
Di hari dan waktu yang sama...
Derim sedang diantar oleh wali kelasnya sambil berbincang bincang mengenai sekolah barunya. Derim sampai di kelas barunya...
"Anak anak mohon perhatian! Kita punya murid baru di kelas kita, tolong perkenalkan nama kamu ke teman teman sekelasmu" Ucap Ibu guru yang tadinya sedang mengajar di kelas.
Derim memperkenalkan dirinya di hadapan murid lain. Murid murid yang lain juga menyapa Derim dengan baik.
"Baiklah Drim, Silahkan duduk di bangku kosong dibelakang sana ya!"
Derim pun segera duduk di bangku tersebut.
Pelajaran dimulai seperti biasa, Derim duduk tenang mendengarkan penjelasan ibu gurunya.
singkatnya, jam pelajaran selesai dan memasuki jam istirahat. Saat itu, Derim di datangi dua murid lainnya.
"Yo! Kamu Derim kan? Aku Figo, Salam kenal ya!" Figo memperkenalkan dirinya ke Derim dengan penuh senyuman
"Aku Yudha! Mau ke kantin? Kami bisa anterin"
Derim pun ikut Yudha dan Figo ke kantin sekolah.
"Kamu pindahan dari mana?" Tanya Figo
"Aku baru pindah kemarin dari sekolah di jawa timur" Jawab Derim
"Jauh juga, Eh ngomong ngomong lebih nyamanan sekolah lama mu atau sekolah yang ini?" Tanya Yudha
"Gak tau deh, nanti kalau sudah seminggu sekolah disini bisa aja aku ngerasain perbedaannya"
Mereka bertiga lanjut berjalan ke kantin.
Saat sampai di kantin, diseberang kantin tersebut ada sebuah lapangan sepak bola yang dikelilingi pagar besi tinggi. ukurannya lebih luas dari lapangan futsal tapi tidak terlalu besar dari lapangan stadium sepak bola.
Diseberang lapangan sepak bola itu juga terdapat stadium raksasa milik sekolah yang membuat pemandangan dari kantin unik dan memanjakan mata.
Beberapa orang sedang bermain sepak bola di lapangan tersebut.
Derim memandang orang orang tersebut dengan tatapan tajam.
"Oh, mereka lagi main bola ya. Jadi mau ikutan" ucap Figo yang mau ikut main dengan mereka
"Drim, Kamu mau ikut main bola juga bareng mereka?" Tanya Yudha
__ADS_1
"A- Ah gak ah n- nanti aja!" Jawab Derim dengan gugup
Berhubung Derim Benci sepak Bola dan teman temannya yang cinta sepak bola, mana mau Derim menolak ajakan teman barunya mentah mentah.
"Kan kita mau ke kantin, nanti kalau main bola bisa bisa bel masuk. Gak sempet kita makan di kantin" Derim mencoba membuat alasan
"Oh iya ya, yodah lah. Toh juga yang main lagi jam kegiatan olahraga" Sadar Yudha
"Yodah yok, tuh kantinnya" Ucap Figo
Sesampainya di kantin, Mereka bertiga segera memesan makan siang dan nongkrong di meja kantin sambil ngobrol.
Singkatnya.. Setelah selesai makan siang, Yudha dan Figo malah sakit perut karena kebanyakan mesan. Maklum orang kaya mah, mesan makan banyak.
"Duhh mules lagi" Kata Figo
"Kita duluan ya Drim! Hapal kan jalannya?" Yudha juga ikut mules sama Figo
"Hapal kok, tenang. Nanti aku nyusul" kata Derim yang belum menghabiskan makan siangnya
Derim pun melanjutkan memakan makan siangnya sampai habis.
Setelah selesai, Derim pun keluar dari kantin dan segera menuju kelasnya.
Tim biru sedang melakukan counter attack terhadap tim merah, Situasi menjadi tegang pasalnya bek bek tim merah sudah merasa kewalahan melawan penyerang tim biru dan waktu akhir permainan tinggal hitungan menit.
"OPER SINI!!" Ucap Pemain nomor 6 tim biru
"Nih ambil!!" Pemain nomor 9 tim biru mengoper bola ke nomor 6
"LANGSUNG FINISHING!!!" Teriak kapten tim biru
Pemain nomor 6 Menendang keras membobol kiper tim merah. Tim biru di menit menit terakhir berhasil unggul 3-2 dari tim merah.
"MANTAP!!" Seru pemain nomor 14 tim biru
Wasit mengakhiri Permainan.
semua pemain tim biru berselebrasi dengan pemain nomor 6 setelah ia mencetak Gol (Tap-in) ke gawang tim merah.
"Yaelaahh" Kata kapten tim merah sebagai kiper
"Malah kebobolan di menit terakhir, padahal kita main bagus hari ini" Kapten tim merah itu menendang bola sekeras kerasnya dengan kesal
__ADS_1
Tak menyangka bola tersebut melayang keluar lapangan dan mendarat tepat di kepala Derim.
"Adoh!! Apaan nih!!??" Derim terkena bola tepat di kepalanya
"Duh gawat! Eeehhh... MAAP" kiper tim merah itu merasa menyesal.
"Wow, Headshot di kepala" Canda Salah satu pemain tim merah
"AKU MINTA MAAF, APA KAMU BISA TENDANG BALIK BOLANYA KE KAMI?" Teriak Kiper tim merah tersebut meminta Derim mengembalikan bola mereka.
"Kalau main jangan asal nendang bola DONG!!" Bentak teriak Derim dengan nada marah
Derim langsung menendang (menembak) Bola dengan teknik knuckle menggunakan kaki kirinya Sekeras mungkin.
Bola itu melayang melewati pagar lapangan bolanya yang tinggi dan melengkung ke kiri lebar (dari perspektif Derim) menuju gawang tim merah
"BUSET TENDANGANNYA JAUH BANGET!!" Satu lapangan kaget melihat tendangan Derim yang sangat jauh mendekati gawang tim merah
Bola tersebut melaju dahsyat mendekati ujung kiri atas dari gawang menurut perspektif kiper tim merah tersebut
"GILA!! BOLA ITU MELENGKUNG!!??" Kejut kiper tersebut sambil ancang ancang melompat mencoba menangkap
Kiper itu Melompat ke kiri memanjangkan tangannya mencoba menangkis bola masuk gawang.
Bola itu melesat MASUK KE GAWANG MELEWATI CELAH antara jari kiper dengan UJUNG ATAS KIRI TIANG GAWANG.
"GOOOOOLLLL!!????" Sorak dan kaget seluruh pemain tim biru dan merah sambil bertanya tanya kenapa itu bisa terjadi.
"Bolanya... Masuk?..." Tanya Kiper tim merah
Seluruh orang yang di lapangan maupun diluar lapangan terkejut dengan tendangan Derim.
"Siapa yang menendang bola itu!!?? Aku harus bertemu dengan dia!!" Kata kiper itu
"Sepertinya dia sudah pergi dari tadi setelah menendang bola tadi" Kata rekan timnya
"Aku tidak pernah melihat tendangan knuckle kaki kiri seperti itu! Lengkungannya sangat cantik, bola itu masuk hampir menggesek celah di ujung tiang gawang. Bola itu melayang tinggi, melengkung dengan kecepatan tidak masuk akal layaknya tertiup angin kencang. Bahkan Owan tidak bisa menangkis bola tersebut. Siapa yang menendang bola itu?"
Striker Tim biru, pemain nomor 6 yang baru saja mencetak gol itu penasaran dengan orang yang menendang bola tadi.
Sepertinya Derim menjadi Incaran orang banyak yang berada di lapangan.
Kayaknya situasi semakin seru nih!
__ADS_1
Bersambung...