DREAM : Youngster Generation

DREAM : Youngster Generation
Chapter 5 - Kekalahan mutlak


__ADS_3

Sardjono bekerja sama dengan menteri presiden untuk melawan rencana Sai dan Thohir.


Rencana Sai dan Thohir untuk menjatuhkan ARE (Agent Raid Explore) yaitu dengan membangkrutkannya. Berhubung sarang ARE hanya berada di Jawa barat dan pendapatan ARE hanya di dapat dari sekolah, Penutupan Sekolah sekolah di jawa barat akan membuat ARE rugi besar. Tapi, Sardjono punya akal untuk menangani masalah ini...


Pukul 9 pagi, 3 jam setelah berita penutupan sekolah di siarkan... Sardjono dan Menteri bekingan nya memulai operasi...


[Adegan berada di rumah Derim]


Derim sedang duduk duduk santai di rumahnya sambil nonton tv.


"Kapan lagi aku bisa nonton tv pagi pagi di hari yang harusnya sih lagi sekolah" Derim senang tak karuan kalau sekolahnya diliburkan.


Bibi mendatangi Derim yang lagi nonton tv di ruang tamu.


"Oh iya Drim, Gimana hari pertama sekolah kemarin? Dapat temen baru kah?" Tanya bibi


Si Bibi pada saat hari pertama Derim sekolah sedang pergi keluar kota. Bibi baru sampai di rumah waktu tengah malam. Jadi jangan heran kalau si Bibi baru menanyakan hal ini.


"Dapet sih, bibi ingat sama Faisal? Dia ternyata sekolah disini" Jawab Derim


"Oohh si Faisal ituu.. Dah lama banget bibi gak dapat kabar dari ortunya."


"Kamu sudah tanya gak ke Faisal rumahnya sekarang dimana?" Tanya Bibi


"Rumahnya agak jauh sih, kalau pake motor palingan sampai sekitar 15 menitan"


Saat Derim dan bibi sedang mengobrol, sebuah berita disiarkan di tv. Berita ini sama pentingnya dengan berita penutupan sekolah tadi.


Perhatian Derim dan bibi teralihkan dengan berita di tv.


"Perintah penutupan seluruh sekolah di jawa barat merupakan perintah palsu!"


Derim dan bibi terbengong dan tercengang mendengarkan berita itu.


"Menteri kepresidenan, Warisyi Anhar membantah berita penutupan sekolah tersebut secara tegas! ada hal yang ingin disampaikan beliau.."


Derim dan bibi terus mendengarkan siaran beritanya.


"Perintah tersebut hanyalah ke omong kosong an belaka! Presiden tidak berbicara secara langsung didepan publik! yang hanya ditunjukkan di depan publik berupa surat perintah! Surat perintah, ibu ibu bapak bapak semuanya ya! Bahkan putra saya aja bisa bikin surat perintah seperti itu! Tanda tangan presiden yang ada di surat perintah tersebut palsu! Saya bisa melihat kepalsuannya dengan jelas! Bahkan tidak ada alasan penutupan di surat perintah ini.. Ini palsu, ibu ibu bapak bapak!" Anhar si menteri presiden itu sedang meyakinkan publik bahwa surat perintah penutupan sekolah tersebut palsu.


[Adegan pindah ke rumah kediaman thohir dan Sai]


Seorang ajudannya Thohir berlari menuju kantor kerja melaporkan adanya berita baru mengenai penutupan sekolah.


"Saya sudah dengar beritanya" Ucap Thohir


Sai masuk ke dalam kantor kerja ayahnya yang juga memberitahukan keadaan saat ini.

__ADS_1


"Ayahanda, jangan jangan... ini yang ayah maksud.." Ucap Sai


"Benar, tidak salah lagi.. Inilah bekingan mereka"


Thohir menemukan bekingan yang dimaksud. Tidak disangka ternyata menteri presiden lah yang menjadi bekingannya.


"bagaimana ini pak?" Tanya si ajudan


"Bagaimana ini, Ayahanda?" Sai juga menanyakan hal yang sama


Thohir menghela nafas...


"Jangan khawatir, Ayah sudah memperhitungkan rencana ini. Ingat apa yang ayah bilang tadi. Apapun rencana yang ARE lakukan untuk membalikkan keadaan, Malah akan membuat keadaan mereka semakin kacau" Jawab Thohir


Thohir sudah memperhitungkan rencana Sai sejak awal, Ini berarti Thohir sudah menyiapkan rencana B. Kini hanya tinggal menunggu dan sabar.


[Adegan sekarang berada di markas besar ARE]


"BWAHAHAHA" Tawa sardjono si pemimpin ARE


"Operasi berjalan dengan sukses!!!" Ucap Sardjono


"Betul Boss! Rencana kita memang top markotop!! Mereka gak akan bisa lagi melawan kita!!" Ucap si pria baju hitam


"Tunggu dulu, rencana belum selesai.. Sekarang... Saya ingin bertanya.."


"Apa yang terjadi jika sekolah tidak membayar tagihan tepat waktu?..." Tanya Sardjono


"SEKOLAH TERKENA SANKSI!" Jawab para petinggi secara kompak


"Dalam bentuk apakah sanksi yang dimaksud?..." Tanya sardjono lagi


"FITNAH, MENYITA, DENDA" Jawab lagi para petinggi dengan kompaknya


"Kirimkan para bawahan menuju semua sekolah yang ada di jawa barat sekarang juga!!!"


Para petinggi langsung memerintahkan semua bawahannya untuk segera berangkat ke seluruh sekolah di jawa barat.


Konvoi mobil hitam yang keluar dari garasi markas ARE memanjang hingga satu kilometer. Para bawahan yang berada di kota kota lainnya juga sedang bergegas pergi ke sekolah sekolah.


Dibalik konvoi tersebut, Ada beberapa orang yang sedang memantau para konvoi di semak semak hutan. Dikarenakan markas ARE jauh dari perkotaan, sehingga markasnya berada di sekitar hutan.


"Kijang satu ke kijang dua, Pergerakan bawahan ARE terlihat. Arah mobil datang dari arah barat. Gedung besar yang ada di arah barat tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah markas besar ARE, Ganti" Ucap si pengintai satu


"Ini kijang dua, Laporan diterima. Dari para pengintai lainnya, mereka melihat banyak sekali mobil hitam tersebar di berbagai kota. Saat customer tiba di sekolah, Kita akan mulai operasinya, ganti!" Pengintai dua setelah itu melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan brimob yang juga bekerja sama dengan PSSI untuk memberantas ARE.


Singkatnya, 3 Mobil hitam tiba di sekolah SMA 1 Agung Prajaya...

__ADS_1


Si customer yang biasa menagih menggedor gedor gerbang sekolah meminta untuk dibuka kan segera.


Satpam dengan rasa panik langsung membuka kan gerbangnya. Si customer dan rekan rekannya berjalan menuju kantor guru.


Si customer tiba di kantor guru, Semua guru yang ada di sekolah tersebut langsung hening tanpa suara melihat kedatangan customer.


"Dimana kepala sekolah kalian!?" Tanya si customer


Kepala sekolah yang sedang berjalan di lorong kantor guru menjawab customer.


"Saya disini, Apa yang taun inginkan kali ini!?" Tanya kepala sekolah dengan tegas


"Eh tua bangka! Jangan asal main negur kamu! Kami datang kesini untuk meminta pertanggung jawaban bapak! Ini tentang perjanjian kita berdua!!" Bentak si customer


"Saya sungguh menyesal dengan perjanjian itu! Saya tidak tahan melihat murid murid saya yang saya amat sayangi sengsara dengan tagihan kalian para brengsek! Kalian pikir anak anak yang sekolah disini ortunya pada kaya raya semua!? Hasil kerja kalian selama 2 tahun ini juga saya merasa tidak becus!" Amarah kepala sekolah sudah tidak tertahan lagi.


"Bapak sepertinya mau nih sekolah bapak ini kami FITNAH, KAMI SITA, KAMI DENDA!"


"Saya tidak peduli!!! Saya masih punya harga diri!!" Tegur Kepala sekolah tidak peduli dengan sanksi yang customer katakan


"Bawahan!! Ambil semua sertifikat milik sekolah ini!!" Si customer memerintah para bawahannya untuk mengambil seluruh sertifikat sekolah.


Belum sedetik setelah si customer mengeluarkan perintah, Para polisi dan brimob menangkap semua bawahan termasuk customer.


"Atas nama Polri, Kalian ditahan!!" Seru salah satu polisi yang menangkap para bawahan ARE tersebut.


"Hah!??? Apa!!??? Berani berani kalian menangkap kami!! Apa kalian tau siapa yang kalian tangkap sekarang!!??" Tanya si customer


"Preman pemalak" Jawab salah satu brimob


"Lapor pak! Semua polisi polisi yang berada pada 40 ribu sekolah di jawa barat berhasil menangkap para customer yang tiba di sekolah mereka" Ucap salah satu anggota brimob


"Bagus, Misi berjalan dengan lancar" Kata kapten regu brimob.


Tidak lama kemudian, Berita baru muncul lagi. Kali ini memberitakan presiden memang betul menyatakan penutupan semua sekolah di jawa barat.


Presiden mengaku kalau perintah penutupan sekolah ini merupakan bagian dari rencana pemberantasan pemalakan "pajak" di sekolah sekolah jawa barat.


Rencana presiden yang memerintahkan penutupan sekolah lewat surat perintah tadi berhasil mengelabui bekingan ARE yang merupakan salah satu menteri kepresidenan. Menteri presiden, Warisyi Anhar ditangkap oleh kepolisian dengan alasan bekerja sama dengan organisasi gelap ARE. Tidak lama setelah penangkapan Anhar, Kepolisian dan brimob menerobos masuk ke markas besar ARE menciduk dan menahan para petinggi ARE termasuk sardjono si pemimpin ARE.


Rencana Sai dan Thohir ini berjalan dengan sukses!!


Kepolisian menyita uang yang disimpan ARE sebesar 100 triliun lebih.


Kekalahan mutlak bagi ARE!!


Kemenangan besar bagi PSSI!!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2