Douluo : Raja Elf

Douluo : Raja Elf
8


__ADS_3

"Sheleshai..!!" Ucapku berteriak kearah langit, matahari telah jatuh perlahan di ufur barat.


"Sudah selesai? Kalau begitu besok akan kuajarkan teknik dasar, fisikmu telah terbiasa, juga staminamu telah sedikit meningkat." Ucap master B mengangguk puas, lalu memberikan ikan bakar matang dan air bambu menyegarkan dikala haus.


Aku yang masih lelah mengatur nafas langsung senang setelah menerima semua itu, latihannya semakin gila saja, setiap hari bertambah beberapa meter dari sebelum sebelumnya! Aku tak menghitungnya selama 3 bulan ini karena teramat lelah untuk berpikir.


Aku lahap memakan ikan bakar, tak lupa mengeluarkan seluruh tulangnya dengan tepat, master B mengajariku banyak hal terlepas mengajariku untuk jadi kuat.


Sebenarnya aku bisa saja makan tanpa perlu mengeluarkan tulang ikan terlebih dahulu, tapi pengalamanku tentang tersedak oleh tulang ikan sangat menyeramkan, tulang ikan di dunia ini sedikit lebih keras, dan aku masih kecil, dan bukanlah seorang master roh, jadi akan kesulitan menelan tulang ikan itu. Aku tidak mau merepotkan master B terlalu jauh.


"Kau makan saja menyusahkan diri sendiri" Komentar Master B setelahnya setelah aku berpikir seperti tadi.

__ADS_1


Sepotong bulan sabit mulai muncul di langit senja, malam mulai datang perlahan.


"Guru.. Jika aku lulus dari ujian bertanding.. biasakah kau ajari aku beberapa teknik yang berguna di hutan nanti? Aku akan hidup di hutan rimba, mengikuti hukum rimba.." Ucapku setelah makan.


Sebelum menjawab, Master B menatapku sekilas dengan wajah seramnya yang padalah itu ekspresi biasa, tapi cukup membuatku takut.


"Kau bukan berasal dari klan manapun, akan susah sekali bahkan mustahil untuk kau pelajari, tapi aku bisa mengajarimu Teknik beladiri Fisik, itu lebih dari cukup saat kau sudah menjadi master roh." Ucapnya, lalu bangun dari tempat duduknya, "Jangan membuang sampah sembarangan, kubur bekas makanmu, lalu terserah kau mau apa lagi, tapi ingatlah, kita akan memulai latihan besok pagi jam tiga!" Ucapnya sebelum menghilang.


Bajuku semakin lusuh saja setiap harinya, sekarang bahkan lebih parah dari sebelumnya, aku tak mempunyai alas kaki, sebab itulah kadang kadang ada cacing parasit yang masuk kedalam kakiku, untungnya master B selalu membantuku mengeluarkan parasit itu dengan mudah, itulah salah satu alasan aku tak mau terlalu merepotkannya.


Hari semakin malam, meskipun langit semakin redup tetapi cahaya bulan dan bintang bisa mengatasinya, saat hendak kembali aku memandang langit yang cerah tak ada awan.

__ADS_1


'Ayah.. Ibu.. Aku merindukan kalian.. Ayah maafkan aku yang selalu menganggap remeh ceritamu, ibu maafkan aku yang selalu membantah perintahmu..' Batinku kembali teringat.


Malam itu, memori itu kembali muncul seperti sungai yang mengalir deras, membuatku tidak bisa tidur dibuatnya.


Sebelum fajar tiba, sebuah teriakan menakutkan membangunkanku dari tidur, aku mengucek ucek mata yang rapat, menutup mulut saat aku menguap, menggaruk kulit yang gatal karena nyamuk.


"Bangun!" Itu adalah suara master B, ia berteriak karena aku bangun terlambat dari kesepakanan. Aku tidur terlalu malam karema pikiran semalam.


Aku segera lari, pemanasan, senam ringan menggerakan badan, Push up, 1 jam aku melakukannya, lalu saat aku selesai, aku menyaksikan kembali gerakan Perfettu.


Dan saat pagi, dimulai lah latihan tanding, yang akan dilakukan 3 bulan kedepan.

__ADS_1


__ADS_2