Douluo : Raja Elf

Douluo : Raja Elf
4


__ADS_3

"Mengapa kau membawa tombak di punggungmu?" Itu pertanyaan pertama Kakek tua yang akan membangkitkan martial soulnya.


"Untuk berburu" Ucapku singkat.


Kakek tua itu mengangguk pelan, di zaman ini, tak heran, anak kecil yang mencoba berburu untuk bertahan hidup.


"Namamu?" Tanya kakek itu kembali.


"Yin Wuxing, Panggil saja aku Yin." Ucapku tak sabar.


Kakek itu menggelengkan kepalanya, mengerti nada bicaraku yang tak sabar itu, "Anak muda yang tidak sabaran." Ucapnya, aku hanya tersenyum canggung.


Batu batu hitam dengan pola aneh muncul, aku segera berdiri di tengahnya, Kakek tua itu memulai, energi hangat mulai masuk kedalam tubuhku.


Segera, Langit berawan mulai terbelah, memperlihatkan langit biru(mungkin beberapa orang melihatnya ungu), Sebuah gulungan muncul di tangan kanan, saat gulungan itu muncul, suhu menurun drastis, tetapi secara bersamaan juga menghangat, ini mirip seperti di luar angkasa sana.


Kakek itu tertegun sejenak, segera dalam benaknya menebak, 'Roh beladiri kuat!'


Tetapi, sebuah siluet putih muncul di belakang wuxing, telinga runcing, mahkota bulan, sesuatu mirip bulan sabit di belakangnya melayang, mata bercahaya putih susu, rambut putih, tetapi siluet itu menghilang bahkan tak sampai 1 detik.


Kakek tua itu tak melihatnya, tapi seseorang di sudut sana melihatnya.


***


Wuxing mengepalkan tangan kiri, menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


"Baiklah, selanjutkan letakan lenganmu diatas bola ini" Kakek itu memberi tahu.


Aku mengangguk, meletakan tanganku disana.


Sttt


Aku merasakan energiku diserap oleh sesuatu, rasanya seperti menyumbat aliran air tapi sambil berenang di dalamnya, dan tarikan ini sedikit lebih kuat.


Segera cahaya kebiruan muncul dari dalam bola bening itu, perlahan cahaya menjadi lebih terang, dan menyilaukan, menerangi seluruh ruangan.


Kakek tua disebelahku mulutnya menganga. Itulah yang aku hayalkan, nyatanya, hanya ada cahaya redup yang keluar dari bola bening itu.


Suasana legang sejenak, lalu kakek itu bergumam, "Roh beladirinya seakan akan berkuasa, tetapi kekuatan rohnya hanya 1! Hanya kentut!."


Dan yah, Aku keluar lebih cepat tanpa "Ditawari" seperti yang aku bayangkan, dan membayangkan "Jual mahal" untuk bergabung.


Aku menatap bangunan mewah besar itu sejenak, sebelum melanjutkan untuk pergi tanpa arah tujuan, sambil mendapatkan tatapan aneh dari orang orang yang aku lewati.


Bajuku lusuh, badan bau, rambut panjang berantakan, compang camping. Untung saja nafasku tak bau, karena aku menemukan batang pohon ajaib di hutan yang bisa membersihkan gigi, itulah rahasiaku, sepertinya itu adalah tanaman berharga tingkat rendah.


Sepuluh menit berjalan.


'kemana arah tujuanku? aku tersesat, ini lebih membingungkan daripada diluar kota dulu saat aku masih kecil tersesat, ini dunia lain! Dan, sepertinya ini zaman dimana Putra keberuntungan belum lahir!' Gumamku masih fokus berjalan, kota ini amat luas.


20 menit berjalan, ini telah keluar dari pusat kota soutuo, sekarang pemandangannya sangat asri, pesawahan, hutan, sungai.

__ADS_1


"Huaa" Terdengar suara seperti tangisan di arah kanan, arah dari sungai.


Yin wuxing terdiam, seketika ia mengingat adegan yang sangat amat familiar seperti ini, tapi kejadian tadi masih membekas di benaknya, jadi ia tak peduli, dan melanjutkan perjalanannya.


'Aku beruntung mempunyai Roh beladiri ganda, meskipun kekuatan rohku sebaliknya, aku tidak mau mengambil resiko sok pahlawan dengan keadaan lemah.' Batinku menegaskan.


Ia tidak tahu, tangisan tadi memanglah jebakan, jebakan perampok yang habis menjarah seluruh harta dari desa yang akan Wuxing lewati.


***


Sementara itu, Master B yang sejak keberangkatan Wuxing ke kota soutuo, mengikuti, dan terus mengintai, 'Sepertinya ia mendapatkan peringkat rendah, yang akan susah untuk berkembang, jika aku melatihnya... Entah bagaimana susahnya, melatih Seorang putri murni tanpa guru sebelumnya saja susah, apalagi ini?' Batin Master B, menotok seluruh perampok itu dalam sekejap, lalu menghilang kembali mengikuti Wuxing.


"Raja, yang menikah dengan gadis misterius, dan meninggalkannya begitu saja." Nyanyian pendek seorang pembantu istana secara diam diam.


"Sttt! Kau mau mati?!" Ucap pembantu lain memperingatkan.


"Ma-af, Aku sedang kesal dengan raja yang seenaknya menyiksa anakku untuk menjadi prajurit hanya untuk mati!" Ucapnya membela diri dengan nada sepelan mungkin.


"Huff.. Tak ada yang bisa mencegah hal itu, Starluo, Heavendou, semua itu tak dapat dipisahkan dari peperangan, dan kita sebagai orang biasa, harus menurut kepada orang berkuasa, Heavendou sedang kekurangan tenaga saat ini, Starluo berkembang pesat dengan militernya, sementara negara ini hanya peduli dengan Pangeran yang berebut tahta." Ucapnya juga tanpa sadar.


Dan, seseorang tengah menguping mereka, segera, saat itu juga, dua kepala bergelinding di antara piring piring berbusa, darah segera bergenang.


***


Aku tertegun menatap di kejauhan mata memandang, asap mengepul menuju langit, cahaya merah terlihat jelas, KEBAKARAN!

__ADS_1


Aku segera berlari, melihat sebuah desa porak poranda, dilahap Sijago merah, dan kerusakan yang dibuat senjata tajam dimana mana.


__ADS_2