
6 Agustus, Esok hari setelah kejadian kemarin...
[Adegan berada di rumah Derim]
"Hoaaammmm...." Derim menguap
"Sudah pagi aja..."
Derim beranjak dari kasurnya dan pergi mandi
"Derim! Habis mandi tolong panaskan motor bibi ya!" Ucap Bibi Derim
"Iya iya, nanti derim panaskan motor bibi..." Jawab Derim
Setelah ibu dan ayahnya Derim cerai 7 tahun yang lalu, si ibu melakukan hal yang diluar nalar ke si ayah dan ke dirinya sendiri. Tidak kuat dengan hidupnya lagi, si ibu sudah menggila sejak bersama si ayah. Walaupun sudah cerai, Si ibu menyimpan dendam yang besar ke ayah karena mendidik anak satu satunya dengan sangat keras. Si ibu membalaskan dendamnya ke ayah dengan cara yang brutal...
Kedua orang Derim meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari pengadilan agama. Si ibu membalaskan dendamnya untuk dirinya dan Derim. Derim pada saat itu tidak tau menau soal kejadian tersebut...
Sekarang, Bibi Derim lah yang merawat Derim hingga tumbuh besar sampai sekarang.
Derim keluar dari kamar mandi, berpakaian dan segera keluar dari rumah.
Saat itu tv di rumah derim menyala..
Tv itu menyiarkan sebuah berita besar yang menarik perhatian Derim.
Derim yang perhatiannya teralih melihat berita tv tersebut
"Berita pagi ini... Presiden mengeluarkan perintah untuk menutup sementara seluruh sekolah yang ada di jawa barat pagi ini!"
"Hah? semua sekolah di jawa barat ditutup sementara?" Tanya Derim kebingungan
Tidak lama kemudian, Bibi datang membawa kabar bahwa ia mendapat info dari grup ortu kelas Derim. Katanya sekolah untuk hari hari kedepannya akan ditutup.
"Tiba tiba banget, kenapa ya?" Derim masih bingung dengan keadaan saat ini.
Teman teman Derim yang lain di rumah juga bertanya tanya kenapa sekolah ditutup tiba tiba.
"Kalau kayak gini dari tadi aku gak bakal bangun awal sama mandi pagi.." Derim ogah bangun dan mandi pagi sebenarnya..
"Tadi motor bibi sudah kamu panaskan belum?" Tanya Bibi
__ADS_1
"Oh iya ya! Tunggu bentar" Derim lupa memanaskan motor bibi
[Adegan beralih ke Sai]
Sai sedang berada di rumah besarnya, ayahnya juga tinggal di rumah tersebut. Ayahnya, Erick thohir, sedang ngopi di balkoni rumahnya.
Sai menghampiri ayahnya untuk berbincang soal permasalahan kemarin
"Apa menurut ayahanda rencana ini akan berhasil?" Tanya Sai
"Loh, kan kamu yang mencetuskan rencana ini toh?" Tanya balik Thohir
"Sai merasa rencana ini kurang bagus, ARE (Agent Raid Explore) sekarang pasti sedang merencanakan sesuatu" Ucap Sai gelisah tentang rencana yang ia buat.
"Ayah pikir rencana ini akan berjalan dengan mulus aja kok, Toh kamu bilang ARE Cuman malak sekolah sekolah di jawa barat..." Kata Thohir
"Loh ayahanda langsung percaya?" Tanya Sai
"Intel negara sudah selidiki Kasus kasus pemalakan yang dilakukan bawahan bawahan ARE. Udah banyak bukti toh, jadi tenang ae... Udah terjamin kalau ARE emang menyalah gunakan kuasa" Jawab Thohir
"Selama sekolah ditutup, si customer atau apalah sebutannya itu gak bisa malak lagi... Mereka gak tau kapan sekolahnya bakal dibuka. Mereka jadi rugi besar karena gak ada pemasukan lagi. Nah, selama sekolahnya ditutup, kita mulai nih investigasi yang kamu rencanakan tadi. Kita cari tuh bekingan bekingan ra jelas! Ayah jamin... apapun rencana yang mereka lakukan untuk membalikkan keadaan, toh malah akan membuat keadaan mereka lebih terancam!"
"Begitu ya? Syukurlah... Sai jadi agak lega an sekarang" Sai menjadi lebih tenang.
Si pria baju hitam yang kemarin bertemu dengan Sai sedang bergegas ke kantor pemimpin ARE, Ia membawa berita tentang sekolah yang ditutup tiba tiba.
"Apa!? Berani beraninya mereka menutup semua sekolah blak blakan begitu aja! Siapa yang suruh sih? perintahkan para bawahan untuk mengambil tindakan secepatnya!!!" Pemimpin ARE sedang marah besar
"Tapi bos, yang merintahin bukan orang biasa.. Perintah penutupan sekolahnya Langsung dari presiden, bos!" Si pria baju hitam memberi tahu siapa yang memberi perintah tersebut
"Hah? Gimana bisa dia merintahin semua sekolah di jawa barat untuk ditutup!? Kenapa gak sekalian satu indonesia sekolahnya ditutup semua!? Aneh..." Ucap pemimpin ARE
"Iya boss, Bener bener Aneh!" Respon Pria baju hitam yang keheranan dengan perintah presiden
"Panggil semua petinggi ARE ke ruang meja bundar, Kita akan rapat!" Pemimpin ARE memberi perintah panggilan semua petinggi ARE untuk rapat.
Singkatnya, Satu per satu para petinggi ARE masuk dan duduk di ruang rapat. Suasana menjadi tegang saat pemimpin ARE, Mulyadi Galang Sardjono, datang ke ruang rapat.
Rapat pun segera dimulai..
Sardjono si pemimpin ARE membahas tentang berita penutupan semua sekolah di jawa barat secara tiba tiba. Ini adalah masalah serius untuk ARE karena seluruh pendapatan keuangan ARE berasal dari uang "pajak" semua sekolah di jawa barat. setiap hari ARE mendapatkan keuntungan lebih dari 50 milyar per hari. itu baru hanya setengah dari seluruh sekolah di jawa barat. Karena ditutupnya semua sekolah di jawa barat, ARE akan mendapatkan kerugian yang sangat besar di hari hari kedepannya.
__ADS_1
"Bagaimana menurut bos? Kayaknya si putra presiden PSSI itu ngadu ke bapaknya dan bapaknya ngadu ke presiden. Aku mulai ngerti nih rencana mereka, Mereka mencoba untuk MEMBANGKRUTKAN kita" Ucap si pria baju hitam yang ternyata juga seorang petinggi sekaligus wakil pemimpin ARE
"Hmmmm...." Sardjono si pemimpin ARE memikirkan suatu cara untuk membalikkan keadaaan
"Apa presiden berbicara langsung didepan publik memerintah sekolah sekolah untuk ditutup?" Tanya Sardjono
"Tidak pak, Siaran berita di tv hanya menunjukkan surat perintah penutupan sekolah dari presiden... Tidak diketahui alasan mengenai hal tersebut..." Jawab salah satu petinggi
"Tidak ada alasan penutupan? Lewat surat perintah? Hmmm..." Ucap Sardjono
"Aku punya satu rencana, rencana ini pasti akan berhasil dan membalikkan keadaan" Sardjono mempunyai rencana licik untuk melawan balik PSSI yang mengadu ke presiden.
"Benarkah begitu bos?" Tanya si pria baju hitam
"Hubungi kartu as kita, bekingan kita dari pemerintah! Bilang bahwa sardjono yang memanggil!" Ucap sardjono memerintah bawahannya
Pria baju hitam itu menelpon bekingan ARE secepat mungkin
"Halo? Ini perintah dari pemimpin ARE, beliau ingin berbicara dengan anda!" Kata si pria baju hitam yang menelpon bekingan
Pria baju hitam itu memberikan ponselnya ke Sardjono.
"Ada perlu bantuan apa pak sardjono?" Ucap si bekingan
"Kami punya tugas untuk bapak!" Ujar Sardjono
Sardjono pun memberitahukan rencananya ke bekingan tersebut.
"Kau bisa kan membantu kami? Bapak menteri?..." Tanya Sardjono
Ternyata bekingan yang sardjono panggil adalah seorang menteri presiden yang bermuka dua.
"Dengan senang hati, pak Sardjono, kawan lama saya" Jawab si menteri.
"Bagus, dengan rencana ini, Kita bisa melawan balik si erick thohir itu, kita tidak mungkin dikalahkan oleh para keroco keroco PSSI itu!! BWAHAAHAHAHA" Tawa Sardjono diikuti tawa para petingginya
Sardjono mempunyai rencana untuk merebut kembali apa yang ia sudah miliki.
Kini Sardjono meminta bantuan bekingan nya yang tidak lain tidak bukan adalah seorang menteri kepresidenan untuk melakukan rencananya itu.
Bagaimana kah Sai, Thohir, Dan PSSI menangani konflik ini? apakah Thohir pada akhirnya kalah pada pertempuran ini?
__ADS_1
Bersambung...