
[kembali ke adegan Derim]
Derim berjalan menuju kelasnya dengan Suasana hati yang kesal. Tadi pagi saat hendak masuk pintu sekolah ketabrak sampai jatuh, sekarang kepalanya kejatuhan terbentur bola. Nasib sial sepertinya menimpa Derim hari ini...
Lebih buruknya lagi Bagi Derim, Ia untuk pertama kalinya menyentuh dan menendang bola setelah 7 tahun yang lalu. Derim pikir saat itu ialah saat terakhir kalinya dia menyentuh sepak bola. Kini ia telah menyentuh bola lagi.
"Cih!! Orang orang itu memancing amarahku saja. Aku malah melampiaskannya ke bola itu!" Derim mulai jengkel.
"Tapi ternyata kaki kiriku masih kuat nendang juga..."
Tak lama kemudian, Faisal menemukan Derim yang lagi jalan.
"Drim!!! Sini" Faisal memanggil Derim
Derim menyahut Faisal dan mendatanginya.
"Kamu dari kantin timur ya? Aku cari kamu di semua kelas 11 gak ada" Ucap Faisal
"Kantin timur?" Derim bingung dengan Faisal yang menyebutkan Kantin timur
Faisal menjelaskan....
Disekolah tersebut Ada 3 Bagian Wilayah. Ada wilayah barat, wilayah tengah, dan wilayah timur. Di setiap bagian wilayah tersebut terdapat kelas, kantin, koperasi, lab, dan pos pengawas. Berhubung kelas Derim berada di daerah timur, tidak heran jika Figo dan Yudha mengajak Derim ke Kantin yang dekat dengan kelasnya.
Ini menunjukkan betapa besar dan luasnya sekolah ini.
"Niat banget pembagian wilayah nih sekolah sampai sedetail itu" Derim kehabisan kata kata untuk mengekspresikan ke "Wow" -an nya.
Saat Faisal dan Derim sedang mengobrol, Kedua teman Derim, Figo dan Yudha mendatangi Derim.
"Hey Drim! Lagi jalan ke kelas ya" Ucap Yudha
"Oh, Yo Faisal!" Sapa Figo
"Eh, Figo" Sahut Faisal
"Kalian berdua saling kenal ya?" Figo bertanya ke Derim karena Figo melihat Faisal dan Derim mengobrol.
"Kami berdua sahabat lama! Dah 7 tahun gak ketemuaannn" Seru Faisal memegang bahu Derim.
"Oh gituu" Figo dan Yudha pun berjalan kembali ke kelas dengan Faisal dan Derim bersama sama.
Figo ingin memberitahu sesuatu
"Tau nggak? tadi pas lagi cari kamu, kami berdua denger gosip orang orang!"
"Dih, Ngapain dengerin gosip orang orang? Awas masuk sirkel mereka! Hahaha" Canda Derim
"Nggak kok! Mereka lagi gosip tentang orang yang nendang bola di dekat kantin timur. Katanya orang itu nendang bola dari luar pagar lapangan bola dan bolanya melesat jauh sampai masuk gawang" Ucap Figo
Derim menyadari apa orang yang dimaksud Figo. Keringat Derim bercucuran.
"Yang bener kamu Figo?" Tanya Faisal
"katanya sudah banyak saksi mata di tempat kejadian berlangsung" Figo mencoba meyakinkan Faisal.
"Bahkan kata orang dia menendang bolanya pakai kaki KIRI!" Kata Yudha
"Waduh!! Itu orang apa Roberto Carlos? wkwkwk" Canda Faisal.
Faisal yudha dan Figo tertawa bersama, sedangkan Derim mencoba berpura pura tertawa. Derim menjadi angin dalam perbincangan ini, ia tidak mau mengaku kalau dialah yang menendang bola tersebut.
__ADS_1
"(aku gak akan biarkan satu sekolah tahu soal ini)" Ucap Derim dalam hati.
Derim benar benar tidak ingin terlibat dengan permasalahan ini, sebenci itu Derim dengan sepak bola.
Singkatnya, Faisal berpisah ditengah jalan menuju kelasnya. Bel masuk kelas sudah berbunyi, Derim Figo dan Yudha segera memasuki kelas.
[Adegan beralih ke orang orang yang bermain sepak bola tadi, waktu di skip sampai sudah jam pulang sekolah]
Orang orang yang bermain sepak bola tadi sedang beristirahat di ruangan loker istirahat khusus ekskul sepak bola.
"Sudah bel pulang ya?" Tanya pemain nomor 6 tim biru
"Kayaknya aku harus bersiap nih"
"Oi! mau kemana kau, Sai? Kan kita hari ini khusus ekskul, habis istirahat ini kita bakal ketemuan sama pak Rein!" Ucap Owan, si kiper tim merah
"Aku harus melakukan sesuatu... Gin, Erwin, Vila! temani aku.." Sai, Si pemain nomor 6 tim biru itu meminta teman temannya menemani Sai untuk melakukan suatu hal.
"Apa ini berhubungan dengan orang yang menendang bola dari luar pagar lapangan itu?" Tanya Owan dengan nada emosi, mengingat dia dipermalukan oleh tendangan Derim yang dahsyat.
"Apa yang kau bicarakan? Tidak ada hubungannya sama sekali! Ini persoalan lain. Kamu mau ikut aku juga kah?" Tanya Sai.
"Lebih baik kaki ku patah daripada bekerja sama denganmu!" Tegur Owan
Suasana Ruangan menjadi tegang. Owan dan Sai memang tidak memiliki hubungan yang baik sejak awal.
"Ya sudah kalau kayak gitu, Kami duluan. ini cuman sebentar kok, Beritahu pak Rein kalau kami berempat ke WC bentar" Kata Sai
"Terserah koe lah!" Kesal Owan
"(Ngamuk mulu ni orang)" ujar pemain lain dalam hati
"Hah?" Kayaknya itu kata terakhir dia sebelum bonyok (canda)
[adegan berpindah ke Faisal yang sedang membereskan buku dan alat tulisnya]
"Faisal! Besok jangan telat lagi ya! Kami hampir diancam dibunuh karena kamu telat!!!" ucap salah satu teman sekelas Faisal sekaligus Ketua kelas Faisal
"Betul!!" Semua orang di kelas tersebut marah dengan Faisal.
"M- maaf, Iya deehh. Besok gak bakal terlambat lagi" Ucap Faisal dengan nada menyesal
"Setiap jam 7.00 hari senin, kamis, dan sabtu,... si *customer* akan menagih kita sebesar 80 ribu per orang! Ini wajib! Kalau ada satu saja orang yang terlambat membayar tagihan si *customer*, maka satu kelas kena imbasnya! Kamu ngerti gak!??" Bentak ketua kelas Faisal
"i- iy- iyaa" jawab Faisal yang ketakutan
"Jangan iye iye ae lu!! Awas lo ye kalau besok masih terlambat!! Jangan Adu ke polisi!! Gua habisin lu sebelum dia habisin kita..." Bentak murid lainnya.
Faisal sungguh merasa sangat tertekan dengan situasi tersebut. Layaknya sedang berdiri di jembatan sempit yang dibawahnya terdapat neraka.
Faisal dengan gemetar mengambil tasnya dan segera keluar dari ruang kelas.
Peristiwa semakin membingungkan mulai dari sini!
[Adegan kembali ke Sai bersama ketiga temannya berjalan keluar gerbang sekolah]
Sai dan teman temannya sedang berjalan keluar gerbang sekolah. Gerbang sekolah dipenuhi oleh murid murid sekolah yang berdempetan dan saling menyenggol karena saking banyaknya murid sekolah ini. Secara tidak sadar, Sai menyenggol seseorang di depannya.
"Eh maaf, Aku tidak lihat" Ucap Sai
"Eh... tidak apa apa" Ucap Derim
__ADS_1
Ternyata yang disenggol Sai adalah Derim, orang yang mencetak gol dari luar pagar lapangan melawan Owan.
Mereka berdua sempat kontak mata satu sama lain. Mereka membuang muka setelah itu.
Sepertinya Sai tidak mengenali wajah Derim karena Derim saat menendang bola di istirahat pertama tadi terlalu jauh dengan posisi Sai sehingga Sai tidak melihat wajahnya saat itu.
"eh? Sepertinya aku merasa tidak asing dengan suara itu. Tapi dimana ya aku mendengarnya? Ah! Cuman imajinasiku saja!" Ucap Sai
"Kenapa Sai? Ada masalah kah?" Tanya Erwin
"Aahh... nggak ada apa apa kok" Jawab Sai
Sai merasa tidak asing dan mengenali suara Derim. Memang wajah Derim tidak terlihat pada saat itu, tapi suara saat Derim berteriak dengan marah diingat oleh Sai. Tapi kayaknya Sai bodo amat sama kejadian itu lagi..
Sai dan kawan kawannya keluar dari gerbang sekolah dan pergi ke gang sempit di seberangnya
Gang tersebut semakin dimasuki, jalannya semakin sempit. Hingga memasuki daerah kumuh warga.
Disitu berdiri seseorang memakai jubah hitam...
"Disini kau rupanya" Kata Sai
"Hihihi, datang juga" Tawa orang berjubah hitam itu
"Bahkan kepala sekolah tidak berani menentang organisasi bodoh mu itu, Agent Raid Explore" Ucap Sai dengan emosi
"Aku sudah muak melihat bawahanmu memperbudak anak kelas kami"
"HIHIHIHIII!!! Putra pertama presiden PSSI Erick Thohir, berani menghalangi program world explore kami!?? kau melihat organisasi kami sebagai apa!??" Tanya orang berjubah hitam dengan nada mengejek
"Pinjol busuk tak beradab!" bentak Sai
"Wah wah waaahhh, ada mulut yang harus dijahit nih" Kata orang berjubah hitam
Ternyata Sai ialah putra dari Erick Thohir, Presiden PSSI. Namun Erick Thohir tidak mengungkap siapa putranya sehingga identitas asli Sai tidak ada yang tahu. Bahkan kepala sekolah itu sendiri
"Organisasi kalian merugikan banyak pelajar dan sekolah!!! Cara kalian melaksanakan world explore tidak sesuai apa yang FIFA dan PSSI sampaikan!!" Tegur Sai
"Justru ini lah keuntungannya! rencana kami memang tidak melaksanakan world explore secara benar! Kami membodohkan seluruh sekolah di jawa barat dengan membohongi mereka! mereka percaya kalau ARE bisa mencari bintang sepak bola baru di sekolah mereka! Ini sudah berjalan selama 2 tahun lamanya! Kami berkata... Dengan wajib membayar Dana minimal 50 Ribu per orang 3 kali seminggu, Dana itu langsung disalurkan ke pihak ARE untuk dana perjalanan pelaksanaan world explore FIFA. Tapi faktanya tidak seperti itu.... Malah sebaliknya! Seluruh dana itu tentunya untuk kepentingan pribadi kami!!" Orang berjubah hitam itu menjelaskan secara rinci rencana keji yang mereka lakukan selama ini.
Sai tidak percaya apa yang ARE telah lakukan selama 2 tahun ini.
"Benar benar keji" Kata Vila
"Kalian benar benar tidak waras! Entah mengapa pemerintah tidak melakukan apa pun terhadap kalian. Jangan jangan..." Ucap Sai
"Hihihihi Kalian tidak bisa melawan kami!!! Kami memiliki bekingan!! HIHIHIHI"
Sai tersenyum dan tertawa
"HAHAHAHA!! KAU BENAR BENAR LUCU SEKALI!!" Kata Sai meledek orang berjubah hitam
"APANYA YANG LUCU!!???" Bentak orang berjubah hitam tersebut
"aku tau apa yang harus kami lakukan..." Ucap Sai dengan nada percaya diri.
Situasi lebih mengecam daripada situasi Derim sebelumnya. Kini nasib jawa barat ada ditangan Sai, Putra dari Presiden PSSI Erick Thohir.
Apa yang akan direncanakan Sai?
Bersambung...
__ADS_1