidak pernah sadar dengan sikap Clara yang selama ini memperlakukannya seperti pembantu bukan sahabat, bahkan Clara sering memanfaatkan sifat Yuna yang polos itu.


Sedangkan di sisi lain di waktu yang bersamaan,


Braakkk...


🧑🏻:"Sialan Yuna. Cari masalah anj*rr mulutnya ga bisa di filter dikit." ucap Devine kesal sambil memukul meja dan ingin berdiri.


👦:"Sttt, Devine. Maafin Yuna.. Lo tau kan dia mulut nya kayak gimana ngertiin aja sekali." bisik Brian sambil menarik tangan Devine untuk duduk kembali.


🧑🏻:"Jaga mulut pacar lo. Sekali lagi dia begitu ke Esa gue ga bakal kasih pengertian lagi." jawab Devine dengan nafas kasar dan duduk kembali.


👦:"Iya iya nanti gue bilangin ke dia."


Devine tidak menjawab, ia hanya diam dengan tatapan kesal nya. Sedangkan Noel dan Kent yang hanya menonton tingkah laku kedua teman nya itu pun hanya bisa menahan tawa melihat respon Brian.

__ADS_1


👦:"Kenapa lo? Mau ketawa? Ketawa aja ga usah di tahan gitu." ucap Brian kepada Kent dan Noel sewot dengan muka tidak senang nya.


👱🏻‍♂️:"Hahaha.. Lucu anj*rr kadang liat tingkah Yuna wkwkwk entah benaran polos atau pura pura polos wkwkw apa sih yang lu suka dari dia? Cantik sih tapi wkwk."


Brian tidak menjawab, ia hanya menatap Kent tajam yang langsung membuat Kent terdiam dari tawa nya.


Vanes tertawa kecil canggung lalu berkata,


👩🏻:"Bukan begitu.." jawab Vanes lalu ucapan nya terpotong oleh pak dosen.


🗣:"Yuna jaga omongan kamu." ucap pak dosen dengan nada agak membentak.


👸:"Yahh.. maaf pak, kan saya cuma bertanya.. Tadi kata nya boleh tanya apa saja." jawab Yuna dengan muka polos dan tidak bersalahnya.


👩🏻:"Hahaha tidak apa apa. Memang benar yang kamu katakan, kondisi ekonomi keluarga saya waktu itu memang kurang dan cukup memprihatinkan. Tetapi.." lagi lagi ucapan Vanes terpotong oleh ucapan pak dosen.


👩🏻:"Hmm.. Oke pak, maaf merepotkan bapak." jawab Vanes sambil tersenyum ramah kepada pak dosen.


Dan respon nya hanya di senyumi kembali oleh pak dosen.


🗣:"Asal kalian semua tau, terutama Yuna." ucap pak dosen sambil menatap tajam ke arah Yuna.


🗣:"Ka dosen kalian ini, ka Vanes dia memang berumur 18 tahun, seumuran dengan kalian semua tetapi otak iq kecerdasannya melampaui jauh dari kalian dan orang orang pada umumnya.. Sangat jarang ada orang yang mempunyai kelebihan seperti ini di dunia, bahkan masih bisa di hitung pakai jari." sambung pak dosen lalu ia diam sejenak,


Kemudian respon para mahasiswa mahasiswi di ruangan itu beraneka ragam, ada yang terkejut, masih ada yang tidak percaya dan lain lain terkecuali keempat mahasiswa di pojok ruangan itu yaitu Devine, Brian, Kent, dan Noel. Ketiga laki laki itu menoleh ke arah Devine.


🧑🏻:"Brian, emang Esa juga punya iq yang sama tinggi nya kayak gue?"


Brian mengganguk.

__ADS_1


👦:"Setau gue sih iya.. Tapi ga tau pastinya juga gimana, coba aja dengerin pak dosen ngomong siapa tau dapet info."


Devine hanya mengganguki penuturan Brian, sehingga Devine, Brian, Kent, dan Noel kembali memusatkan perhatian nya lagi kepada pak dosen.


🗣:"Sekarang kalian semua tau kan, kenapa Vanes tidak perlu kuliah lagi seperti kalian?"


👬 #1 :"Wishh gila sih ini mah, ka Vanes udah cantik, body goals, baik, ramah, pintar pula.. Paket lengkap ini mah wkwkw."


👬 #2 :"Iyaa idaman banget. Btw kalau dia ga kuliah aja udah pinter, apalagi kuliah anj*rr." (Btw \=> by the way/ngomong ngomong)


👬 #1 :"Iya yaa.."


🗣:"Dan soal Vanes mau bekerja sebagai guru pengganti sementara di kampus ini.. Harusnya kalian itu bersyukur! Orang seperti Vanes ini jarang ada nya, kalau bukan karena alasan pribadi, mana mau dia bekerja di kampus ini. Kalau dia mau bisa saja dia bekerja di pemerintahan atau luar negeri.. Orang seperti dia ini lebih di butuh kan di luar negeri asal kalian tau."


🗣:"Kamu dengar tidak Yuna?" tanya pak dosen dengan nada sedikit tinggi dan menekan.


**Penasaran kelanjutannya? Ikutin terus yuk novel "Dosen ku ternyata cinta pertamaku?!"


Ingat untuk mendukung novel ini dengan cara klik favorit, like, share ke teman teman kalian, jangan lupa tinggalkan komentar kalian! Dan juga beri vote, tip dan bintang/rate nya.


Dukungan dari kalian adalah semangat saya untuk terus berkarya;)


Maaf jika ada salah kata dan menyebabkan ketidaknyamanan pengalaman pembaca dalam novel ini..


Sampai bertemu di next chapter!


Terima kasih🙆🌸


#salam penulis**..

__ADS_1


__ADS_2