
Mereka melesat dengan sangat cepat hanya membawa senjata tombaknya untuk berjaga jaga akan adanya bahaya.
hanya 15 menit mereka sudah sampai ke desa semut dan melihat desa yang penuh dengan tengkorak tengkorak manusia tanpa adanya kehidupan.
Sesampainya Alfa ant dan Arai ant di desa mereka, mereka melihat dua tengkorak manusia di dekat hutan dan Alfa ant dan Arai ant menangis melihat dua tengkorak itu. Mereka ber anggapan bahwa dua tengkorak itu adalah kedua orang tua mereka dan masih banyak tengkorak tengkorak yang berserakan dimana mana.
"Ayah, ibu." Ucap Alfa ant dan Arai ant mendekati dua tengkorak yang di dekat hutan itu sambil menangis.
"Adik gali lah lubang yang besar, kita akan menguburkan seluruh penduduk desa yang terbunuh oleh aliran hitam itu." Ucap Alfa ant sambil menangis.
"Baik kak, kakak sendiri apa yang akan kakak lakukan?." Ucap Arai ant yang masih menangis.
"Aku akan mengumpulkan seluruh tengkorak penduduk ini." Ucap Alfa ant berusaha menghentikan tangisannya dan langsung mengambil tengkorak tengkorak yang berserakan itu.
"Baiklah kak, aku akan menggali lubang yang besar." Ucap Arai ant memulai menggali dengan menggunakan kekuatan elemen logam nya.
Beberapa menit mereka berpencar, Alfa ant sudah mengumpulkan seluruh tengkorak tengkorak yang berserakan di desa mereka sedangkan Arai ant sudah selesai menggali lubang yang besar dengan kekuatan elemen logamnya.
"Sudah selesai dik." Ucap Alfa ant menghampiri Arai ant.
"Sudah kak, dimana tengkorak tengkorak penduduk kak." Ucap Arai ant penasaran melihat Alfa ant yang tidak membawa apa apa.
"Ah itu, aku sudah menyusunnya di dekat sana." Ucap Alfa ant menunjuk arah Tengkorak tengkorak itu.
"Baiklah, ayo kita kuburkan kak." Ucap Arai ant mendekati tumpukan tengkorak tengkorak penduduk.
"Ayo dik." Ucap Alfa ant juga mendekati tumpukan tengkorak.
Setelah selesai mereka menguburkan Tengkorak tengkorak orang tua mereka dan penduduk desa, mereka mendoakan para penduduk agar tenang di alam sana.
"Kak, apa kau sudah mengumpulkan bahan bahan untuk tempat tinggal kita nanti di hutan." Ucap Arai ant.
"Ah iya, aku hampir lupa." Ucap Alfa ant memukul keningnya.
__ADS_1
"Yah sudah ayo kita kumpulkan, hari juga sudah siang." Ucap Arai ant sambil melihat matahari.
"Iya iya." Ucap Alfa ant kesal karena di perintah oleh adiknya.
Mereka mengambil bahan bahan dari rumah rumah penduduk seperti menjarah desa mereka sendiri dan juga mereka mengambil pakaian pakaian yang ada di rumah penduduk yang masih layak di pakai.
Setelah selesai Alfa ant dan Arai ant mengambil bahan bahan untuk keperluan mereka untuk berlatih di dalam hutan, mereka kembali ke tempat latihan mereka untuk membuat tempat tinggal di sana.
Karena mereka sudah sering menjelajahi hutan untuk latihan mereka mengetahui jalan pintas untuk sampai dengan cepat ke tempat latihan mereka.
Sesampainya mereka, mereka langsung meletakan barang barang dan yang telah mereka ambil dari desa mereka dan beristirahat di bawah pohon.
"Grrrt." Terdengar suara perut Arai ant yang sudah kelaparan
"Ha.ha.ha.ha." Alfa ant tertawa terbahak bahak
"Kakak..." Ucap Arai menundukkan wajah yang sudah memerah karena malu pada kakaknya.
"Yasudah, aku mau mencari ayam hutan dulu. Kau yang membuat rumah pohon kita yah dik." Ucap Alfa ant sambil berjalan pergi mencari ayam hutan.
sekitar 15 menit Alfa ant sudah kembali ke tempat Arai ant dengan membawa dua ekor ayam hutan di tangannya.
"Adik kenapa kau tidak membuat rumah pohonnya." Ucap Alfa ant menghampiri adiknya dengan suara kesal.
"Eh...emang tadi kakak ada bilang?" Ucap Arai ant dengan polosnya menatap wajah Alfa ant yang sedang kesal.
"Tadi kan sudah kubilang saat aku pergi mencari ayam hutan ini." Ucap Alfa ant kesal menarik telinga adiknya.
"Aduh...aduh...ampun kak, aku tidak mendengar nya tadi." Ucap Arai kesakitan dengan wajah memelas.
"Cih...yasudah lah, setelah makan kau buat rumah pohonnya yah." Ucap Alfa ant sambil melepaskan tangannya dari telingan Arai ant.
"Aku tidak tau cara membuat rumah kak, kakak saja yah" Ucap Arai ant dengan senyuman termanisnya.
__ADS_1
"Emm...itu aku juga tidak bisa membuatnya, kukira kau bisa membuatnya karena kau sering bersama guru." Ucap Alfa ant tersenyum canggung.
"Sepertinya kita hanya sia sia membawa bahan bahan ini." Ucap Arai ant dengan wajah mengintimidasi kakaknya.
"Yah begitulah he.he." Ucap Alfa ant tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Grrrt." Terdengar suara perut mereka berdua yang sudah lapar
Alfa ant dan Arai ant saling memandang satu sama lain dan akhirnya mereka tertawa terbahak bahak
"Kak ayo cepat masak ayam hutan nya." Ucap Arai ant dengan tersenyum lebar.
"Baiklah baiklah." Ucap Alfa ant mulai membakar dua ayam hutan itu.
Mereka memakan ayam hutan itu dengan cepat seperti takut bagian mereka akan di ambil dan setelah selesai makan mereka memulai latihan mereka, karena mereka tidak ingin melewatkan satu hari pun latihan yang telah di buat gurunya.
Saat mereka sudah menyelesaikan semua latihan pada saat malam hari, mereka tidur di atas pohon untuk menghindar adanya kedatangan hewan buas.
Hingga sampai 6 bulan mereka di dalam hutan rumah pohon itu ntah apa kabarnya, mereka tidak bisa membuatnya dan juga mereka tidak ingin mengecewakan gurunya dengan kembali ke tempat kediaman gurunya untuk bertanya cara membuat rumah pohon.
Selama 6 bulan di hutan, selain melakukan latihan dan juga berburu mereka juga melatih kekuatan elemen mereka dengan sangat baik dan memperbesar kekuatan tenaga dalam mereka seperti yang telah di beritahu kan caranya oleh guru mereka saat beberapa hari sebelum pergi ke dalam hutan mereka juga sering beberapa kali bertarung dengan hewan buas yang menggangu mereka saat melakukan latihan di dalam hutan.
Setelah pelatihan 6 bulan didalam hutan mereka selesai, mereka sudah terbiasa dengan adanya hewan buas maupun bertarung atau pun menghindarinya dan mereka langsung melesat dengan sangat cepatnya ke tempat kediaman gurunya untuk menanyakan latihan selanjutnya kepada gurunya.
Sesampainya di kediaman gurunya
"Guru kami kembali." Ucap Alfa ant dan Arai ant bersamaan memasuki rumah kayu itu dengan sangat senang.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata dan tolong senior berikan sebuah kritik dan sarannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Soalnya baru pertama kali bikin novel maklumi yah senior he he he
jangan lupa like dan komen
jangan lupa vote dan ratingnya senior
__ADS_1
Semoga suka yah senior
Terimakasih he he he