DRAGON CRISTAL

DRAGON CRISTAL
BAB 3. Tenggelam


__ADS_3

Setelah makan, mereka langsung pergi ke tempat yang kosong di tepi sungai.


"Jadi kita mulai dari mana???" Tanya Sila kepada Aamon dan Sena.


"Dari awal" Jawab Aamon.


"Dari awal???" Tanya Sila lagi.


"Ya" Jawab Aamon lagi.


"Baiklah!!!"


Sila sedikit bingung dengan Aamon dan Sena yang sama sekali tak mengerti tentang sihir, yang dimana seharusnya semua orang ketahui.


"Pertama, tentang cara kerja mana" Ucap Sila yang sudah mulai menjelaskan.


"Mana???" Sena.


"Ya,,, mana. Mana adalah sumber dari segala ilmu sihir, dan setiap orang pasti punya mana, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun" Jelas Sila.


"Coba kalian pejamkan mata kalian, lalu fokus, dan rasakan lah sesuatu di dalam tubuh kalian!!!"


Aamon dan Sena pun melakukan apa yang di suruh oleh Sila.


"Wah, ada sesuatu yang mengalir di dalam tubuhku" Ucap Sena setelah melakukannya.


"Nah, sesuatu yang mengalir itulah yang dinamakan mana" Jelas Sila.


'Mengalir???' Batin Aamon, merasa ada yang salah.


"Mana bisa dilatih, dengan cara sering digunakan, semakin sering mana digunakan maka semakin besar mana seseorang" Jelas Sila.


"Ada juga beberapa orang memiliki mana yang besar sejak lahir, biasanya itu disebabkan oleh faktor keturunan, dan ada juga yang karena bakat" Sambungnya.

__ADS_1


"Selesai tentang mana, kita lanjutkan ke yang kedua, yaitu elemen mana"


"Setiap orang pasti memiliki satu elemen mana, elemen mana sendiri terdiri atas 8 elemen alam, yaitu api, air, es, petir, angin, tanah, cahaya, dan kegelapan"


"Pertama-tama kita harus mengetahui elemen mana apa yang kalian miliki"


"Caranya???" Tanya Sena menghentikan penjelasan Sila.


"Ada berbagai macam caranya, contohnya dengan menggunakan ini....." Ucap Sila sambil melepaskan cincin berwarna biru yang di pakainya.


Namun setelah Sila melepaskan cincinnya warna cincin itu berubah menjadi transparan atau tidak berwarna.


"Wah, warna pada cincin mu menghilang" Ucap Sena yang terkesan dengan cincin itu.


"Cincin ini akan berubah warna sesuai dengan elemen mana penggunanya"


"Berwarna merah jika elemen api, biru jika elemen air, kuning jika elemen tanah, ungu jika elemen petir, hijau jika elemen angin, hitam jika elemen kegelapan, dan putih jika elemen cahaya"


Sena pun langsung memakainya, dan cincin itu langsung berubah menjadi merah, tanda bahwa elemen mana yang di miliki Sena adalah elemen api. Lalu Sena melepasnya dan memberikannya kepada Aamon.


Namun ketika Aamon memakainya tiba-tiba cincin itu retak, lalu pecah.


"Apa yang terjadi???" Tanya Aamon setelah cincin itu pecah.


"Itu tandanya kakak memiliki lebih dari satu elemen mana, karena cincin ini hanya bisa menerima satu elemen mana saja" Jawab Sila.


"Lebih dari satu???" Ucap Aamon.


"Ya"


"Apakah itu buruk???" Tanya Sena.


"Tidak justru orang yang memiliki dua elemen mana itu cukup langka" jawab Sila.

__ADS_1


"Lalu bagaimana caranya mengetahui elemen mana ku???" Tanya Aamon.


"Kita harus menggunakan cara lain" Jawab Sila.


"Lalu bagaimana caranya" Tanya Aamon.


"Sebaiknya kita sudahi dulu saja hari ini, hari sudah mulai gelap, para hewan buas akan mulai berkeliaran" Ucap Sila melihat langit yang sudah mulai gelap.


"Baiklah"


Setelah mereka kembali ke gubuk, ada sesuatu yang menganggu Aamon, yaitu apa yang terjadi dengannya ketika merasakan mana tadi.


'Jika Sena merasa ada yang mengalir kenapa aku malah tenggelam' Pikirnya.


*


*


"Apa kau percaya dengan dewa???" Ucap seseorang yang memakai mahkota yang tampak sedang bertanya pada seseorang.


"Tentu saja aku percaya, yang mulia" Jawab orang tersebut.


"Panggil aku ayah!!! kita hanya berdua sekarang" Perintah Raja itu yang ternyata sedang bicara dengan anaknya.


"Baik ayah"


"Apa kau tau apa yang para dewa rasakan ketika baru mendapatkan kekuatannya???" Tanya Raja itu kembali, yang lagi-lagi tentang dewa.


"Tidak, ayah" Jawab sang pangeran.


"Mereka tenggelam" Ucap sang Raja.


Itulah pembicaraan singkat antar Raja dan Pangeran yang ntah berasal dari kerajaan mana.

__ADS_1


__ADS_2