DRAGON CRISTAL

DRAGON CRISTAL
BAB 1. Another World


__ADS_3

Aamon Satria Duka adalah seorang siswa berkulit putih dan tampan yang menyukai ketenangan serta suka menyendiri.


Seperti biasa setelah bel istirahat berbunyi Aamon keluar dari kelasnya lalu pergi ke belakang sekolah. Di belakang sekolah terdapat satu pohon beringin yang rimbun, Aamon selalu menghabiskan waktu istirahatnya di sana, karena di sana sangat jarang ada orang, sehingga Aamon dapat menikmati ketenangan di sana.


Selang beberapa saat datang seorang wanita dengan tubuh rada pendek.


"Eeh,, Aamon kau sering di sini rupanya!!! pantas saja aku tak pernah melihat mu pada saat jam istirahat" Ucap wanita itu kepada Aamon.


Aamon tampak bingung, kenapa wanita itu bisa mengetahui namanya.


"Kau siapa???" Tanya Aamon.


Mendengar pertanyaan Aamon, wanita itu menggeleng kan kepalanya.


"Ya ampun Kau ini, pantas saja Kau itu tidak punya teman, Kau bahkan tak ingat nama teman satu kelasmu" Keluh wanita itu kepada Aamon.


"Dengarkan baik-baik dan ingat! Namaku adalah Sena Natasya"


"Oh" Jawaban paling mengesalkan keluar dari mulut Aamon. Jawaban Aamon membuat wanita itu menghela nafas.


"Hey, kau yang bertanya, setidaknya berilah respon yang baik"


" Oh (sambil meniru cara bicara Amon"


" jawaban mengesalkan apa itu"


Aamon tak merespon perkataan dari wanita itu.


Meskipun tak mengenal wajahnya, tapi Aamon tau siapa wanita itu dengan mengetahui namanya.

__ADS_1


Wanita itu adalah Sena Natasya, siswi paling berisik dan paling aktif di kelasnya. Dengan kata lain dia adalah kebalikan dari Aamon.


DING,,,,DONG WAKTU ISTIRAHAT TELAH SELESAI, SILAHKAN KEMBALI KE KELAS.......


Setelah mendengar itu Aamon pun langsung berdiri. Dan mereka berdua akan kembali ke kelas. Namun tiba-tiba muncul cahaya yang sangat terang sampai menyilaukan mata mereka hingga mereka tidak bisa melihat apapun dalam beberapa detik, kemudian setelah cahaya itu lenyap mereka berdua terkejut, bingung,heran,apapun itu karena mereka tidak melihat pemandangan sekolah melainkan mereka melihat pemandangan hutan.


Pada saat itu muncul banyak pertanyaan di benak mereka, seperti Dimana ini??? Kenapa aku ada disini??? Kemana hilangnya sekolah??? Dan banyak masih banyak lagi.


"Hey Aamon!! Apa yang sedang terjadi di sini???" Tanya Sena kepada Aamon dengan wajah yang sangat-amat cemas.


Aamon hanya diam dan tak bisa menjelaskan apa-apa. Dia terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi. Namun orang yang berpikir menggunakan logika seperti Aamon, tak percaya apa yang terjadi.


"Sepertinya kita ada di dunia lain".


"Dunia lain??? Maksudmu sama seperti yang ada di novel dan anime itu" Ucap Sena.


Dengan keragu-raguan Aamon hanya bisa menjawab "Mungkin".


Tiba-tiba sesuatu muncul dari arah semak-semak, Aamon dan Sena sangat terkejut, karna yang muncul di hadapan mereka adalah seekor macan yang ukurannya supuluh kali lebih besar dari ukuran macan biasa.


Aamon dan Sena yang tak bisa mengembalikan tubuh mereka karna ketakutan pun, tak bisa berbuat apa-apa di hadapan macan itu.


Sang macan putih kemudian mengangkat salah satu kakinya dan hendak mencekam Aamon dam Sena.


"Sihir Api: Dinding Api"


Tiba-tiba muncul sebuah dinding api yang membatasi Aamon dan Sena dengan macan itu. Namun dinding itu hanya muncul sebentar kemudian menghilang.


"Sihir Api: Bola Api"

__ADS_1


Kemudian muncul sebuah bola api yang seukuran dengan macam tersebut dari belakangnya, dan bola api itu mengenainya lalu langsung membakar macan itu.


Aamon dan Sena yang melihat kejadian itu hanya terdiam dan heran, dengan satu persatu kejadian yang tak bisa di jelaskan secara logika yang terjadi pada mereka.


"Siapa kalian?"


Tardengar suara pria yang berada tak jauh dari mereka. Aamon dan Sena menoleh ke arah pria tersebut, dan yang mereka lihat adalah seorang pria dengan kulit kuning Langsat,lalu rambut dan mata yang berwarna merah menyala.


"Apa yang kalian lakukan disini???" Sambungan pria itu.


Mereka berdua pun hanya terdiam mendengar pertanyaan Pria itu, Karena mereka memang tidak tahu kenapa meraka ada di sana.


"Apa kalian Tuli???" Ucap pria itu dengan suara lantang, melihat mereka yang tidak merespon pertanyaannya.


Namun tetap tidak ada respon dari mereka berdua, mereka hanya sedikit terkejut mendengar suara lantang dari pria itu.


Kesal karena tidak mendapat respon Pria itu mengeluarkan api dari telapak tangannya dan seperti ingin menyerang.


"Baiklah jika itu yang kalian inginkan!!!"


"Cukup Kira" Tiba-tiba terdengar suara seorang pria paruh baya dari dalam semak tepat di belakang pria itu.


Pria itu pun langsung menghilangkan api yang di telapak tangannya dan mengurungkan niatnya untuk menyerang.


Dari dalam semak keluar seorang pria paruh baya yang semua rambutnya sudah putih karena uban.


Dia melihat Aamon dengan tatapan waspada, ntah apa yang ada di pikirannya. Setelah hanya menatap Aamon beberapa saat pria paruh baya itu berbalik badan lalu berjalan pergi dari tempat mereka, lalu di ikuti oleh pria yang hendak menyerang tadi.


"Apa tidak apa-apa mereka di biarkan guru??" Tanya Pria yang diketahui bernama Kira itu setelah berjalan beberapa saat.

__ADS_1


"Diamlah Kira!!!"


"Bocah itu (Aamon) sangat berbahaya"


__ADS_2