
"Apa kau ingin pulang?"
"Tentu saja, aku sangat merindukan mama, walaupun baru satu hari tapi rasanya sudah bertahun-tahun...." Sena mulai meneteskan air matanya karna mulai ingat dengan ibunya, mengingat dia adalah anak bungsu, dimana dia selalu di manjakan dan tidak pernah di tinggal ibunya.
Melihat Sena yang menangis membuat Aamon terdiam sejenak, lalu mendekatinya, lalu memeluknya dan mengelus belaian rambutnya untuk menenangkannya.
'kok jadi gini?' Ucap Aamon dalam hati.
Setelah Sena mulai tenang, Aamon melepaskan pelukannya.
"Ternyata seorang Aamon satria duka juga bisa meluk wanita rupanya" Ucap Sena dengan tersenyum sambil menghapus air matanya.
"Diam!" Suruh Aamon agar Sena tidak menggodanya,"Lagipula aku juga punya seorang adik perempuan"
"Soal yang tadi, apa kau ingin pulang?" Aamon menanyakan pertanyaan yang sama.
"Tentu saja, tapi bagaimana caranya?"
"Tadi aku menemukan ini. Bacalah!" Aamon memberikan sebuah buku kepada Sena.
"Buku apa ini?"
"Sejarah"
"Kenapa harus membaca buku ini?" Tanya Sena.
"Baca saja! di sana di tuliskan bagaimana cara pulang"
"Ta, tapi"
"Tapi apa?"
"Tapi aku malas membaca, dan juga aku benci pelajaran sejarah" keluh Sena.
Mendengar itu Aamon mendengus, "Ya sudah, akan ku jelaskan secara singkat. Dengarkan baik-baik!"
"Seratus ribu tahun yang lalu dunia ini di pimpin oleh 13 dewa dan 8 naga agung....." Ucap Aamon mulai menjelaskan.
__ADS_1
"Pada awalnya kehidupan di dunia ini baik-baik saja. Sampai suatu hari para dewa menyerang kediaman para naga...."
"Kenapa para dewa menyerang para naga?" Tanya Sena menghentikan penjelasan Aamon.
"Kerena mereka iri!" Jawab Aamon.
"Iri? kenapa?" Tanya Sena lagi.
"Karna manusia lebih mengagung-agungkan para naga di banding mereka".
"Eh, kenapa semua dewa di cerita selalu begitu"
"Ntahlah"
".....Dalam penyerangan itu para naga benar-benar terpojok, mereka sempat melarikan diri, tapi para dewa selalu mengetahui keberadaan mereka" Aamon kembali menjelaskan.
"Suatu saat para naga menggunakan usaha terakhir mereka untuk melarikan diri, yaitu dengan menggunakan kristal naga, yang merupakan sumber kekuatan mereka...."
"....Selain menjadi sumber kekuatan mereka, kristal naga juga bisa berteleportasi ke dunia lain"
"Mungkin"
"Jangan-jangan dunia yang di maksud"
"Mungkin" Aamon mengulang jawaban yang sama.
"Waah, ternyata di dunia kita benar-benar ada naga" Ucap Sena.
"Bukan itu yang harus dibahas" Balas Aamon "Kita harus mencari Kristal Naga itu"
"Maksudmu kekuatan Kristal Naga bisa membawa kita pulang?"
"Tentu saja"
"Kalau begitu mari kita cari!"
"Kuharap semudah itu"
__ADS_1
"Eh, memang kenapa?"
"Aah" Desah Aamon "Kau tak mendengar penjelasan ku ya? Kristal Naga itu pasti banyak di cari oleh orang, karna itu adalah sumber kekuatan dari para naga"
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Sena.
"Pertama-tama kita harus menguasai banyak sihir yang kuat"
"Tapi bagaimana caranya? Ini semua hanya sihir tingkat dasar, dari kata 'dasar' nya saja kau sudah tau kan"
"Nih" Aamon memberikan tiga buku kepada Sena.
.
"Ini apa?" Tanya Sena
"Kitab Sihir tingkat tinggi"
"Dapat dari mana?" Tanya Sena lagi
"Pelajari saja! dan jangan beri tau Sila" Jawab Aamon.
"Kenapa?"
"Dia masih menyembunyikan sesuatu dari kita, jadi jangan terlalu mempercayainya!"
"Kau ini benar-benar dingin ya, padahal udah di ajarin"
"Gak ada hubungannya"
Sena menatap Aamon beberapa saat dan membuat Aamon jadi sedikit merasa aneh "Apa"
"Gak ada" Jawab Sena, lalu memalingkan pandangannya "Biasanya kau seperti orang yang lebih baik mati daripada bicara, tapi hari ini kau banyak bicara ya!"
"oh"
BAB SELANJUTNYA: Pergi
__ADS_1