
"Tidak!!" Ucapku mengigau cukup keras, bangun dari tidur yang terasa amat panjang, memoriku dan memori yang aneh seperti bersatu, otak seperti memaksaku untuk segera sadardari tidur.
"Kau sudah bangun.. Bocah." Ucap suara di sebelahnya, suara yang cukup seram.
Tanpa sadar aku menoleh, bahasa yang aku kenali, dan saat melihat orang itu, aku langsung mundur seketika, ketakutan melihat wajahnya.
satu mata seperti bengkak merah dengan luka, dan wajahnya penuh dengan luka, saat orang itu melihat reaksiku, ia hanya tersenyum kecil, menganggap sudah terbiasa.
"Siapa kau?" Ucapku sambil membuat kuda kuda bertarung dengan pose teknik totokan, yang pernah aku pelajari.
"Oh? Kau mengetahui teknik totokan? Dan.. Kau juga bisa bahasa klan bumi yang sama denganku" Ucap orang itu tertarik dan keheranan.
Orang itu kembali berkata, "Aku tidak tahu mengapa aku ada disini, dunia dengan kekuatan aneh, melebihi semua klan dunia pararel, bahasa disini juga rumit, tetapi sekilas mirip gabungan beberapa bahasa klan bumi lainnya.. Dan kau.." Ucap orang itu membuat wajah curiga, yang membuatnya semakin seram.
Glekk* Aku menelan air liur dengan gugup, masih tak tahu situasi apakah ini, tetapi jika menyimak semuanya, ia memandang orang di depannya seperti seseorang.
"Apakah kau yang telah menyelamatkanku dari orang orang itu?" Ucapku memberanikan diri untuk berbicara.
Orang itu menatapku sejenak, sebelum berkata dengan wajah datar, "Tidak juga, aku hanya penasaran kenapa ada seseorang yang bisa meregenerasi organ tubuhnya secepat itu, tanpa menggunakan teknik regenerasi apa, dan itu lebih hebat dari pada putri bulan, yah.. Aku tak tahu sekarang keadaannya bagaimana." Ucap orang itu berkata dengan santai dan membuat bingung, tetapi tentu saja aku yang telah menebaknya tahu siapa yang ia maksud.
Otakku mulai bekerja cepat, tebakannya tepat! Orang di depannya mirip sekali dengan seseorang!
"Putri bulan? Siapa itu?" Ucapku heran dengan wajah polos.
Ia menatapku, dan sepertinya tak berniat menjawab sama sekali, ...sesuai sekali dengan yang aku bayangkan..
Lalu ketika aku melamun, ia tiba tiba berkata, "Bagaimana kau melakukan itu?"
"Melakukan apa?"
"...Regenerasi."
"O..Oh.. Aku tak tahu, tiba tiba saja aku bisa melakukannya, atau tubuhku? Aku beneran tidak tahu." Jawabku meyakinkan, tetapi lawan bicaranya ini seperti tak mendengarkan, malah pergi mengambil banyak ranting di sekitar.
Aku menatapnya, semakin lama, orang itu semakin mirip yang ada di dalam pikiranku, lalu sebuah pemikiran muncul di benakku saat itu juga.
__ADS_1
'Apakah aku bertransmigrasi di dunia pararel? Tapi.. dia bilang dia juga tersesat, sebenarnya dimana aku sekarang? mengingat ingatan tubuh ini.. Douluo dalu?!' Pikirku cemas sendiri setelah mengetahui ini dimana.
Orang itu yang melihatku hanya diam, berteriak, "Aku telah menolongmu, dan sekarang kau harus mencari makanan di hutan!" Ucapnya sambil menyeret kayu yang cukup besar untuk dipotong menjadi lebih kecil.
Kebetulan mereka ada di luar hutan, warna langit juga telah menjadi warna jingga dengan bola api raksasa di ujung barat.
Aku menatap orang itu tak percaya, dan tanpa sadar berkata, "Bukankah kau bilang tak menolongku? Mengapa aku yang harus mencari makanan?!" Ucapku tak terima, melupakan bahwa sekarang aku anak kecil berumur sekitar 6 tahun.
"Tapi aku yang membawa ketempat yang aman dari para warga yang memukulimu itu karena mencuri, atau.. Kau ingin aku membawamu ke tempat mereka?" Ucap orang itu sambil melempar beberapa ranting ke tanah, dan melakukan gesekan sederhana, membuat api.
"...Aku tak mau!" Ucapku sambil mengarahkan tangan untuk menotoknya, tetapi saat tanganku mengenai kulitnya, rasa sakit merambat dengan cepat.
"Aduh! Aduh! Fuh! Fuh!" Lenganku sakit, aku meniup niupnya dengan air mata yang keluar karena rasa yang amat sakit.
Orang itu baru menoleh, seperti tahu yang akan terjadi, ia tersenyum kecil, "Dan kau jangan mencuri makanan dari warga untuk membuat tugasmu menjadi lebih mudah." Ucapnya kembali melempar ranting.
'Tubuhnya kuat sekali!' batinku yang masih merasa sakit di jari, mulai pergi kearah hutan dengan kepaksaan untuk mencari makanan.
***
'Bahaya!' Batinku panik, segera memanjat pohon terdekat, tetapi pepohonan disini tinggi dan besar, jari kananku juga sedang sakit, alhasil aku terjatuh.
Gedebuk* Aku telah siap menghadapi kemungkinan terburuk, tetapi setelah menutup mata dalan waktu yang cukup lama, aku tak merasakan apapun selain angin dingin malam yang membuat tubuh menggigil kedinginan.
Sebuah suara familiar mengagetkanku, "hei nak, mau sampai kapan kau menggigil ketakutan? Sudah 3 menit berjalan."
"Apa?" Aku menoleh kebelakang, orang menyeramkan tadi tengah memotong dan menguliti tubuh hewan bertantuk besar, aku merasa malu saat kejadian tadi.
"Kau lumayan untuk memancing makanan, tidak seperti bocah jarang mandi itu, aku telah membersihkan dan memotong daging banteng ini, kau bawa ini." Ucap orang itu menyerahkan kepala banteng, yang membuatku menelan ludah, darah masih berceceran di sana, itu cukup menyeramkan di tengah gelapnya hutan malam hari.
Tapi ketika orang itu telah pergi jauh, aku segera membawa kepala banteng itu dan lari secepat yang aku bisa.
***
Jam 9 malam, hamparan rumput hijau, langit gelap dengan cahaya bulan purnama, dan cahaya bintik bintang tak terhitung jumlahnya.
__ADS_1
2 orang tengah membakar sesuatu, api unggun menyala berkobar melahap kayu bakar, lalu setelah daging matang, salah satu dari orang itu langsung memakannya tanpa takut panas.
Makan tanpa berbicara, mereka menghabiskan makanan dan sisanya disimpan oleh orang itu entah dibawa kemana.
"Terimakasih untuk makanannya, enak sekali, paman, bolehkah aku bertanya?" Setelah melihat kebaikan orang ini, aku memberanikan diri untuk bertanya.
"ng" singkat keluar, mengizinkan.
"Siapa kau? Mengapa fisikmu sedikit berbeda dengan manusia lain?- maksudku bukan luka itu." Ucapku takut salah berbicara.
setelah acara makan selesai, ia menatapku, "Aku sendiri yang seharusnya bertanya kepadamu, ada anak kecil aneh sepertimu sungguh mencurigakan, perilakumu tak seperti anak kecil berumur 6 tahun, dan entah mengapa kau sedikit mengingatkanku pada seseorang" Ucapnya menatapku yang membuat wajahnya semakin seram dipandang.
"Ee.." Aku tak bisa menjawab, aku merasa rahasia transmigrasi harus dirahasiakam sangat rapat.
"Jika tak mau memberi tahu.. Sudahlah, siapa namamu?" Ucapnya kembali bertanya.
Aku bernafas lega, "Namaku Yin Wuxing, itu nama yang diberikan orang tuaku, mereka telah membuangku sejak bayi, aku tinggal sendirian selama ini.. Jadi jangan heran jika aku selalu berbicara aneh.." Ucapku, mengingat 2 kesepian, yang dialami pemilik tubuh sebelumnya, dan diriku sendiri di dunia sebelumnya.
"Aku mengerti." Ucapnya sambil mengangguk, lalu ia melemparkan sesuatu.
Aku sigap menangkapnya. "Itu adalah tempat tidur, kau bisa memakainya." Ucapnya, lalu ia mulai membuat tenda.
Aku hendak protes, diluar dingin, kenapa aku harus pakai ini?. Tetapi semua itu tertahan, setelah tubuhku memasuki tempat tidur ini, resleting tertutup otomatis, sesuatu yang yang panas mulai muncul di dalam tempat tidur, membuat tubuhku hangat, entah teknologi semacam apa yang ada di dalamnya.
***
Pagi hari, aku bangun diatas rerumputan, tenpat tidur itu telah menghilang, aku mulai membuka mata, melihat matahari terbit diarah timut.
Dan saat aku bangun, orang itu telah menghilang, semua bekas dan bukti telah menghilang tak bersisa, seperti tak ada yang berkemah semalam.
Aku mencari cari orang itu, tetapi tidak menemukannya di manapun, saat aku kembali, terlihat sebuah benda, tadi benda itu tak ada di sana, mencurigakan.
Tetapi setelah didekati, ada sebuah kertas dengan tulisan, saat aku baca dengan hati hati, tertulis, "Tulang tulang itu bisa kau jadikan senjata, apalagi kedua tanduk itu, sangat kuat dan tajam, aku pergi." -Master B.
Aku menatap semua tumpukan tulang itu..
__ADS_1