
Setelah sekitar 30 menit selesai pengukiran nama pada tanda pengenal mereka kembali ke depan pintu masuk untuk menunjukkan tanda pengenal mereka kepada penjaga, agar tidak dikira sebagai penyusup.
"Maaf para penjaga, karena kami datang agak terlambat." Ucap Tom dengan santai mendekati penjaga penjaga itu.
"Tidak apa tuan, tunjukkan tanda pengenal tuan jika ingin masuk ke desa." Ucap penjaga yang membawa mereka ke aula tadi.
Tom, Alfa ant dan Arai ant menunjuk kan tanda pengenal mereka pada semua penjaga dan membuat mereka terdiam.
"Maaf tuan silahkan masuk." Ucap salah satu penjaga itu melihat ke arah Tom.
Tom tidak membalas perkataan nya dan masuk kedalam desa untuk beristirahat dan mengisi perut mereka.
"Guru apa yang kita lakukan di desa ini." Ucap Alfa ant melihat sekeliling desa itu.
"Apa kalian tidak lapar bocah uhuk uhuk." Ucap Tom dengan datar tanpa melihat Alfa ant dan Arai ant.
"He.he.he guru tau saja." Ucap Arai ant dengan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Tentu saja uhuk uhuk, karena aku juga sudah lapar ha.ha.ha uhuk uhuk." Ucap Tom merangkul mereka berdua.
Sesampainya mereka di rumah makan yang lumayan mewah dan pelayanan yang baik saat memasuki rumah makan itu. Tom langsung memesan beberapa makanan untuk mereka dan langsung membayarnya.
"Ramai sekali disini guru." Ucap Arai ant melihat sekeliling nya.
"Yah begitulah, namanya juga rumah makan uhuk uhuk." Ucap Tom dengan datar.
"Setelah ini kita akan kemana guru." Ucap Alfa ant dengan santai.
"Hari ini aku sangat lelah karena terlalu memaksa tenaga dalam ku untuk menahan batuk ini." Ucap Tomom dengan santainya.
"Guru kenapa kau tidak mengobati nya saja." Ucap Arai ant memerhatikan gurunya."
"Batuk ku ini tidak mudah di obati uhuk uhuk." Ucap Tom sambil tersenyum.
"Kenapa begitu guru." Ucap Alfa ant
"Penyakit ku ini sudah merusak tenaga dalam ku, hingga yang dapat menyembuhkannya adalah pendekar tingkat langit." Ucap Tom dengan menundukkan wajahnya agar tidak kelihatan sedih.
"Maaf guru." Ucap Alfa ant dan Arai menjadi terharu dengan perkataan gurunya dan juga mereka tidak bisa berbuat apa apa.
"Tidak apa." Ucap Tom dengan senyuman.
beberapa menit kemudian datanglah seorang pelayan membawa beberapa hidangan makanan yang sudah Tom pesan.
__ADS_1
"Ini makanan yang sudah anda pesan tuan, apakah masih ada lagi." Ucap pelayan itu sambil tersenyum.
"Sudah tidak ada lagi." Ucap Tom dengan datar.
"Baiklah tuan, saya permisi dulu." Ucap pelayan itu.
Mereka menikmati makanan itu dengan perlahan lahan tapi pasti menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja itu.
Tidak lama mereka menikmati makanan, muncullah dua orang pria memasuki rumah makan
"Eh apa kau sudah tau, sebulan lagi para akademi akan membuat kompetisi perekrutan murid lagi." Ucap seorang pria yang memasuki rumah makan bersama temannya.
"Ah iya, aku baru ingat ini hampir setahun setelah mereka merekrut murid dari seluruh desa dan kota yang ada di kerajaan kepompong." Ucap teman dari seorang pria itu dan duduk di tempat yang kosong.
"Apa kau tidak berniat untuk mendaftarkan anakmu untuk memasuki kompetisi itu." Ucap seorang pria itu sambil tersenyum.
"Tentu saja aku akan mendaftarkan nya, emangnya seperti mu istri saja tidak punya apa lagi anak ha.ha.ha." Ucap teman seorang pria itu sambil tertawa.
"Cihh, kau hanya beruntung ada yang mau dengan pria miskin seperti mu." Ucap seorang pria itu meledek temannya.
"Kalo itu sudah pasti dan jangan lupa aku tidak hanya miskin tapi aku juga memiliki kekuatan untuk melindungi keluarga ku ha.ha.ha." Ucap teman seorang pemuda itu.
Tom yang mendengar perkataan dua pria itu langsung menghampiri nya.
"Telinga mu sangat baik pemuda, tapi kau tidak bisa mendaftar dengan usia mu yang sekarang." Ucap teman pria itu
"Benar sekali ha.ha.ha." Ucap pria itu sambil tertawa.
"Emang usia berapa untuk mendaftar di kompetisi itu senior? uhuk uhuk." Ucap Tom sambil menduduki tempat yang kosong di sebelah teman pria itu.
Alfa ant dan Arai ant tidak menghiraukan perbuatan Tom dan melanjutkan makan saja.
"Emangnya kau berasal dari mana, masa hal umum seperti ini saja tidak tau." Ucap pria itu heran.
"Ah maaf senior, perkenalkan namaku Tom dari desa semut." Ucap Tom berbohong karena tidak mau identitas aslinya di ketahui oleh banyak orang.
"Desa semut, dimana itu?." Ucap teman pria itu dengan kebingungan.
"Desaku itu lumayan jauh dari sini senior uhuk uhuk dan desa ku cuman desa kecil senior he.he.he." Ucap Tom menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Pantas saja ha.ha.ha, perkenalkan nama ku Reza dan ini teman ku namanya John." Ucap pria itu memperkenalkan diri mereka sambil tertawa sedangkan temannya hanya tersenyum.
"salam kenal senior." Ucap Tom sedikit membungkuk kan badannya.
__ADS_1
"Ah tidak usah begitu, santai saja ha.ha.ha." Ucap John sambil menepuk bahu Tom sambil tertawa.
"Baik senior uhuk uhuk, mengenai hal yang tadi gimana senior." Ucap Tom sambil senyum dan kembali berdiri tegak.
"Persyaratan dalam pendaftaran kompetisi akademi adalah maksimal berumur 10 tahun dan minimal berumur 5 tahun, Selain itu semuanya boleh mendaftar" Ucap Reza dengan santai.
"begitu rupanya senior, terimakasih atas penjelasannya senior saya pamit dulu senior uhuk uhuk." Ucap Tom dengan tersenyum dan pergi menghampiri Alfa ant dan Arai ant.
"Masih tidak berubah rupanya." Ucap Tom didalam hati sambil berjalan.
"Silahkan." Ucap John dengan santai.
"Ada apa guru." Ucap Alfa ant dan Arai ant bersamaan melihat gurunya yang sudah duduk bersama mereka.
"Ah itu, Sebentar lagi akan ada kompetisi perekrutan murid akademi uhuk uhuk." Ucap Tom dengan santai.
"Oh...begitu guru." Ucap Alfa ant dan Arai ant bersamaan.
"Yah begitu, aku ingin kau mengikuti kompetisi itu uhuk uhuk." Ucap Tom menunjuk Alfa ant yang sedang minum.
"Uhuk uhuk, kenapa aku guru." Ucap Alfa ant tersedak air dan kebingungan."
"Umurmu sekarang sudah cocok untuk mendaftar kompetisi itu, bagaimana apa kau mau mengikuti perkataan gurumu ini." Ucap Tom menatap wajah Alfa ant."
"Baiklah guru, tapi kenapa Arai tidak ikut kompetisi itu guru." Ucap Alfa ant melihat ke arah Arai ant.
"He.he.he." UcapArai ant yang melihat sikap kakaknya sambil tertawa kecil.
"Apa kau tidak ingat, ditubuh nya masih tersegel roh Beladiri spiritual." Ucap Tom sambil melahap makanannya."
"Segelnya apa tidak bisa dibuka sekarang saja guru, bukan kah kami juga sudah begitu kuat." Ucap Alfa ant sambil melihat wajah gurunya.
Tom setuju dengan perkataan Alfa ant, bahwa mereka berdua jauh lebih kuat dengan anak anak seusia mereka bahkan setahun atau dua tahun lebih tua dari mereka. Tapi untuk membangkitkan kekuatan dari roh beladiri spiritual harus mencapai pendekar tingkat elit puncak, sedangkan Arai ant masih pendekar tingkat perak puncak.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan tolong senior berikan sebuah kritik dan sarannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Soalnya baru pertama kali bikin novel maklumi yah senior he he he
jangan lupa like dan komennya senior
dukungan senior akan membuatku lebih bersemangat he he he
Semoga suka yah senior
Terimakasih he he he
__ADS_1