
Beberapa saat setelah dua orang itu pergi, Aamon dan Sena hanya diam saja di tempat tanpa ada pergerakan ataupun pembicaraan diantara mereka.
Aamon berdiri dan melihat-lihat sekitar.
"Kau mau kemana???" Tanya Sena melihat Aamon yang tiba-tiba berdiri.
"Aku mau pergi cari jalan keluar, kurasa kita bisa dalam bahaya kalau tetap di sini" Jawab Aamon.
"Tapi kemana???" Tanya Sena kembali
"Ntah lah"
Mereka pun akhirnya beranjak dari tempat awal segala hal aneh di mulai itu.
Setelah sekitar satu jam mereka berjalan, mereka melihat sebuah gubuk kecil.
"Wah,,, Ternyata ada juga orang yang tinggal di hutan ini, kita bisa minta bantuan kepadanya" Ucap Sena dengan mata seperti orang yang mendapatkan harapan.
"Jangan terlalu berharap" Ucap Aamon yang mematahkan harapan Sena.
"Cih,,,, Apa kau tidak bisa berfikir positif, dasar Freezer" Ucap Sena dengan nada kesal.
"Diamlah!!! apa kau tidak ingat dengan kedua orang tadi" Jawab Aamon sambil berjalan mendekati gubuk itu.
".......dan disana belum tentu ada orang"
Setelah sampai di gubuk itu, Aamon dan Sena masuk ke dalamnya, di dalam terdapat piring dan gelas yang terbuat dari bambu yang tergeletak di atas meja dengan sisa-sisa makanan, tanda bahwa piring itu baru di gunakan, sekaligus bukti bahwa ada orang yang tinggal di gubuk itu.
Sena duduk dan beristirahat sebentar, sedangkan Aamon mengotak-atik rak-rak yang ada di gubuk itu seperti ingin mencari sesuatu.
"Apa yang kau lakukan???" Tanya Sena melihat apa yang dilakukan Aamon.
"Mencari pisau".
__ADS_1
"Haaah!!! untuk apa???" Jawab Sena terkejut mendengar Aamon.
"Apa jangan-jangan kau mau memakanku karna sudah sangat lapar???" Sambungnya sambil menjauh sampai bersandar ke dinding di dekat pintu.
"Nggak, soalnya badanmu bau"
"Hey,,, hati-hati kalau bicara, banyak orang yang bahkan mau mencium bau ketiak ku tau!!!" Ucap Sena dengan nada marah kepada Aamon.
Tanpa mendengarkan ucapan Sena, Aamon masih melanjutkan pencariannya. Namun setelah beberapa saat Aamon berhenti mencari karena dia sudah memeriksa semua barang yang ada di gubuk itu, tapi tak menemukan apapun.
"Apa yang kakak lakukan???" Ucap seorang anak kecil yang tiba-tiba muncul dari luar pintu, hingga membuat Aamon dan Sena terkejut.
'Ternyata hanya seorang bocah' Pikir Aamon dan langsung mengurangi kewaspadaannya.
"Aaaah, maaf kami masuk tanpa izin!!! kami hanya istirahat sebentar" Jelas Sena kepada anak kecil itu.
"hmmm, gak papa kok" Jawab anak kecil itu sambil tersenyum polos.
"Maaf, mana orang tua mu???" Tanya Sena, berharap bisa minta bantuan kepada orang tua dari anak kecil itu.
"Ooh, maafkan aku!!! aku tidak bermaksud begitu" Jelas Sena merasa bersalah.
'Perang??' Batin Aamon.
"Tidak apa-apa"
kruuuk,
Terdengar suara dari perut Sena yang menandakan dia lapar karena belum makan bahkan sebelum mereka berpindah dunia.
"Apa kakak lapar??? Kebetulan aku mau makan siang, ayo makan bersama!!!" Ajak anak itu kepada Sena yang perutnya sudah lapar.
"Hehehe"
__ADS_1
Anak kecil itu pun keluar dari gubuk, lalu di ikuti oleh Sena dan Aamon.
"aaakh...." Teriak Sena setelah melihat ada seekor beruang yang ukurannya tak beda jauh dari macan yang mereka temui tadi.
Aamon pun juga spontan mundur ke belakang dan kembali waspada, walaupun masih sedikit ketakutan.
"Tidak perlu terkejut!!! Beruang ini sudah mati"
"Ini adalah makan siang kita hari ini"
'Apa dia sudah biasa mengalahkan beruang seperti ini???' Batin Aamon.
Setelah beberapa saat, mereka mulai memanggang beruang itu untuk segera di makan. Walaupun pada awalnya Sena sedikit jijik dengan daging beruang itu karena tidak di olah dengan baik, pada akhirnya dia mau memakan daging beruang itu dan ternyata rasanya tak seburuk yang dia duga.
'Dunia macam apa ini??? Hewan yang ukurannya sepuluh kali lipat, orang yang bisa menggunakan sihir, bahkan ada bocah yang bisa menangkap seekor beruang' Batin Aamon yang sedang makan, tapi tetap berpikir.
"Oiii,,,, bocah!!!" Panggil Aamon kepada anak kecil itu.
"Oooh, akhirnya kakak bicara juga" Ucap Anak kecil itu kepada Aamon yang baru pertamakali bicara padanya sejak bertemu.
"Apa kau bisa menggunakan sihir???" Tanya Aamon.
"Sedikit"
"Kalau begitu ajari aku!!!"
"Baiklah, tapi jangan berharap banyak!!!" Jelas anak kecil itu. Ia tak yakin apakah bisa mengajarinya dengan benar atau tidak.
"Kalau begitu aku juga mau belajar" Ucap Sena yang dari tadi hanya makan saja.
"Oh iya, nama kalian siapa???" Tanya anak kecil itu yang masih belum tau nama mereka.
"Namaku Sena dan dia Aamon, kalau kau???"
__ADS_1
"Namaku Silaa"