Dua Saudara

Dua Saudara
Eps 2. Tamu tidak di undang


__ADS_3

Setelah selesai menyantap makanan mereka melakukan aktivitas mereka masing masing Alvin yang bekerja sebagai penjaga lahan pertanian dan Anggi sebagai pendatang pertanian.


Sedangkan Alfa dan Arai membantu orang tuanya untuk membersihkan rumah dan belajar membaca dan juga menulis agar lebih mahir


...****************...


Alvin dan Anggi sedang berjalan menuju ketempat mereka bekerja sambil bercerita


"sayang, kau tau tidak tadi pagi itu ada hal yang sangat menarik." Ucap Alvin sambil tersenyum.


"setiap hari kau bilang ada hal menarik di pagi hari, sekarang apalagi." Ucap Anggi dengan nada malas


"pagi ini lebih menarik lagi sayang, karna anak kita berhasil membangkitkan kekuatan elemennya ." Ucap Alvin dengan sangat bahagia


"hey, kau jangan bercanda. kau pikir bisa membodohiku dengan kata kata mu itu." Ucap Anggi sambil meledek Alvin.


"hey hey aku tidak berbohong yang aku bilang emang benar tadi sebelum Alfa memanggil, aku sudah membantu Arai untuk menetralkan kekuatan elemen nya agar dia dapat menerima elemennya." Ucap Alvin dengan serius.


"Arai? bukan Alfa, kupikir kau tadi bilang Alfa.


kupikir kau tadi membicarakan alfa" Ucap Anggi dengan terkejut.


"aku tidak berbohong sayang percayalah padaku" Ucap Alvin dengan wajah serius.


"walaupun begitu kenapa Arai kenapa tidak Alfa? bukan kah Alfa adalah kakaknya."Ucap Anggi dengan bingung.


"Yah karena itu, tadi Arai melihat buka buku pusaka dari keluarga ku dan lagian kemampuan itu tidak dilihat dari umurnya." Ucap Alvin dengan serius


"iya lah terserah kau saja" ucap anggi yang tidak mempercayai.


Alvin melihat istrinya yang tidak percayai perkataan nya pun menjadi murung.


"Hey hey sudahlah jangan murung begitu sayang, memang elemen apa yang di bangkitkan oleh Arai sayang? " Ucap Anggi mencoba mempercayai perkataan suaminya.


"Dia membangkitkan kekuatan elemen air sayang." Ucap Alvin yang mulai tersenyum lagi.


"Wahh itu elemen yang hebat sayang." Ucap Anggi yang terkejut senang mendengar nya.


Karena di desa mereka tidak ada penduduk yang memiliki elemen, kemungkinan mereka hanya manusia biasa.


"Benarkan." Ucap Alvin sambil tersenyum. tidak lama kemudian, mereka sampai di tempat kerja mereka.


...****************...

__ADS_1


Sebelum matahari terbenam Alvin dan Anggi sudah sampai dirumah, mereka selalu disambut oleh anaknya Alfa dan Arai dengan senyuman. Alvin dan Anggi tersenyum dan mengacak acak rambut anaknya.


"anakku rindunya." ucap Anggi.


"padalan ga sampe berhari hari." ucap Alvin.


Alvin langsung beristirahat didekat Arai sedangkan Anggi mengajak Alfa untuk membantu memasak makan malam.


...****************...


Sesaat mereka selesai makan malam terdengar kerusuhan di desa, Alvin langsung keluar rumah dan melihat kondisi desa yang diserang. mereka membunuh, menangkap wanita dan anak anak, hingga membuat Alvin langsung marah dengan wajah penuh amarah.


"Ada apa sayang." Ucap Anggi dengan khawatir melihat sikap suaminya.


"Desa kita diserang, kalian pergilah dari sini. aku akan mencoba menahan mereka selama mungkin." Ucap Alvin


"Kenapa kita harus pergi, kenapa kita tidak melawannya? " Ucap istrinya kesal melihat tingkah suaminya.


"Tidak... tidak... kita tidak akan menang oleh jumlah dan kekuatan kita yang sekarang, setidaknya kalian harus selamat." Ucap Alvin


Alfa dan Arai juga mulai ketakutan dengan perkataan ayahnya.


"kenapa kau jadi seperti pengecut begini." Ucap anggi kesal


"Baiklah sayang, usahakan kau kembali kepada kami." Ucap Anggi pergi sambil meneteskan air matanya.


"Nak kalian simpan dan pelajarilah buku dan dua belati ini, kalian pergilah selamatkan diri kalian agar tetap hidup." Ucap Alvin sedih dan memberikan buku itu kepada Alfa


"Tapi yah." ucap Alfa dan Arai bersamaan


"Tidak ada tapi tapi nak, ikuti kata ayahmu dan ayo kita pergi dari sini" Ucap Anggi juga ikutan sedih


Beberapa waktu kemudian mereka sudah sampai diperbatasan hutan tetapi ketika memasuki hutan terdengar suara para bandit yang menyuruh mereka berhenti lalu menyerang mereka dengan api.


Anggi langsung berhenti dan menahan serangan dari bandit tersebut


"Cih, padahal cuman desa kecil kenapa kalian sangat merepotkan." Ucap pemimpin dari para bandit langsung mengejar mereka kembali


"Benar ketua, apalagi pria tadi yang membuat kita hanya tinggal 5 orang sekarang." Ucap salah satu anggota bandit


"Tidak, tidak mungkin kalian juga membunuh suamiku." ucap anggi sambil menangis.


"ibu..." Ucap Alfa dan Arai sambil menangis.

__ADS_1


"Ohh ternyata kalian keluarga nya yah hahaha, tenang saja aku akan membuat kalian berkumpul lagi di neraka hahaha." Ucap pemimpin kumpulan bandit itu dengan tertawa sinis


"Nak kalian pergilah sejauh mungkin, giliran ibu yang akan akan menahan mereka." bisik anggi tersenyum sambil mengeluarkan air mata.


"Tapi bu, sekarang kami tinggal punya ibu." Ucap Alfa sambil menangis.


"Ibu dan ayah akan sangat bahagia kalau kalian tetap hidup dan suatu saat kalian bisa melawan mereka, simpan lah kalung ini sebagai kenangan dari ibu." bisik anggi tersenyum yang masih mengeluarkan air mata.


"terimakasih bu, kami akan pergi." Ucap Alfa menarik tangan arai langsung berlari kedalam hutan sambil menangis


"Hey hey kalian jangan pergi , cepat tangkap 2 anak kecil itu. Kita akan menjual mereka sebagai budak." Ucap seseorang bandit dengan badan besar.


Para pasukan bandit itu langsung mengejar Alfa dan Arai, namun di gagalkan oleh Anggi.


"Lawan kalian adalah aku, aku memanggilmu temanku" ucap Anggi mengeluarkan darah mengalir di tangannya.


seketika tanah disekitar Anggi terbelah dan mengeluarkan serangga raksasasa dari dalam tanah


"sialan, pantas saja dari tadi banyak hewan yang menggangu ternyata kalian adalah beast tamer" ucap pemimpin bandit itu kesal.


"Kalian pikir aku hanya beast tamer biasa, akan ku jadikan kalian makanan untuk temanku." Ucap Anggi marah


pertarungan pun terjadi Anggi bertarung dengan kekuatan penuh untuk menahan seluruh pasukan bandit.


...****************...


disisi lain Alfa dan Arai yang sudah berlari cukup jauh karena sering melatih fisik mereka dengan berlari mengelilingi rumah mereka.


"Kak aku sudah lelah " Ucap Arai dengan kelelahan sambil menangis.


"Tahan lah sebentar lagi Arai." Ucap Alfa yang masih menangis.


Disisi lain setelah beberapa lama berlari Arai yang melihat ada pohon besar langsung memanggil kakaknya.


"Kak kita berhenti di sana saja." Ucap Arai menunjuk pohon besar itu.


"Baiklah kita akan istirahat di sana malam ini." Ucap Alfa yang sudah tidak menangis lagi.


Alfa dan Arai mulai duduk bersandar di bawah pohon besar itu.


"Kak secepatnya kita harus menjadi kuat dan membalaskan kematian orang tua dan penduduk desa kita." Ucap Arai dengan penuh kesal karena tak bisa berbuat apa apa.


"Kau benar dik kita harus secepatnya pergi meninggalkan hutan ini dan mencari guru untuk berlatih " Ucap Alfa dengan kesal dan juga sadar karena tidak bisa melakukan apa pun selain pergi.

__ADS_1


__ADS_2