Douluo : Raja Elf

Douluo : Raja Elf
1


__ADS_3

bumi.


"Untuk peserta bernama Ali, silahkan maju!" Ucap pembawa acara meneriakan nama.


Lalu seorang remaja maju dan naik menuju panggung, ia bernama ali. Lalu seseorang memberikan sesuatu kepadanya, sekantong buku.


"Selamat Ali, kau bisa menjawab semua pertanyaan" Ucap orang itu, lalu Ali salam kepadanya, ia adalah seorang guru.


"Terimakasih, bu, aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi!" Ucapku tersenyum kecil, aku tidak bisa lebih, karena aku sangat kelelahan, jadi setelah acara selesai, aku langsung pulang.


***


"Aku pulang..." Ucapku membuka pintu, tetapi seluruh isi rumah sepi, hanya suara jam dinding yang terus berputar.


Aku menatap sedikit sayu, lalu menoleh kearah pigura foto, terpampang foto keluarga, tatapanku semakin sayu, sebelum menarik nafas dan mengeluarkannya, lalu aku mulai pergi untuk mandi.


Setelah memakai kaus tipis dan celana pendek, aku pergi ke kamar, berbaring nyaman di kasur, sambil menatap langit langit rumah yang telah banyak sarang laba laba.


Aku memikirkan banyak hal, dan mengenang masalalu.


satu jam berlalu, aku menghabiskan waktu hanya untuk asik melamun ria, lalu teringat sesuatu, 'Satu minggu lagi aku lulus sekolah.. Tak akan bertemu teman teman lagi dalam jangka panjang, mereka telah siap bekerja, sedangkan aku.. Hanya bisa menganggur untuk sementara, tak tahu sampai kapan' Batinku.


Hidupku selalu sepi, hanya disekolah lah yang mengisi kekosonganku, tapi beberapa hari ini banyak temanku lulus awal, karena percuma sekolah yang lagi cuti menunggu kelulusan, hanya membuang waktu mereka.


Akhir akhir ini aku mulai berubah, yang awalnya super malas, karena di tuntut bekerja keras oleh guru untuk lulus, aku melakukannya.

__ADS_1


Dan puncaknya adalah memenangkan lomba quis, memang hal biasa, tapi bagiku itu cukup luar biasa, memenangkan banyak sekali buku, dan kebanyakan dari buku itu adalah novel fiksi.. Aku belum memberi tahu, sekolahku juga akan berhenti beroprasi.. Untuk sementara, karena akan di ubah keseluruhannya, buku buku pun akan diganti, dan mereka memutuskan untuk membuat quis dan akan dibagilan kepada murid murid yang menang, yah memang yang kalah juga dapat.. Tapi tak sebanyak pemenang dan keadaan buku tak sebagus pemenang.


Yang mengikuti quis itu ada lima orang, tiga adalah adik kelasku, hanya aku dan seangkatan yang berada di kelas lain yang mengikuti.


Sebagian besar buku buku tidak aku bawa, nanti ada petugas yang membawa mobil kerumahku, karna saking terlalu banyaknya buku yang harus dibawa.


Meski rumahku sedikit tua, tapi cukup luas, aku tak mempunyai ponsel, tv, atau teknologi canggih lain, jadi semua buku itu akan membantuku menghilangkan bosan.


***


Satu minggu.


Aku menatap foto, hanya sedikit yang ikut berfoto, tapi ada banyak orang di foto itu karena dari kelas lainnya, 90% yang seangkatan denganku telah lulus lebih awal, sebuah keajaiban banyak murid cerdas yang lulus di sekolah ini, dan itu menaril banyak minat dari seluruh negeri untuk bersekolah disini, karena, ada seorang guru seperti profesor yang sangat jenius, bekerja disini, entah apa alasannya, aku tak tahu.


Karena sekolahku dominan yang sekolah adalah siswi perempuan, jadi di dalam foto, laki laki hanya ada enpat orang, aku menatap perempuan yang duduk di sebelahku, yang membuat wajahku terlihat gugup dan tegang di dalam foto, aku langsung memasukan foto itu kedalam tas, ya, aku satu satunya yang mendapatkan foto fisik, karena tak mempunyai ponsel, tapi sepertinya tak ada yang istimewa dengan itu, semua murid lain juga pasti ingin mencetak foto yang sama sebagai kenangan.


Aku naik ke mobil angkutan umum, kebetulan jalan menuju rumahku harus melewati jalur kereta, dan saat itu.. Aku mati.


Pembatas jalan rusak, mobil yang berisik oleh musik kencang, getaran kereta seperti tidak dirasakan oleh supir. Aku yang duduk di kursi paling belakang mencoba berteriak, tetapi nihil, pandangan kanan kiri tertutup oleh rumah warga sekitar, mobil bergerak sangan kencang.


***


Daratan yang mirip dengan fantasi negara cina, di gang sebuah pasar, seorang anak kecil kurus tengah ditendang oleh orang dewasa.


"Dasar bajingan! Kecil kecil sudah belajar mencuri!" Ucap salah satu yang menendang anak itu.

__ADS_1


"Cuih!3×" ketiga orang itu meludah tepat diatas rambut anak kecil kurus itu yang telah tergeletak tak sadarkan diri.


Dan.. Anak yang telah berjuang itu.. Telah mati, tulang lengan kiri patah, kaki kiri retak, dan memar dimana mana, perut sobek, darah mengalir perlahan.


Tak sampai satu menit, segerombolan burung datang, paruh mereka sedikit merah kuning, seperti bercak darah, mereka adalah burung pemakan daging.


Saat para burung itu menghampiri mayat anak kecil itu, sebuah dentuman keras muncul dari ruang kosong, menghempaskan segerombolan burung itu ke dinding, dan semua burung itu mati.


Ajaib, wayat anak kecil itu perlahan membaik, tulang tulang kembali utuh, bahkan sedikit lebih kuat, kulit dan robekan di perut sembuh, seluruh organ dalam kembali berfungsi, jantung perlahan mulai berdetak kembali..


Dentuman keras tadi menarik banyak perhatian warga dipasar, mereka mulai mencari tahu asalnya dari mana, tetapi sesosok telah menemukan anak itu terlebih dahulu, dan membawanya entah kemana.


***


Namaku Ali, panjangnya Ali Aldebaran.


Keluargaku hanya tersisa aku seorang, Aku masih ingat, sebelum kecelakaan, Aku dilempar oleh ayahku ke sungai, dan mobil yang keluargaku tumpangi ditabrak oleh truk.


Aku melihat semua itu, sebuah keajaiban aku masih waras, mentalku tak terlalu kaget, karena sebelum aku dilempar..


"Ali.. Kau harus bisa merelakan kami, kalau kau tak bisa, kau adalah pecundang, dan kau bukan dari keluarga kami jika seperti itu, INGAT ITU!" Ucap ayahku, memberikan pesan terakhirnya.


Ayahku memang sedikit aneh.. Dia bahkan menamaiku seperti karakter di novel fiksi..


***

__ADS_1


(Author : kemungkinan besar, fanfic yang akan ku tulis terus hanya ini, Tangyin the senses, dan sistem perpustakaan.)


__ADS_2