
Tuan Ra'az menarik dua cangkir coklat hangatnya yang sebelumnya di sediakan oleh Ailane dengan permintaanya di atas meja tempatnya bekerja.
Tuan Ra'az bisa mencium aroma khas coklat yang mana dirinya butuhkan saat itu dan yang tidak tergantung situasinya.
Dirinya sedikit memuji dalam hatinya kalau Ailane ini cukup pintar menyajikan dua cangkir yang pada dasarnya mungkin orang lain tidak memikirkannya, apalagi Ailane sendiri masih baru.
OB lainnya pasti sudah paham dengan apa yang di pesan oleh Tuan Ra'az, karena Tuan Ra'az selalu meminta coklat dengan apa yang sama di suguhkan oleh Ailane dan tidak menyuguhkan hanya satu coklat hangat.
Penutup yang ada di atas cangkir itu Tuan Ra'az buka dengan tangan kanannya dan kembali memuji apa yang di lakukan oleh Ailane yang memahami hal tersebut agar cangkir di dalamnya tidak terkena noda atau debu dari luar saat di bawa ke tempat Tuan Ra'az berada.
Namun sejenak pikiran Tuan Ra'az memutar apa yang sebelumnya dirinya lihat sambil menatap kedua cangkir yang berisi minuman coklat yang di sisi kanannya terlihat lebih gelap di bandingkan sisi kirinya yang berwarna coklat terang.
Tatapan tajamnya menyipit dan otaknya berpikir sedikit keras mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam waktu singkat itu.
..."Baru kali ini aku melihat hal seperti itu di hadapanku, selama aku berada di area gym untuk sekedar olah raga ringan pun, aku tidak menemukan sesuatu yang berbeda seperti yang aku lihat pada diri anak baru itu."...
Tuan Ra'az mengingat banyak apapun yang bisa dirinya ingat dan mencoba mencari hal yang benar dalam pikirannya ketika baru pertama bertemu dengan Ailane.
Namun tidak menemukan satu pun yang cocok dan bahkan malah semakin terkesan aneh dan membuat penasarn dirinya.
__ADS_1
Sampai-sampai Tuan Ra'az bingung ingin meminum cangkir yang sesuai moodnya saat itu, antara baik dan buruk.
Dimana aroma coklat hangat yang berbeda satu sama lain itu menggoda indra penciumnya.
Sampai pada akhirnya Tuan Ra'az pun meminum secangkir yang coklat yang berwarna lebih terang terlebih dahulu di banding yang sedikit lebih gelap di posisi kanannya tangannya berada.
Ketika coklat berwarna terang itu mulai masuk ke dalam mulut dan mengalir ke dalam tenggorokannya, Tuan Ra'az merasakan ada sesuatu rasa yang berbeda dan tidak biasa sampai dirinya menghentikan tegukan dari cangkirnya itu ke dalam mulutnya.
Kedua matanya kembali menyipit sambil melihat cangkir yang tengah di genggam di tangan kanannya dengan sudah setengah cangkir kecil itu terminum oleh Tuan Ra'az.
..."Rasanya kenapa bisa berbeda? Tetapi..."...
Kemudian Tuan Ra'az menaruh cangkir kecil yang berisi coklat hangat berwarna terang tersebut di atas piring kecil tatakannya dan kemudian tangan kanannya mengambil cangkir satunya yang terisi coklat hangat dengan warna lebih gelap dari sebelumnya.
Perlahan Tuan Ra'az meneguknya dan mencicipi dengan seksama dengan lidah yang ada di dalam mulutnya.
Kembali dirinya merasakan ada yang berbeda, dimana malah rasanya sama dengan aroma yang berbeda sampai membuat Tuan Ra'az kebingungan.
"Bagaimana bisa dua rasa menjadi sama? Bahkan kalau di tambah gula pun rasanya pasti tidak akan seimbang dan sama walau aromanya berebeda." Kata Tuan Ra'az yang merasa aneh dan baru pertama kali merasakan minuman coklat hangatnya begitu berbeda dan memiliki rasa yang sama dalam dua cangkir berbeda.
__ADS_1
Tuan Ra'az menyipitkan kedua matanya kembali dan mengambil kembali biodata milik Ailane yang ada di samping paling kanan mejanya dan mengangkatnya dengan tangan kanannya lalu menatap serius foto wajah Ailane yang maskulin seperti perempuan dengan rambut pendeknya.
"Siapa kau sebenarnya dan apa yang terjadi dengan dirimu itu sampai membuatku bingung dan penasaran." Kata Tuan Ra'az ke arah foto dari Ailane yang ada di pojok kiri atas dalam dokumen miliknya itu.
*****
Ailane kembali ke tempat yang seperti ruangan dapur tersebut dengan wajah antara bingung dan senang karena pada akhirnya dirinya bisa keluar dari tekanan yang di buat oleh Tuan Ra'az yang dimana sebagai pemilik perusahaan tersebut.
Dirinya melangkah cepat kedua kakinya sampai pada akhirnya sampai di ruangan tersebut tepat di depan pintunya dan segera ia buka.
Ketika dirinya membuka pintu itu, terlihat sosok laki-laki tengah duduk di kursi yang tersedia di tengah ruangan tersebut dengan seragam berwarna biru gelapnya serta topi yang ia taruh di atas meja kotak itu.
Terlihat keringat membasahi dahinya dan rambut yang terlihat sedikit panjang tersisir ke arah kanannya ikut terbasahi dengan keringat di dahinya, wajahnya masih seperti anak muda dengan tatapan biasa laki-laki pada umumnya yang tidak begitu tajam seperti yang di miliki oleh Tuan Ra'az.
Serta tubuh dan struktur wajahnya tidak terlalu tegas.
Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain dengan pikiran mereka juga merasa bingung dan tidak saling mengenal satu sama lain dengan Ailane yang baru saja datang serta masuk ke dalam ruangan itu dengan cepat.
Laki-laki itu pun baru melihat wajah Ailane dalam gedung tersebut yang membuatnya lebih bingung siapa yang tengah masuk ke ruangan Pantry itu.
__ADS_1