DUA CINCIN PERNIKAHAN

DUA CINCIN PERNIKAHAN
episode 30


__ADS_3

*pagi nya .*


ran masih tertidur dengan pakaian yang masih acak acakan karna semalam ia langsung tidur dan tak sempat ganti pakaian .


jam 07 :00 wib


tok tok tok ??


"permisi tuan apa anda sudah bangun?" ucap hery di balik pintu kamar nya.


kini hery di beri tugas untuk mengurus segala keperluan ran sampai acara akad nikah di langsung kan.


"tuan ??" ucap hary mengetuk pintu namun masih belum ada jawaban


hery pun berniat untuk mengecek tuan nya di dalam .


ceklek. !!


ternyata benar saja ran masih tidur dgn nyenyak .


"tuan mohon anda segera bangun" ucap hary dgn nada formal namun ran masih enggan membuka mata .


"tuan hari ini dalah acara pernikahan anda dgn nona fhisa?" ucap hery mengingat kan .


ran perlahan membuka mata nya ,rupanya ran sedari tadi sudah bangun ,namun ia enggan untuk bangun karna berbagai alasan .


ran bangkit dari tidur nya dan duduk .


"maaf kan saya tuan sudah mengganggu tidur anda ,tapi ini sudah waktu nya anda bersiap untuk pergi ke rumah utama "ucap hery menjelas kan .nyonya alena juga sudah beberapa kali menelpon anda dari semalam


"benar kah ?"ucap ran mengernyit kan dahi ia sama sekali tidak tahu bawa semalam mamah nya menelpon .


"iya tuan" ucap hery


"hmm,, baik lah tunggu lah sebentar "ucap ran pergi melenggang ke kamar mandi untuk membersih kan diri nya


walau pun sebenar nya ia ragu untuk datang kepernikahan tapi apa boleh buat ia juga tidak ingin mengecewakan kedua orang tua nya yg sudah menyayangi nya dan sudah mempersiap kan segala nya .


beberapa menit ran sudah siap dengan baju pengantin nya ,sebuah jas pengantin berwarna putih dgn hiasan bunga di samping dada kiri nya membuat ran sangat tampan bak pangeran .


ceklek


"apa anda sudah siap ?"tuan ucap hary


ran menoleh pada hery


"iya "ucap ran


"her?" ucap ran

__ADS_1


"iya tuan ada apa ?"ucap hery


hmmh ,,ran membuang nafas kasar


"jika kau menikahi wanita yg tida mencintai mu apa yg akan kau lakukan?" tanya ran tiba tiba


hery diam sejenak


"jika memang seperti itu , saya akan membuat wanita itu mencintai saya dan berusaha membuat nya bahagia karna saya mencintai nya" ucap hery dgn tukas


"benar kah?" ucap ran terseyum smrik


"iya tuan ."


"hmm, ,kalau begitu ayo kita berangkat" ucap ran keluar dari kamar


"baik tuan" ucap hery mengikuti dari belakang .


di luar mobil pengantin juga sudah di persiap kan oleh hery


"silah kan tuan" ucap hery membuka kan pintu mobil untuk ran


ran dan hery pun masuk ke dalam mobil dan melajukan nya menuju rumah utama


di iringi berapa pengawal dari belakang .


*di rumah utama .*


fhisaa sedang duduk di depan cermin dengan balutan baju pengantin yg telah ia gunakan saat ini .


tidak ada senyuman bahagia yg terpancar dari bibir nya ,hanya ada deraian air mata yg selalu menetes dari mata indah nya .


kala nafisa mengingat kenangan pernikahan nya dulu dgn rey .


kini ia juga sedang memegangi foto pernikahan nya dulu


"ka ,, maaf kan fhisa "ucap fhisa menangis menatap gambar wajah suami nya


(ka fhisa tidak bermaksud menghianati kaka , fhisa harap kaka tidak marah pada ku .semua ini fhisa lakukan untuk mamah dan papah , karna selama ini mereka sudah terlalu baik batin fhisa ).


"ka tapi apa fhisa sanggup menjalani pernikahan ini?" ucap fhisa sambil memejam kan mata nya


"ka tolong fhisa ka ,hiks hiks ?" fhisa menangis pelan meratapi nasib diri nya kini .


"tok tok,, sayang?" ucap seseorang dari balik pintu


ceklek. !!


Ranti masuk kedalam kamar .

__ADS_1


"sayang kamu sudah siap?" tanya ranti


"sudah bu?" ucap fisa singkat fhisa langsung menyeka air mata nya agar tidak ketauan kalau ia sedang menangis


Ranti memegang bahu fhisa dari belakang


"kamu sungguh cantik sayang" ucap ranti tersenyum mentap fhisa dari balik cermin .


namun ranti menyadari ada bekas air mata di ujung mata putri nya .


"sayang apa kau menangis ?"tanya ranti


melihat wajah putri nya yg seperti nya tidak bahagia dgn pernikahan ini


"apa kamu terpaksa menikah dengan ran ?"ucap ranti lagi


"ti tidak bu fhisa sama sekali tidak terpaksa" ucap fhisa ter senyum tipis ia tidak ingin memperlihat kan kesedihan di depan orang tua nya


tapi sayang hati mu tidak bisa berbohong ibu bisa melihat nya dengan jelas .


"hmm,, kalau begitu ibu harus bicara dgn nyonya alena dan tuan hady" ucap ranti


ranti ingin beranjak pergi menemui besan nya namun di halangi oleh fhisa


"ngga bu ,jangan ,, jangan lakukan itu fhisa melakukan ini atas kemauan fhisa sendiri " ucap fhisa memegangi tangan ibu nya


"tapi nak -?" ucap ranti


"fhisa mohon bu jangan beritahu mamah dan papah, mereka sudah sangat baik pada ku" ucap fhisa tersenyum menguat kan diri


"kamu yakin?" tanya ranti sekali lagi


fhisa mengangguk tersenyum dan memeluk erat ibu nya


"ya sudah kalau begitu mau kamu" ucap ranti mengelus punggung putri nya


"terima kasih ya bu sudah mengerti fhisa " ucap fhisa pda ibu nya .


seberapa pun kesedihan fhisa hari ini tapi ia tidak berniat untuk membatal kan pernikahan nya ,karna ia sudah janji pada diri nya untuk tidak mengecewakan mereka .


ranti yg mengetahui keadaan yg sebenar nya hanya bisa pasrah dgn keputusan anak nya hanya do'a yg terbaik lah yg bisa ia berikan saat ini .


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


hai reader yg budiman ,,, apa kabar ??


hehe maap aku baru kembali .


btw,,, buat yg suka dgn bab ini mohon berkenan memberikan dukungan nya dgn like ,koreksi nya dgn comen nnn hadian nya dgn vote ....

__ADS_1


terima kasih by by


__ADS_2