Douluo : Raja Elf

Douluo : Raja Elf
6


__ADS_3

Aku membuka kelopak mataku yang terasa berat, dan aku melihat sekeliling, ruangan sempit dan cahaya remang yang terlihat.


'Dimana.. Ini? Apa yang terjadi padaku setelah terbawa arus?' Batinku mempertanyakan, telingaku terasa tersumbat, mataku memerah, efek dari tenggelam belum hilang.


Terdengar bising diluar, dan seperti ledakan ledakan menggelegar, tidak lain itu adalah hujan lebat beserta petir yang menyambar.


"Wahai." Terdengar suara dari sisi kiri, dari depan jendela, aku menoleh, sesosok manusia berbadan besar, dengan satu mata merah dengan luka.


"Batozar?" Ucapku tanpa sadar, yang membuat orang di depanku melipat dahi.


"Dugaanku benar, kau memang bukan dari dunia ini, mati, terluka, semuanya akan sembuh dengan cepat" Ucapnya nada datar serta dingin.


Glekk 'Aku lupa kalau dia pengintai terbaik..' batinku gugup, tapi aku akan berusaha..


"Apa maksudmu..?? Aku tidak mengerti-" belum selesai nada bicaraku, langsung disela.

__ADS_1


"Wahai, tidak usah berbohong, dan dari ucapanmu tadi, kau tahu siapa diriku, dan kau sudah menebaknya jauh jauh hari siapa diriku. Aku mengamatimu selama lima hari sebelum kematianmu di gang sempit itu, Prilakumu, sifatmu, gayamu, semuanya berubah, kau tahu bahasa klan bumi, kau tahu siapa diriku. Jadi, siapa kau sebenarnya?" Ucapnya, telak.


Aku terdiam, dari dulu aku memang tidak punya kesempatan untuk melawan, Huff "Baiklah, tetapi sebelum itu, aku sedikit heran dengan ini, aku mengira engkau sepertinya terlewat penasaran denganku, ada beberapa sifat yang sedikit berbeda" Ucapku, yang membuatnya terbatuk pelan.


"Aku memang seperti dugaanmu, tapi aku tidak akan menceritakan kenapa aku tahu engkau, Nama asliku adalah Ali aldebaran, kau familiar?" Ucapku sedikit terkekeh, Astaga, berinteraksi seperti ini yang selalu aku impikan. Bahayangkan saja jika kau menonton atau membaca suatu cerita, dan kau menjadikan mereka favorit, lalu kau berinteraksi dengannya, kau akan tahu.


Master B terdiam, bagaimana ia tak familiar? Ia baru meninggalkan orang dengan nama yang mirip beberapa hari yang lalu, dan kini ia semakin penasaran.


"Mati dan terluka? Kau selama ini selalu mengintaiku? Dan sepertinya kau yang menyelamatkanku dari tenggelam di sungai, jadi, Terima kasih!!" Ucapku memberi hormat dan membungkuk, lalu bersalam.


Air mata mengalir, ia tak menyangka akan diselamatkan kembali dari tenggelam yang membawa kenangan itu lagi.


Setelah berterima kasih, Wuxing memandang keluar jendela yang sedang hujan lebat, tiba tiba, aku menanyakan sesuatu yang mengagetkan master B.


"Aku mungkin akan menceritakan semua itu nanti, apakah kau bisa mengajariku menjadi kuat? Aku mohon padamu, Guru!" Ucapku tanpa rasa malu.

__ADS_1


Mata master B sedikit berkedut, entah mengapa ia merasa anak di depannya ini lebih parah dari pemuda yang ia kenal dulu.


'Sekarang aku sangat lemah, setidaknya saat aku belajar bela diri, aku bisa membela diri saat ada penjahat yang akan berurusan denganku!' Batinku.


Entah permintaannya diterima atau tidak, tapi master B segera menghilang dari hadapannya, "Aku akan melihat usahamu nanti" ucap suara bergema di dalam ruangan.


Aku menyeringai lebar karena sangat senang, "Aku akan berusaha semampuku!!" Ucapku girang, tanpa tahu esok harinya akan menderita.


***


"Wahai! Cepat! Jangan lambat! Jangan malas! Kau seorang reinkarnasi! Dan tubuhmu kuat! Jangan sia siakan hal itu karena rasa malasmu itu!" Ucap master B memberi perintah. Sudah 10 menit aku berlari, push up, dan olah raga lainnya.


Aku dibangunkan jam 02:10 malam untuk pemanasan, rasa rasanya aku hanya terlelap amat bentar, jam 02:30 aku mulai berlari mengelilingi rumah tua yang aku diami saat ini, jam 03:00 aku mulai push up, jam 03:20 mulai dibimbing oleh master B tentang gerakan gerakan dasar beladiri, mirip dengan silat.


Setelah itu berhenti, ia bilang akan dilanjutkan nanti, sekarang istirahat sebentar, aku mengangguk syukur, fisikku belum siap dengan latihan keras seperti itu.

__ADS_1


Master B menghilang, aku mencarinya kesekitar, dan melihatnya melakukan gerakan aneh, ia berada di tanah lapah 10 meter dari tempat tadi, dibawah sinar cahaya bulan, ia melakukan gerakan aneh itu, aku takjub belihatnya.


'Inikah perfettu? Keheningan.. ' Batinku memperhatikan tanpa berkedip.


__ADS_2