
"nak makan dulu yah "ucap ranti
ngga bu ,fhisa ga mau makan fhisa mau ketemu ka rey .
"nak ,??",ucap ranti prihatin melihat anak nya .
ceklek ,,,
alena masuk lagi kedalam ruangan setelah berhasil menenangkan diri nya .
"mah apa sudah ada kabar dari ka rey ,?"
"apa ka rey selamat ?"
" ka rey selamat kan mah?"
" jawab mah ??" tanya fhisa berturut turut tanpa henti "
alena tida menjawab hnya air mata yg memberikan jawaban .
mah ucap fhisa menggoyang goyangkan tubuh alena .
sayang rey sudah tida-
alena tida sanggup mengatakan nya
tida tida mungkin nafhisa kembali menggeleng gelengkan kepala nya ,
ini tida mungkin mah tida mungkinnnn...
nafhisa kembali menangis histeris .
bagai kan bumi ini hancur mendengar bahawa suami nya yg paling di cintai nya kini telah meninggal kan nya untuk selama lama nya .
alena pun memeluk nafhisa dengan penuh haru .
__ADS_1
hari berganti hari ,fhisa jalani bagai kan tanpa kehidupan .seperti hidup di dalam kematian
fhisa tida mau makan atau pun bicara pada siapa pun , ia hanya diam dan sesekali meniti kan air mata nya kala mengingat suami nya.
kadang ia juga selalu memanggil manggil nama suami nya itulah yg membuat keluarga semakin prihatin
"dok apa sebenar nya yg terjadi pada menantu saya dok "ucap alena
maaf nyonya seperti nya menantu anda mengalami syok yg amat berat dan itu sangat mengganggu mental nya .
seperti nya nona harus di rawat beberapa hari lagi sampai ia bisa mengendalikan emosi jiwa nya dan terutama nona harus bisa makan dulu karna itu sangat penting untuk kepulihan kesehatan nya tutur dokter Irpan
begitu ya dok , ucap alena
iya nyonya ,kalau begitu saya permisi ucap dokter irpan
"terimakasih dok "
"sama sama nyonya "
alena hanya bisa mengusap air mata yg selalu jatuh dari pipi nafhisa .
walaupun fhisa adalah menantu nya tapi alena sudah mrnyanyangi nya seperi anak kandung nya sendiri
selama hampir dua minggu nafhisa di rawat disana .
dengan telaten kedua ibu itu merawat nafhisa dngan penuh kasih sanyang .
dan perlahan lahan nafhisa pun menunjukan perubahan ia sudah mulai mau makan dan berbicara dengan keluarga nya . namun itu sama sekali tida menghilangkan rasa sedih di dalam hati nya
ia tetap merindukan sosok yg selalu membuat hari hari nya bahagia.
*dua pekan berlalu *
nona , sekarang nona bisa pulang ucap dokter irpan .
__ADS_1
benar kah dok ucap alena
ia nyonya ,kini nona sudah banyak kemajuan ,namun harus di ingat kan jangan banyak pikiran dan jangan lupa makan obat nya yah .
kalau begitu saya akan berikan resep nya .
iya dok terima kasih ucap fhisa sedikit tersenyum
"syukur lah "ucap alena memeluk ranti
iya ucap ranti
"baik lah kini kita harus bersiap siap untuk pulang "ucap alena
namun tiba tiba fhisa menghentikan aktivitas alena .
" mah ?" ucap fhisa menyentuh tangan mertua nya yg mulai membereskan pakaian
"iya sayang" ucap alena
"fhisa minta maaf ya karna sudah merepot kan mamah dan ibu , tida seharus nya fhisa seperti ini fhisa minta maaf mah ,bu. "
tida apa apa sayang mamah dan ibu mengerti ko apa yg kamu rasakan ,
kami juga sebenar nya sedih dengan kepergian rey namun kami tida mau tenggelam terus dalam kesedihan
kita serah kan saja semua pada tuhan ya nak ucap alena
fhisa pun mengangguk
terimakasih ya mah
fhisa pun memeluk mamah dan ibu nya bersamaan.
😥😧ðŸ˜
__ADS_1