
suttt...suttt...suttt... Suara beberapa anak panah dari beberapa orang pemuda yang menyerang Tom , Alfa ant dan Arai ant dengan sangat cepat hingga memberhentikan perjalanan mereka namun serangan tersebut dengan mudah di hindari oleh mereka.
"Siapa kalian?" Ucap Tom menggunakan tenaga dalam nya hingga terdengar sangat keras suaranya dan menahan batuknya agar kelihatan lebih gagah.
Namun bukannya takut para pemuda ini malah melanjutkan penyerangan mereka hingga membuat Tom begitu kesal dan menyerang balik dengan melemparkan tombak yang di bawa oleh Arai ant ke arah bebatuan.
"uhuk uhuk." seorang pemuda keluar dari bebatuan itu dengan tubuh nya tertusuk tombak yang di lemparkan oleh Tom dan terbatuk-batuk mengeluarkan darah segar dari mulutnya hingga membuat para pemuda pemuda yang menyerang Tom, Alfa ant dan Arai ant keluar dari persembunyiannya dan menodongkan pedang mereka kehadapan Tom, Alfa ant dan Arai ant.
"Apa mau kalian." Ucap Alfa ant yang juga kesal atas perilaku beberapa pemuda itu dengan menodongkan pedang ke arah mereka.
"Kami hanya tidak ingin Orang orang dari aliran hitam masuk ke desa kami untuk membuat keributan." Ucap salah satu pemuda itu yang masih menodongkan pedangnya.
"Tenanglah kami ini bukan dari aliran hitam uhuk uhuk, kami hanya ingin melewati desa kalian untuk pergi ke ibukota" Ucap Tom menjelaskan kedatangan mereka ke desa itu sudah tidak dapat menahan batuknya.
"Apakah kami bisa mempercayai ucapan mu pendekar." Ucap pemuda itu.
"Ah iya ini tanda pengenal ku." Ucap Tom menunjukkan sebuah giok kepada pemuda pemuda itu.
"Apakah itu asli." Ucap salah satu pemuda itu.
"Tentu saja, kalian dapat mempercayai nya." Ucap Alfa ant dengan tersenyum ramah.
"Baiklah kami akan mempercayai kalian, Tapi jika kalian membuat keributan maka akan kubunuh kalian." Ucap pemuda itu.
"Ah, baiklah baiklah, guru lebih baik kamu sembuhkan luka salah satu dari mereka yang kau serang tadi." Ucap Arai ant memberitahu kepada Tom dengan tersenyum.
"Ah iya kau benar juga bocah uhuk uhuk." Ucap Tom menghampiri mereka.
"Mau apa kau, jika kau berani melangkah kan kaki lagi akan putuskan kaki mu." Ucap pemuda itu dengan emosi yang membara.
"Aku hanya ingin menyembuhkan orang yang telah ku lukai." Ucap Tom yang masih berjalan santai mendekati mereka.
"Baiklah kalau itu mau mu." Ucap pemuda itu.
Tom mencabut tombak itu dan melemparkannya ke arah Arai ant lalu memasukkan pil ke mulut pemuda yang dia lukai dan membantunya mencerna pil itu.
Hingga beberapa menit membuat kesadaran pemuda yang terluka itu pulih kembali.
"T..e...ri..ma...ka...sih...." Ucap pemuda itu terbata bata karena baru saja sadar.
__ADS_1
"Sudah kewajiban ku menyembuhkan orang orang baik uhuk uhuk." Ucap Tom tersenyum dan melambaikan tangannya untuk pergi memasuki desa tersebut.
Setelah mau memasuki desa yang bernama desa kumbang penghisap mereka menemukan penjaga lagi di depan pintu masuk desa.
"Permisi pendekar, bisa tunjukkan tanda pengenal anda." Ucap penjaga itu.
"Ini tanda pengenal ku." Ucap menunjukkan giok nya dengan muka datar dengan menahan batuknya.
"Silahkan masuk pendekar." Ucap penjaga itu
Namun saat Alfa ant dan Arai ant ingin masuk, mereka di halangi oleh para penjaga dan menodongkan senjata mereka kehadapan Alfa ant dan Arai ant.
"Apa yang kau lakukan, Mereka bersama dengan ku." Ucap Tom dengan tatapan dingin dan menahan batuknya.
"Maaf pendekar, Tetapi mereka tidak bisa masuk jika tidak memiliki tanda pengenal." Ucap salah penjaga itu.
"Baiklah dimana aku bisa membuat tanda pengenal dan Berapa harga untuk membuat tanda pengenal di desa ini." Ucap Tom dengan dingin
" Pendekar bisa membuat nya dia aula prajurit dan juga disini memiliki macam macam tanda pengenal yang bisa kami buat seperti :
- Giok putih, Rakyat biasa : 20 keping perak,
- Giok merah, Pendekar/Prajurit: 100 keping perak,
- Giok Emas, Bangsawan : 1 keping emas."
"Baiklah antar kan kami ke aula prajurit kalian itu." Ucap Tom dengan dongin
"Baiklah, ayo ikutin saya pendekar." Ucap penjaga itu memimpin jalan mereka menuju tempat pembuatan tanda pengenal.
Tom, Alfa ant dan Arai ant mengikuti penjaga itu dengan santai namun para penjaga yang ada di sana melihat mereka dengan tidak senang. Arai ant yang terbawa emosi di tahan oleh gurunya agar tidak membuat keributan di desa orang. Arai ant kembali santai karena ucapan dari gurunya.
"Sudah sampai pendekar, ini adalah aula prajurit untuk membuat tanda pengenal." Ucap penjaga itu menunjuk aula nya.
"Baiklah terima kasih penjaga telah mengantar kami kemari, ambillah ini sebagai ucapan terima kasih kami." Ucap Tom memberikan 1 keping emas kepada penjaga itu.
"Terimakasih tuan muda, jika ada yang perlu ingin di tanyakan lagi bisa tanyakan ke saya. Saya pamit undur diri dulu tuan muda." Ucap penjaga itu dengan senang.
"Ayo kita masuk." Ucap Tom mengajak Alfa ant dan Arai ant masuk ke aula prajurit desa
__ADS_1
"Ada keperluan apa, membawa tuan kemari." Ucap seorang pria paruh baya
"Kami ingin membuat sebuah tanda pengenal senior." Ucap Arai ant dengan santai.
"Benar senior, kami ingin membuat tanda pengenal." Ucap Tom membenarkan perkataan Arai ant.
"Tanda pengenal tingkat apa yang kalian ingin kan." Ucap pria paruh baya itu.
" Kami hanya 3 tanda pengenal tingkat bangsawan senior." Ucap Tom dengan mengeluarkan 4 keping emas.
"Maaf tuan muda, tanda pengenal tingkat bangsawan senilai 1 keping emas per tanda pengenal yang anda berikan kelebihan tuan muda." Ucap pria paruh baya itu dengan mengembalikan kelebihannya.
"Tidak usah dikembalikan senior, ambil aja untuk senior." Ucap Tom tersenyum ramah.
"Terimakasih tuan muda, Nama nama tuan muda siapa agar saya ukir di giok emas ini." Ucap pria paruh baya itu.
"Nama saya Alfa ant senior dan ini adik saya namanya...." Ucap Alfa ant sambil menunjuk Arai ant.
"Saya, saya Arai ant senior he.he.he." Ucap Arai ant memotong ucapan Alfa ant sambil tertawa kecil.
"Baik tuan muda." Ucap pria paruh baya itu tersenyum melihat ke arah Alfa ant dan Arai ant.
"Tolong ukir dengan nama Tom ant senior di giok saya." Ucap tom dengan santainya yang memakai nama keluarga dari Alfa ant dan Arai ant.
"Baik tuan." Ucap pria paruh baya itu melihat ke arah Tom dan memulai mengukir nama di giok emas itu.
"Guru kenapa kau memakai nama keluarga kami." Ucap Alfa ant sambil berbisik ke arah Tom.
"Aku hanya ingin mereka menganggap kita hanya saudara yang sedang berpetualang dan aku juga sudah menganggap kalian seperti keluarga ku sendiri uhuk uhuk." Ucap Tom dengan santa dan suara yang pelan.
Alfa ant dan Arai ant yang mendengar perkataan dari Tom hanya terdiam dan senang karena sudah di anggap keluarga dari gurunya.
Setelah sekitar 30 menit selesai pengukiran nama pada tanda pengenal mereka kembali ke depan pintu masuk untuk menunjukkan tanda pengenal mereka kepada penjaga, agar tidak dikira sebagai penyusup.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan tolong senior berikan sebuah kritik dan sarannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Soalnya baru pertama kali bikin novel maklumi yah senior he he he
jangan lupa like dan komennya senior
Semoga suka yah senior
__ADS_1
Terimakasih he he he