DUA CINCIN PERNIKAHAN

DUA CINCIN PERNIKAHAN
episode 34


__ADS_3

Detik demi detik waktu berlalu hingga waktu menunjukan waktu tengah malam .


jam 02 :30 wib .


fhisa bangkit dari tidur nya , karna dari tadi ia tidak bisa memejam kan mata nya sama sekali .


"asgafirullohaladzim apa yg ku pikirkan " batin fhisa


fhisa turun dari kasur nya , ia berjalan mendekati ran .


fhisa mencoba membenar kan selimut ran yg terjatuh ke lantai .


lepas itu ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu .


fhisa menggelar kan sejadah nya dan mulai melaksana kan solat tahajud .ia berdo'a dan memohon kepada alloh swt agar di beri petunjuk atas masalah yg ia hadapi saat ini .


Di lema antara dua pria bersaudara yg kini sama sama penting dalam hidup nya .satu pria yg ada di hati nya. dan satu pria yg kini ada di samping nya .


"ya alloh akan kah aku sanggup melewati semua ini , maaf kan aku kalau selama ini aku egois ,


jikalau masih ada kesempatan untuk bisa bertemu dgn ka rey maka pertemukan lah kami ya alloh .jikalau memang ini adalah akhir dari hubungan kami maka engkau lebih tau mana yg terbaik untuk ku ya alloh "


Aamiin ..


***

__ADS_1


"ternyata dia masih benar2 mencintai ka rey " batin ran


rupa nya dari tadi ran juga tidak bisa tidur , dan ia juga mendengar semua do'a² nafisa .


" ternyata di hati nya sama sekali tidak ada aku , ka kau memang beruntung "ucap ran tersenyum kecut di balik selimbut nya .


Malam itu berlalu begitu saja .


Tidak ada kejadian indah di antara mereka , yg ada hanya kesedihan dan kegalauan yg menyelimuti hati mereka berdua .


seperti hal nya fhisa yg tertidur di atas sejadah dan Ran yg tidur di kursi sofa .


pagi menjelang Ran bangun terlebih dahulu dan melihat fhisa yg masih tertidur di atas sejadah nya .


ran beranjak bangun dan menyelimuti tubuh fhisa yg masih berbalut mukena .


lalu hendak pergi ke kamar nya untuk membersih kan diri .


sepuluh menit kemudian fhisa menggeliat dan terbangun .


"ya ampun aku tidur di sini "ucap fhisa terkejut sembari memegangi selimbut .


..."selimbut ini ? siapa yg menyelimuti ku ? apa ka ran ? "batin fhisa bertanya tanya ....


tapi fhisa tak ingin ambil pusing ,karna melihat waktu sudah hampir siang .ia bergegas ke kamar mandi untuk memebersih kan diri dan berwudhu untuk solat subuh .

__ADS_1


beberapa menit kemudian selesai solat fhisa langsung turun , karna ini hari pertama nya menjadi seorang istri kembali dan sudah kewajiban nya harus menyiap kan kebutuhan suami nya .


" ini baju nya ?" fisa meletakan kemeja kantor nya di kasur kamar ran .


ran yg baru saja keluar dari kamar mandi terkejut dgn fisa yg tiba tiba ada di kamar nya .


"ah iya terimakasih "ucap ran dgn nada dingin .


fisa hanya menunduk malu tak berani menatap suami nya yg hanya mengenakan handuk yg di lilit kan di pinggang nya .


setelah menyiap kan semua nya fisa segera keluar dari kamar untuk bersiap2 dan menyiap kan sarapan untuk suami dan seluruh keluarga nya .


"Tunggu ?? "


"lain kali kau tidak perlu melakukan ini lagi "ucap ran menatap punggung fisa yg hendak pergi


"Maaf ka , tapi ini sudah menjadi tugas ku sekarang "jawab fisa dgn nada lembut namun terdengar sangat dingin ditelinga nya.


"Terserah kau saja "ucap ran ketus .


fisa tak menghirau kan ran dan langsung pergi ke kamar nya .


"Haah" membuang nafas kasar


"Apa itu ? kalau memang dia tidak mau menikah tinggal bilang saja .kenapa harus memaksakan diri" ucap ran kesal sambil menggebrak meja .

__ADS_1


...


....


__ADS_2