Duke’S Baby

Duke’S Baby
Part 2. Queen's Best Friend


__ADS_3

Keesokan harinya setelah rapat pembahasan kerjasama perdagangan antar Kerajaan selatan dan Kerajaan Barat selesai, Ratu dan pelayannya Elaine memilih untuk tetap berada di ruangan rapat. Ratu Emillia nampak sedang membaca ulang berkas kerjasama dan membandingkan keuntungan dan kerugian apa yang akan kerajaannya terima jika kerjasama ini ia setujui. Sementara Elaine hanya memperhatikan Ratu sekaligus temannya itu sambil menggeleng pelan. 


“Yang mulia Ratu, apa ada yang bisa aku bantu? Atau yang mulia butuh sesuatu?” tanya Elaine sambil berjalan mendekati Ratu Emillia. 


“Hei Ella, aku sudah bilang jika tak ada orang jangan panggil aku “Yang Mulia” kan?!” 


“Hihi.. Maaf Emma, soalnya kau sangat serius sih. Jadi bagaimana? Mau kubuatkan teh kesukaanmu dan mendengar saranku? Atau kau mau aku diam menemanimu saja disini huh?” gurau Elaine pada Ratu Emillia yang memang sejak kecil mereka sangatlah dekat. 


“Tentu saja teh dan saran adalah pilihan terbaik.” jawab Ratu Emillia sambil tertawa dan mulailah mereka berdiskusi berdua.


#FLASHBACK ON


Emillia adalah anak tunggal dari Raja dan Ratu Kerajaan Barat. Sejak kecil ia tumbuh di lingkungan istana dan hanya berteman dengan para pelayan-pelayan kerajaan. Anne, adalah pelayan kesukaan Emillia. Setiap hari Emillia selalu bermain dengan Anne di taman kerajaan.


Hari itu Emillia ingin berkeliling taman dengan digendong Anne.


“Anne! Anne! Ayo gendong aku sambil keliling taman... ” rengek Emillia kecil dengan manja. Hanya pada pelayannyalah Emillia dapat bermanja. Bukan karna ayah dan ibunya tak mau memanjakan Emillia kecil saat itu. Tapi ayahnya sibuk dengan urusan kerajaan ditambah ibunya yang sakit keras dan hanya dapat berbaring di kasur empuknya setiap hari. 


“Tentu Tuan Putri. Mari saya gendong.” ucap pelayan itu sambil membungkuk di depan Emillia. Emillia langsung naik ke punggung Anne dan berpegangan di pundaknya.

__ADS_1


Saat sedang asyik berkeliling sambil digendong oleh Anne, Emillia sekilas melihat bayang-bayang dari balik semak-semak. Tak lama sesosok anak kecil muncul sambil menggenggam setangkai bunga di tangan kanannya. Anne pun melihat anak kecil tersebut tapi dengan wajah kaget dan sedikit panik. Segera ia menghampiri anak kecil itu sambil terus menggendong Emillia di punggungnya.


“Elaine! Apa yang kau lakukan disini? Ibu kan menyuruhmu diam dirumah!” 


“U-um? L-loh? Kok ibu disini? M-maksudku biasanya ibu tidak sampai kesini jika berkeliling bersama Tuan Putri” jawab Elaine gugup lalu tatapannya beralih pada sesosok anak kecil di gendongan ibunya. ‘Cantik.’ pikir Elaine yang saat itu terpukau saat melihat Emillia yang sedang tersenyum padanya.


“Sekarang kembali ke rumah. Elaine, jangan sampai pengawal menemukanmu.” ucap Anne memperingatkan Elaine dan membuyarkan fokus Elaine kepada ibunya. Elaine hanya mengangguk dan menunduk sedih lalu berbalik hendak pergi meninggalkan ibunya dan Emillia.


“Tunggu!” ucap Emillia tiba-tiba hingga Elaine berhenti berjalan dan berbalik menoleh kearahnya. Emillia saat itu meminta untuk turun dari gendongan Ema laluerdiri di depan Anne. 


“Anne, kau tidak pernah bilang kalau punya anak yang seumuran denganku. Tapi bagaimanapun aku ini Putri Raja loh. Kesalahan ini tak bisa aku biarkan!” lanjut Emillia sambil melipat tangan di dadanya. Ucapannya tadi berhasil membuat Anne berkeringat dingin. 


Tak lama Emillia berjalan kearah Elaine lalu berdiri di depannya. Ia melihat Elaine dari atas sampai bawah dengan tatapan serius. Suasana canggung antara Elaine dan Emillia terjadi cukup lama hingga akhirnya Elaine membuat kaget Emillia karna tiba-tiba bersujud di depannya. 


“Kalian akan tetap aku hukum. Hukuman kalian adalah.....” ucap Emillia terpotong karna ingin melihat bagaimana ekspresi Elaine dan Anne. Dan kembali ia tertawa karna melihat Elaine dan Anne semakin panik.


“Xixi... kalian panik sekali. Aku bercanda loh. Aku tak akan menghukum kalian, tapi aku punya permintaan untuk kalian. Anne, boleh aku berteman dengan anakmu? Dan Elaine, kau mau tidak berteman denganku?” lanjut Emillia sambil tersenyum manis kearah keduanya. Dan sejak itulah Emillia dan Elaine berteman dekat hingga sekarang. Elaine pun diperbolehkan tinggal di istana sebagai pelayan pribadi Emillia saat umur 15 tahun. 


Sebenarnya Emillia ingin sekali agar Elaine diangkat menjadi bangsawan kerajaan oleh Emillia. Namun hal itu tak mudah, karena latar belakang Elaine yang sebenarnya adalah anak hasil pemerkosaan Ema oleh salah satu pengawal istana. 

__ADS_1


#FLASHBACK OFF


Setelah beberapa lama berdiskusi sambil bercanda, kedua sahabat karib itu keluar dari ruangan rapat lalu menuju ke kamar Duke Sean sambil membawa berkas kerjasama yang telah Ratu Emillia tanda tangani sebagai tanda menyetujui kerjasama antar Kerajaan Barat dan Kerajaan Selatan. Sesampainya di depan kamar Duke Sean, Ratu Emillia langsung mengetuk pintu kamar dan menunggu pintu dibuka.


Sementara Duke Sean sendiri yang setelah rapat selesai langsung keluar ruangan sambil sesekali melirik Ratu Emillia sambil tersenyum. Ia langsung berjalan dan berdiam diri di kamar sambil membayangkan wajah Ratu Emillia yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta. Tak lama ia mendengar suara ketukan di pintu kamarnya hingga membuatnya tersadar dari lamunannya. Segera ia membukakan pintu lalu menatap Ratu Emillia yang sudah berdiri di depan kamarnya lalu membungkukkan badannya memberi hormat.


“Yang mulia, apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya Duke Sean lalu kembali menegakkan badannya.


“Aku hanya ingin memberikan berkas kerjasama yang sudah aku tanda tangani.”


“J-jadi, kerja sama ini disetujui? Ah syukurlah kalau begitu.” Ucap Duke Sean sambil mengambil berkas kerja sama yang diberikan Ratu Emillia.


“Aku tak akan melewatkan kerja sama yang sangat menguntungkan ini Duke. Dan Elaine, tolong antarkan Duke Sean berkeliling kerajaan ini. Aku masih harus mengurus urusan lain dengan Kerajaan Emerald.” Titah Ratu lalu berjalan menjauh.


“Baik Yang Mulia Ratu. Mari Duke Sean.”


Setelah itu Duke Sean dan Elaine berjalan berkeliling istana. Elaine dengan sopan memperkenalkam setiap sudut istana pada Duke Sean yang sesekali melamun dan tidak memperhatikan Elaine. Elaine menyadari hal itu dan langsung menanyakan pada Duke Sean.


“Ada apa Duke Sean? Apa ada yang mengganggumu? Atau kau butuh sesuatu?” tanya Elaine hingga membuat Duke Sean terkejut. Sejenak Duke Sean diam lalu berpikir untuk menanyakan status Ratu Emillia.

__ADS_1


“Elaine, apakah Yang Mulia Ratu sudah memiliki pasangan? Atau orang yang dia sukai?”


~to be continued


__ADS_2