
Seorang pria muda dengan rambut merah, mata ungu, dan dengan taring yang tampak jelas di giginya yang mirip dengan seekor serigala, dan memakai jubah berwarna merah tengah berjalan di pusat pasar gelap.
Pria itu adalah orang yang sama dengan orang melihat Aamon, Sena, dan Sila di perpustakaan, ntah bagaimana caranya keluar tanpa diketahui oleh mereka.
Saat ia tengah berjalan di pusat pasar gelap yang telah kacau kerena sihir Sila, dia melihat orang lain dengan jubah merah selainnya yang berada tepat di depannya sedang melihat kiri kanan seakan mencari sesuatu.
'phaaak'
Suara pukulan yang dilayangkan pria itu pada orang berjubah merah di depannya yang tak lain adalah Kiraa.
"Aduh, Siapa yang berani memukulku brengs**" Teriak Kiraa dengan amarah, yang langsung berbalik badan ke belakang.
"Aku, emang kenapa?" Jawab pria itu sambil tersenyum lebar.
Ketika Kiraa melihat pria itu, amarah Kiraa langsung hilang, "Kakak rupanya" Ucapnya.
"Sedang cari apa kau?" Tanya pria itu yang ternyata adalah kakak dari Kiraa.
"Aku mencari Sila" Jawab Kiraa.
"Sila? maksudmu pangeran kerajaan cavendish" Ucap pria itu seolah-olah tidak tau, ntah apa yang di pikirkannya.
"Ya"
Tak lama, datang orang dengan jubah merah lainnya, yang tak lain adalah gurunya Kiraa.
Seketika melihat pria itu sang pria paruh baya itupun langsung, berlutut dan membungkukkan pandangannya "Senang bertemu dengan anda, Pangeran"
"Berdirilah Sarr!...." Suruh pria itu, "....Aku tak butuh hormat dari guru besar yang gagal menangkap bocah" Sambungnya sambil tersenyum seolah mengejek kegagalan gurunya Kiraa yang bernama Sarr itu.
__ADS_1
"Maaf, pangeran Wolfred" Ucap Guru Sarr, yang mulai menaikkan badannya 'Kenapa dari 4 anak Raja selain Kiraa aku harus bertemu dengannya'
Walaupun sama-sama memiliki hubungan yang baik dengan Kiraa, guru Sarr dan pangeran Wolfred tak memiliki hubungan yang baik.
*
Sedangkan kelompok Aamon yang masih berada di perpustakaan.
Mereka sedang melihat se isi ruangan dengan lilin sebagai alat penerangan. Di dalam perpustakaan itu banyak buku yang tampaknya sudah hilang, bahkan ada beberapa rak yang bahkan tak ada satu buku pun.
Sila sedikit kesal dengan kondisi itu "Hanya tertinggal Beberapa kitab sihir tingkat rendah dan buku sejarah...."
".... Tampaknya sudah ada orang yang mengambil buku-buku di sini"
"Oi, jelaskan apa itu kitab sihir!" Suruh Aamon.
"Singkatnya, kitab sihir itu seperti buku pelajaran yang mengajari teknik sihir...."
"......Tingkatan kitab sihir itu cuman ada tiga, tingkat dasar, tingkat menengah dan tingkat tinggi"
Saat mereka terus berjalan bersama, Aamon memutuskan untuk berpisah, "Aku akan memeriksa sebelah sana" Ucapnya dengan membawa lilin.
Saat sedang menelusuri sendiri, Aamon tertarik dengan salah satu buku di salah satu rak, buku itu tak memiliki judul, itulah yang membuatnya sedikit tertarik.
Saat ia mengambil buku itu, tiba-tiba rak asal buku itu bergerak ke bawah, hingga membuat jalan ke dalam sebuah ruang bawah tanah. Aamon langsung turun ke dalam ruangan itu tanpa pikir panjang.
Sedangkan di sisi lain.
"Kak, masukkan semua kitab sihir yang ada di perpustakaan ini" Ucap Sila,
__ADS_1
"Untuk apa?" Tanya Sena.
"Tentu saja untuk di pelajari lalu di jual, sayang kan kalau di sia-siakan di sini....."
"....Lagian kita perlu baju baru, Badanku sering gatal karna selalu pakai baju yang sama"
Setelah beberapa lama di perpustakaan, mereka memutuskan untuk kembali ke hutan, tentu saja bersama dengan semua kitab sihir yang mereka ambil.
Setelah sesampainya di gubuk.
Kruuuk,
"aaah, aku lapar, kalian istirahatlah dan pelajarilah kitab sihir itu! Aku mau cari makan siang" Ucap Sila, lalu pergi.
"Sena, ada yang ingin ku tanyakan" Ucap Aamon setelah Sila pergi cukup lama.
"Hmmm, tumben manggil pakai nama" Balas Sena dengan nada sedikit menggoda.
"Diamlah!...." Ucap Aamon menghiraukan godaan Sena.
"Bagaimana menurut tentang dunia ini?" Tanya Aamon.
Sena terdiam sejenak, dan berpikir, untuk menjawab pertanyaan yang mendadak itu, "Dunia ini menarik, ada sihir dan semacamnya, tapi di sisi lain Dunia ini menakutkan karna kita tidak tau apa-apa tentang dunia ini".
Aamon diam sebentar dan mencerna jawaban Sena. "pertanyaan selanjutnya...."
"Apa kau ingin pulang?"
BAB SELANJUTNYA: CARA UNTUK PULANG
__ADS_1