Dua Warna

Dua Warna
Bab 1-7: Senior Reno.


__ADS_3

Laki-laki tersebut dan Ailane duduk saling berhadapan di kursi yang tersedia dengan meja kotak di depan masing-masing mereka.


Laki-laki itu bersandar di kursi dan pandangannya mendangak ke atas langit-langit ruangan pantry.


"Aku tidak menyangka kalau kau benar adalah seorang laki-laki." Kata laki-laki itu yang sekarang percaya setelah melihat identitas dari Ailane.


Ailane tertunduk dengan sedikit malu, "Kebanyakan memang yang belum mengetahui diriku, mereka semua pasti akan menganggapku sebagai seorang perempuan." Kata Ailane.


Laki-laki itu perlahan menundukan kepalanya ke arah wajah Ailane yang juga mulai mengangkat kepalanya.


..."Tetapi jujur saja, kau itu memang terlihat seperti perempuan."...


Ailane melirik ke arah bawah kanannya.


..."Yah... Memang wajahku ini seperti itu dan tidak pernah aku operasi atau semacamnya."...


Laki-laki itu sejenak berpikir dalam pikirannya dengan mungkin kemungikan itu pasti ada, karena manusia itu juga memiliki keunikan tersendiri.


..."Panggil aku Reno, salam kenal."...


Laki-laki itu mengenalkan namanya kepada Ailane dengan ada sedikit senyum hadir di bibirnya.


..."Sa-Salam kenal juga, Reno. Aku Ailane."...


Jawab ramah Ailane kepada Reno.


Reno menyandarkan tubuhnya di tepi meja dan melipat kedua tangannya di atas meja sambil melihat wajah Ailane yang begitu enak di pandangan olehnya.


..."Jadi, besok kau akan sudah bekerja di sini?"...


..."I-Iyah... Senior Reno."...


"Apa kau lulusan sekolah tahun ini? karena wajahmu terlihat muda." Tatap Reno dan bicara santai dengan Ailane.

__ADS_1


"Iyah, aku baru lulus tahun ini dan langsung mencari pekerjaan untuk diriku." Jawab Ailane juga dengan santai, dimana melihat Reno sebagai orang yang santai serta lucu ketika di awal bertemu.


Namun Reno memang sepeerti itu sosoknya.


"Aku juga punya adik perempuan yang juga baru lulus dari sekolah sama seperti dirimu. Tapi kau hebat juga bisa keinginan untuk langsung bekerja dan menemukan lamaran dari perusahaan ini." Reno memuji dan cukup terkejut kalau Ailane yang dapat dalam pekerjaan itu, karena pastinya akan banyak orang yang melamar ketika pekerjaan ini di posting dalam suatu situs pekerjaan.


Ailane tertunduk ke arah kanan bawahnya sejenak dengan kepalanya ia miringkan sedikit ke arah kanannya karena malu di puji oleh Reno.


..."Mungkin itu hanya kebetulan saja dan memang aku selalu juga mengecek situs pelamaran pekerjaan di internet melalui smart phone ku, ketika ada yang baru aku langsung mengecek klarifikasinya dan kebetulan baru beberapa detik di post lamaran di perusahaan ini, aku langsung mendaftar."...


Ailane menceritakan bagaimana dirinya bisa menemukan lamaran pekerjaan dari perusahaan itu yang membuatnya bisa bekerja di perusahaan tersebut sebagai OB.


Reno mendekatkan wajahnya ke arah Ailane dan dirinya mencoba berbisik kepada dirinya di dalam ruangan yang hanya ada mereka beredua tersebut di dalamnya.


..."Hei, apa kau tau kalau perusahaan ini memiliki aturan ketat, dimana kau tidak boleh akrab dengan perusahaan rival-rival kita? Karena Tuan Ra'az melarang itu, alasannya karena beberapa perusahaan lainnya pasti ada yang mencoba untuk menjatuhkannya dengan cara apapun."...


..."Rival?"...


Ailane bingung apa yang di bicarakan oleh Reno.


"Iya, Rival. Perusahaan ini memiliki kompetisi sendiri dan kau tau, itu pasti akan menarik dan kau juga pasti tidak akan melewatkannya. Kedepannya kau pasti akan banyak tau mengenai hal tersebut, tetapi aku ingatkan kalau ada orang lain bertanya tentang perusahaan ini, apapun itu, jangan kau jawab dan bilang saja rahasia perusahaan." Kata Reno sambil memejamkan kedua matanya dan tersenyum menyeringai lebar di bibirnya.


..."Baiklah, aku mengerti. Senior."...


Reno membuka kedua matanya dan kembali melihat ke arah Ailane dengan masih posisi duduk yang sama dan kedua tangan terlipat di dadanya.


"Ngomong-ngomong apa kau sudah bertemu dengan Tuan Ra'az? Bos besar kita yang tidak ada yang tau nama aslinya selain keluarga-keluarga dekatnya saja?" Tanya Reno mengenai Tuan Ra.az kepada Ailane.


Ailane membuka mulutnya seraya membentuk huruf o sambil mengangguk tipis menandakan dirinya berkata iya.


"Ham... Iyah... Aku sudah bertemu dan orang yang bernama Tuan Ra.az itu sungguh membuatku tertekan ketika berada di dekatnya." Jawab Ailane jujur kepada Reno.


Reno menunjuk kembali dengan tangan kirinya sambil menyeringai tersenyum, "Benar bukan..." Kemudian Reno kembalikan posisi tangan kirinya di atas dadanya, "DIa itu sosok Bos yang tidak bisa di dekati siapapun di perusahaan ini, walau sudah lama berada di jabatan tersebut, sampai sekarang belum ada yang bisa cukup dekat dengan dirinya."

__ADS_1


Ailane mengangguk kembali sambil mendengarkan dengan seksama perkataan dari Reno.


..."Begitu kah?"...


..."Begitu lah. karena seperti yang kau bilang, kalau siapapun yang dekat dengan dirinya pasti akan merasa tertekan dan --"...


Reno seketika langsung beranjak dari kursinya dan membuat Ailane kaget dimana pandanganya berubah ke arah belakang pintu ruangan tersebut berada yang ada di belakangnya.


Ailane langsung beranjak juga berdiri dari kursinya dan membalikan tubuhnya dari kanan belakang, dimana terdengar suara pintu ruangan itu juga terbuka.


Terlihat laki-laki yang menginterviewnya kembali hadir di hadapannya sambil membawa sebuah seragam baru yang masih terplastikan dengan rapih di kedua tangannya.


Reno membungkukan sejenak tubuhnya untuk memberi salam kepada laki-laki tersebut yang bernama Cassa.


"Ailane, ini seragammu dan bisa kita bicara sebentar di ruang kantin?" Kata Cassa sambil mengajak Ailane untuk bicara kepada masalah perusahaan dan pesan yang di pesan oleh Tuan Ra'az kepadanya.


"Baiklah, Pak." Mengangguk Ailane.


Cassa lalu melihat Reno.


..."Reno, dia akan jadi bawahan mu dan bimbing dia untuk melakukan sesuatu yang mungkin belum dirinya ketahui."...


Reno tersenyum dan memberi hormat layaknya seorang yang tengah memberi hormat kepada bendera merah putih saat tengah upacara di hari senin di laksanakan.


..."Siap, Pak Cassa."...


Cassa menghela napas dengan tingkah Reno yang demikian selalu bersemangat dan serta menebar senyumannya dengan tingkah yang terkadang aneh.


Sampai Ailane menyeringai sedikit di kedua bibir kecilnya yang mungil.


..."Ikut aku, Ailane."...


..."Baik, Pak."...

__ADS_1


Ailane pun mengikuti Cassa keluar dari ruangan pantry dan meninggalkan Reno di dalamnya yang tengah tersenyum dan memberi hormat kepada Cassa sampai dirinya pergi dari luar pintu.



__ADS_2