
Di suatu tempat yang sangat jauh dari keramaian terdapat sebuah desa kecil yang terletak di pinggiran hutan dan laut bernama desa taring semut, desa ini memiliki penduduk yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan petani. Desa ini sangat jarang dimasuki oleh pendatang bahkan hampir tidak pernah di datangi oleh pendatang karena pelosok nya desa ini.
Pagi itu terdapat 3 orang laki-laki yang sedang berlari lari kecil mengelilingi sebuah rumah kecil mereka dengan semangat yang membara.
"Ayah, Sampai kapan kita mengelilingi rumah ini." Ucap seorang anak kecil berusia 5 tahun yang bernama Arai dengan wajah yang kelelahan.
"Istirahat lah kalau sudah lelah, jangan terlalu memaksa kan dirimu." ucap kakak dari Arai yang lebih tua 2 tahun darinya bernama alfa.
"Tidak, aku belum lelah kak." Ucap Arai dengan mengembung kan kedua pipinya.
"Ha ha ha istirahat lah dulu, sepertinya kau sudah kelelahan" Sahut ayahnya yang bernama Alvin sambil tertawa.
"Baiklah karena ayah yang memaksa, aku akan istirahat dulu." Ucap Arai sambil duduk di bebatuan lalu melihat ayah dan kakaknya memulai lari lari kecil lagi.
Setelah beberapa putaran berlari mengelilingi daerah tempat tinggalnya, Alfa juga sudah mulai kelelahan dan menghampiri ayahnya.
"Ayah sepertinya aku juga ingin istirahat sebentar" Ucap Alfa yang sedang kelelahan.
"Ha ha ha ternyata kamu juga kelelahan ya" Ucap Alvin sambil tertawa.
"Tidak yah, aku hanya kasian melihat Arai sendiri" Ucap Alfa.
"Ha ha ha yasudah lah nak terserah mu saja, ayah juga akan istirahat sebentar lagi." Ucap Alvin tertawa sambil melanjutkan lari lari kecilnya.
Kemudian Alfa mendekati Arai dan duduk di samping Arai sambil memegang bahu Arai.
"Apakah kau masih kelelahan? " Ucap Alfa dengan tersenyum.
"Ah...itu, tidak terlalu kak." Ucap Arai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ha ha ha akhirnya kau mengaku juga, tolong berikan minuman itu." Ucap Alfa sambil tertawa.
"Ini kak, ambillah" Ucap Arai memberikan minuman kepada kakaknya.
"Terimakasih adikku." Ucap Alfa sambil mengacak acak rambut Arai dengan gemas.
"He he he Sama sama kak." Ucap Arai sambil tertawa kecil.
Sudah sekitar 2 jam Alfa dan Arai mengobrol dan tidak melanjutkan latihan mereka hingga Alvin mendatangi mereka
"Apakah anak anak ayah masih kelelahan" Ucap Alvin yang tersenyum sambil masing masing tangannya memegang bahu Alfa dan Arai dari belakang.
"Tidak ayah." Ucap Alfa dan Arai bersama yang terkejut melihat kehadiran ayah mereka secara tiba tiba.
"Ayo kita lanjutkan latihannya" Ucap Alvin dengan penuh semangat.
"Baik ayah, mari kita latihan" Ucap Alfa dan Arai dengan semangat yang tidak kalah dari Alvin.
__ADS_1
Mereka pun mulai melanjutkan latihan mereka . Alfa dan Arai berlatih dengan memukul sebuah pohon hingga 100 kali pukulan. pohon tersebut sudah di lapisi dengan dedaunan agar tidak terlalu sakit dipukul. Sedangkan Alvin melatih dirinya dengan bermeditasi untuk meningkatkan kemampuan nya.
"Kakak setiap hari kau selalu semangat untuk latihan yah" Ucap Arai dengan kagum melihat alfa .
"Tentu saja karena aku ingin menjadi petarung yang hebat." Ucap Alfa dengan penuh semangat.
"Aku juga ingin menjadi seperti yang kakak inginkan, menjadi petarung hebat yang melindungi yang baik dan menghancurkan yang jahat." Ucap Arai dengan penuh semangat.
"Tentu kita akan menjadi petarung hebat yang membanggakan desa dan keluarga kita." Ucap Alfa dengan wajah bangga yang hiasi senyuman dan mulai melanjutkan latihannya.
sekitar beberapa waktu pun berlalu Alfa yang sudah selesai dengan latihannya lalu dia mendekati Arai.
"Apakah kau belum selesai latihan?" Ucap Alfa.
"Belum kak, masih ada 30 pukulan lagi kak." Ucap Arai dengan semangat.
"Hmm begitu yah, baiklah aku duluan yah." Ucap Alfa sambil melambaikan tangan nya kepada Arai.
"Oke siap kak" ucap Arai dengan senyuman sambil memulai lagi latihannya.
Alfa memasuki ruangan rumah mereka dan menghampiri ibunya yang sedang memasak di dapur
"Hari ini ibu akan memasak apa?." Ucap Alfa yang melihat ibunya sedang meracik bumbu.
"Hari ini sepertinya ibu akan memasak ikan." ucap ibunya yang bernama Anggi sambil tersenyum.
"Baiklah ibu aku akan membantu memotong ikan." Ucap Alfa mengambil pisau dan memotong ikan ikan itu.
Disisi Arai yang sudah selesai dengan latihannya, dia menghampiri Alvin yang sedang bermeditasi dan melihat ada sebuah kitab di samping tempat Alvin bermeditasi
"Buku apa ini " ucap Arai dan membuka halaman halamannya.
Arai berhenti pada halaman dengan judul membangkitkan elemen. Arai coba membaca walaupun dia masih mengeja huruf huruf nya dan mempraktekkan gerakan yang ada di dalam buku itu.
setelah Arai membaca dan mempraktekkan gerakan yang ada dalam buku tersebut dia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
"Ada apa dengan tubuhku, ayah tolong..." Ucap Arai sambil menangis dan mengeluarkan cahaya sedikit terang dari tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan nak" Ucap Alvin terbangun dari meditasi nya lalu melihat ke adaan Arai yang mengeluarkan cahaya dari tubuhnya dan memegang buku pusakanya.
"Aku hanya membaca buku ini dan mengikuti gerakan yang ada di dalamnya ayah" ucap Arai sambil menangis menahan rasa sakit dan akhirnya tidak sadarkan diri.
"Tenanglah, ayah akan mencoba membantu mu" Ucap Alvin dengan mengeluarkan seluruh kekuatan nya hingga semaksimal mungkin
__ADS_1
Beberapa menit kemudian setelah Alvin membantu Arai untuk menetralkan kebangkitan kekuatan elemen yang tidak stabil hingga membuat nya sangat kelelahan.
"Ayah apa yang terjadi padaku, kenapa tubuh ku merasa sakit tadi yah." Ucap Arai yang sudah sadar dan masih merasakan sakit ditubuhnya
"Itu karena kau mencoba memaksa tubuhmu untuk membangkitkan kekuatan elemen." Ucap Alvin sambil tersenyum lemas karena tenaga nya terkuras habis
"Maaf kan aku yah, lalu apa yang terjadi padaku tadi yah." Ucap Arai dengan heran
"Sudah tidak masalah, kecerobohan sering terjadi di usia mu hahaha. Kau berhasil membangkitkan kekuatan elemen itu." Ucap Alvin dengan lemas
"kekuatan elemen, apakah itu hebat? bagaimana aku bisa mengeluarkan nya yah?" Ucap Arai dengan penasaran dan terheran heran
"Kalau seumuran dengan mu sekarang itu termasuk hal yang sangat hebat anakku ha ha ha. Hmm Kau hanya perlu memusatkan kekuatan elemen itu kepada satu tujuan terlebih dahulu." Ucap Alvin sambil mempraktekkan nya
"Baik ayah." Ucap Arai sambil mengikuti hal yang di lakukan oleh Alvin
Alvin terkejut dan kagum melihat Arai dengan mudah mengontrol kekuatan elemen nya dengan sekali percobaan
"Kenapa ini ayah" Ucap Arai
"Itu adalah kekuatan elemen air nak, kau berhasil membangkitkan elemen air nak" Ucap Alvin bangga pada Arai
Namun Arai hanya terdiam dan kagum akan dirinya
disisi lain Alfa dan ibunya sudah selesai memasak
"Alfa kamu beritahu kepada mereka bahwa makanan sudah siap" Ucap Anggi sambil tersenyum
"baik ibu" Sahut Alfa yang tersenyum dan menghampiri ayah dan adik nya
"ayah... adik... makanan sudah siap ayo makan " Ucap Alfa sambil tersenyum
"Baiklah ayo makan" Ucap Alvin dengan senang
Mereka berjalan menuju tempat yang sudah ada di siapkan makanan nya
"Hari ini kalian masak apa" ucap Alvin sambil mengacak acak rambut Alfa
"Hari ini kami memasak ikan ayah." Ucap Alfa dengan senyumnya
disisi lain Arai berlari menuju ibunya dengan cepat
"Ibu aku lapar sekali" Ucap Arai sambil tersenyum.
"Baiklah ini makanan untuk Arai." Ucap Anggi dengan senang.
"selamat makan " Ucap Arai.
__ADS_1
"selamat makan " balas mereka.
Mereka mulai menikmati makanan tersebut dengan sangat cepat seperti biasanya mereka makan bersama.