
"Baiklah aku akan mengajarkan nya tentang alkemis dan mulai kapan dia akan belajar?" Ucap Gola sambil melirik kearah Tom.
"Saat dia sudah masuk ke akademi, dia akan menemui kak Gola sendirinya untuk belajar alkemis." Ucap Tom memegang bahu Alfa ant sambil tersenyum.
"Iya aku akan datang menjumpai senior saat sudah masuk akademi." Ucap Alfa ant dengan wajah menunduk.
"Baiklah, panggil saja aku paman, aku akan menunggu mu dan pintu ini selalu terbuka untuk murid dari adik Tom jika ingin belajar alkemis." Ucap Gola sambil melirik Arai ant sambil tersenyum.
Arai ant menyadari maksud dari kakak seperguruan dari gurunya tapi dia tidak memperdulikan dan pura pura tidak mengerti ucapan darinya.
"Oh iya kak, ngomong ngomong apa kami tidak boleh masuk uhuk uhuk." Ucap Tom menggaruk kepalanya sambil tertawa canggung.
"Ah iya, aku hampir lupa ha ha ha, ayo masuk lah kerumah ku ini." Ucap Gola sambil tertawa dan berjalan memimpin masuk kerumahnya.
"Begitulah kak dari tadi ha ha ha." Ucap Tom mengikuti kakak seperguruan nya dan ikuti juga oleh Alfa ant dan Arai ant.
"Silahkan duduk dulu, biar aku ambilkan minuman." Ucap Gola menunjuk sebuah kursi sambil berjalan ke dapur.
"Tidak perlu repot repot senior uhuk uhuk." Ucap Tom sambil menggaruk garuk kepalanya dan duduk di kursi yang ditunjuk oleh Gola lalu dikuti oleh Alfa ant dan Arai ant.
Tidak lama kemudian Gola datang membawa minuman dan di temani dua orang wanita di samping kanan dan kiri Gola.
"Senang bertemu dengan adik Tom." Ucap salah satu wanita yang di bawa Gola yang bernama Dina kepada Tom yang sedang asik berbincang dengan Alfa ant dan Arai ant.
"Lama tidak berjumpa paman Tom." Ucap seorang anak perempuan yang bernama Gina sambil tersenyum.
"Senang juga berjumpa dengan kakak ipar uhuk uhuk, Gina rupanya tidak terasa kamu sudah besar sekarang aku hampir tidak tanda dengan mu uhuk uhuk." Ucap Tom melihat ke arah Dina dan Gina sambil tersenyum.
"Bagaimana hampir tidak tanda dengannya kau saja pergi sudah sepuluh tahun." Ucap Dona sambil ngeledek perkataan Tom.
"Ah iya maaf kakak ipar, Gina sekarang berapa umur mu uhuk uhuk?" Ucap Tom tersenyum ke arah Gina.
"Umur ku 13 tahun sekarang paman he he he." Ucap Gina sambil tertawa canggung sambil melirik ke arah Alfa ant dan Arai ant.
"Kak kita seperti tidak terlihat disini." Ucap Arai ant berbisik kepada Alfa ant.
"Lebih bagus begitu." Ucap Alfa ant dengan pelan sambil mengambil minuman yang di bawa oleh Gola.
"Benar juga yah kak." Ucap Arai ant yang juga mengambil minuman yang di bawa oleh Gola.
"Ah iya aku hampir lupa, perkenalkan meraka berdua adalah muridku namanya Alfa dan Arai uhuk uhuk." Ucap Tom sambil menunjuk Alfa ant dan Arai ant.
"Hai perkenalkan nama ku Gina." Ucap Gina sambil tersenyum ke arah Alfa ant.
"Hai juga, namaku Alfa." Ucap Alfa ant dengan datar.
__ADS_1
"Halo semuanya namaku Arai a..." Ucap Arai ant yang berhenti karena kakinya di injak oleh Alfa ant.
"Kau kenapa kak." Ucap Arai ant yang kesal sambil mengembung kan pipinya.
"Ikuti perkataan guru." Ucap Alfa ant sambil berbisik di telinga Arai ant.
Tom yang melihat tingkah dari Alfa ant hanya tersenyum.
"Bukannya kau tidak menerima murid, aku pikir mereka adalah anak mu" Ucap Dina yang bingung sambil meledek Tom.
"Mana mungkin aku memiliki anak tanpa seorang istri kakak ipar uhuk uhuk, kalo soal aku menerima murid itu karena...." Ucap Tom yang terputus karena melihat Alfa ant dan Arai ant menatapnya dengan tajam.
"Karena apa?" Ucap Dina yang bingung dengan penjelasan Tom.
"Karena aku lagi pengen saja punya murid he he he uhuk uhuk." Ucap Tom yang tertawa canggung dan tidak ingin membuat muridnya marah lagi kepadanya lalu menyebut dirinya penyakitan.
Alfa ant dan Arai ant tersenyum dengan perkataan Tom yang tidak mengecewakan mereka lagi.
"Ngomong ngomong adik Tom , kemana saja kau selama ini?" Ucap Gola sambil duduk bersama istri dan anaknya
"Ah kalau itu rahasia kak uhuk uhuk." Ucap Tom tersenyum sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Begitu saja harus main rahasia rahasia." Ucap Dina menatap Tom sinis.
Gola dan Dina hanya terdiam pasrah dengan jawaban dari Tom yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, sedangkan Gina masih begitu penasaran dengan Alfa ant dan Arai ant.
"Oh iya paman, bagaimana kalau aku latih tanding dengannya, aku juga ingin mengetahui bagaimana kekuatan dari murid paman." Ucap Gina menunjuk ke arah Alfa ant karena ingin mengetahui kekuatan Alfa ant.
"Hm...boleh saja, asal dia mau uhuk uhuk." Ucap Tom sambil tersenyum.
"Guru bagaimana kalau dengan ku saja, aku juga ingin mengetahui kekuatan dari senior ini." Ucap Arai ant dengan semangat karena dia sangat menyukai pertarungan.
"Yasudah lah senior, biar adik ku saja yang melawanmu." Ucap Alfa ant sambil tersenyum kepada Gina.
"Yasudah kalau begitu, aku akan mengalahkan nya dengan mudah." Ucap Gina yang salah tingkah karena melihat senyuman dari Alfa ant.
"Oke...ini yang kutunggu." Ucap Arai ant yang berlari keluar rumah.
"Adik mu semangat sekali untuk dikalahkan yah." Ucap Gina melihat ke arah Alfa ant lalu keluar dari rumah.
"Kak anak kalian ini kenapa kok emosi, bukannya dia yang mengajak latih tanding." Ucap Tom sambil berbisik kepada Gola dan Dina.
Gola dan Dina hanya menggeleng kan kepalanya tentang sikap dari putrinya itu.
"Hei... ayo keluar katanya mau berlatih tanding, apa kalian tidak ingin melihat pertarungan kami." Ucap Arai ant dengan suara yang keras.
__ADS_1
mereka yang ada didalam rumah langsung keluar untuk melihat latih tanding antara Arai ant dan Gina .
"Apa kalian sudah siap." Ucap Tom yang berdiri di tengah Arai ant dan Gina.
"Sudah." ucap Arai ant dan Gina bersamaan.
"3."
"2."
"1."
"Mulai." Ucap Tom lalu pergi menghampiri Gola, Dona dan Alfa ant.
"Aku akan mengalahkan mu." Ucap Gina menyerang dengan cepat mengeluarkan beberapa pukulan ke arah Arai ant.
"He he he tidak semudah itu senior." Ucap Arai ant yang menangkis semua serangan dari Gina.
Gina yang kesal terus melakukan serangan serangan kepada Arai ant.
"Hiat..." "Hiat...." "Hiat....." Ucap Gina melakukan serangan beruntun
"Senior aku tidak akan kalah dengan serangan seperti ini." Ucap Arai ant sambil menangkis semua serangan yang menghampirinya.
"Kau meremehkan ku." Ucap Gina yang sudah ada di belakangnya dan siap untuk menyerang.
Arai ant yang sudah sering melakukan pertarungan hidup dan mati bersama kakaknya dihutan dengan melawan para hewan buas, jadi dia sudah memiliki insting yang kuat untuk mengetahui bahaya atau tidak.
"Tinju penghancur." Gina mengeluarkan jurusnya.
Arai ant berhasil menghindar dengan cepat sebelum serangan itu mengenai nya lalu memukul perut Gina, hingga membuat Gina mundur beberapa langkah.
"Hanya begini saja." Ucap Arai ant dengan wajah meremehkan.
"Aku belum mengeluarkan seluruh kekuatan ku, jangan terlalu sombong." Ucap Gina kesal mendengar perkataan dari Arai ant.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan tolong senior berikan sebuah kritik dan sarannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Soalnya baru pertama kali bikin novel maklumi yah senior he he he
jangan lupa like dan komennya senior
dukungan senior akan membuatku lebih bersemangat he he he
Semoga suka yah senior
Terimakasih he he he
__ADS_1